11Mei

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa akan
diberikan-Nya kepadamu dalam namaKu.”
(Kis 18:23-28; Yoh 16:23b-28)
“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta
kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai
sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka
kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan
kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata
kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa
kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku
katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa
sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya,
bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke
dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa.” (Yoh
16:23b-28) , demikian kutipan Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
•       Dalam kehidupan kita sehari-hari kiranya setiap hari kita tak akan
terlepas dari tindakan meminta atau memohon, entah kepada
saudara-saudari kita maupun kepada Tuhan melalui doa. Kita kiranya
juga memiliki dambaan, harapan atau impian dengan harapan segera
menjadi kenyataan atau terwujud. Sabda hari ini mengingatkan dan
mengajak kita semua agar dalam mengajukan permohonan atau memiliki
dambaan, harapan dan impian dalam Tuhan atas nama Tuhan, karena dengan
demikian pasti akan dikabulkan atau terwujud. Dalam nama atau atas
nama Tuhan berarti apa-apa yang baik, bermoral dan berbudi pekerti
luhur, yang menyelamatkan dan membahagiakan, terutama demi kebahagiaan
dan keselamatan jiwa manusia. Dengan kata lain hendaknya memiliki
dambaan, harapan atau impian untuk memiliki keutamaan-keutamaan atau
nilai-nilai kehidupan, misalnya buah-buah Roh seperti “kasih,
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri.” (Gal 5:22-23). Memang untuk
mewujudkan buah-buah Roh ini selainkan mengandalkan karunia atau
rahmat Tuhan juga mengandalkan kerja keras dan perjuangan kita alias
pembaktian diri kita untuk mengusahakan buah-buah Roh tersebut.
Percayalah dan imanilah jika kita mengusahakan dengan keras dan tekun
buah-buah Roh tersebut pasti akan didukung oleh Tuhan melalui sekian
banyak orang yang membantu dan mendukung kita, karena di dunia ini
orang berkehendak baik lebih banyak daripada yang berkehendak jahat.
Maka milikilah hati yang tulus dan jujur untuk berkendak dan melakukan
apa yang baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur serta kebiasaan
berdoa kepada Tuhan. Marilah kita sadari dan hayati bahwa Tuhan
senantiasa mengasihi kita, tidak pernah meninggalkan kita, melainkan
senantiasa menyertai dan mendampingi hidup dan perjalanan pelaksanaan
tugas dan kewajiban kita.
•       “Setibanya di Akhaya maka ia, oleh kasih karunia Allah, menjadi
seorang yang sangat berguna bagi orang-orang yang percaya. Sebab
dengan tak jemu-jemunya ia membantah orang-orang Yahudi di muka umum
dan membuktikan dari Kitab Suci bahwa Yesus adalah Mesias.” (Kis
18:27b-28), demikian berita perihal apa yang dilakukan oleh Apolos.
Pengalaman Apolos ini kiranya dapat menjadi teladan atau inspirasi
bagi kita semua umat beriman dalam rangka menghayati iman dalam hidup
sehari-hari alias mewartakan kebenaran-kebenaran sebagaimana
dianugerahkan oleh Tuhan. Hendaknya setia mengandalkan diri pada kasih
karunia Allah dalam menghayati iman dalam hidup sehari-hari. Pada masa
kini dimana cukup banyak orang bersikap mental materialistis atau
duniawi kiranya menjadi saksi iman atau setia menghayati iman dalam
hidup sehari-hari akan mengalami penderitaan atau menghadapi aneka
tantangan dan masalah. Meskipun demikian kami berharap kepada anda
sekalian untuk tetap setia dan tegar dalam menghayati iman, karena
kasih karunia Allah menyertai kita, dan dengan demikian bersama dan
bersatu dengan Allah kita akan mampu mengatasi aneka tantangan,
hambatan, masalah serta penderitaan. Semua tantangan dan hambatan
dalam penghayatan iman berasal dari setan atau roh jahat, dan bersama
dan bersatu dengan Allah kita dapat mengatasi atau mengalahkan godaan
atau rayuan setan. Sebaliknya kepada mereka yang menentang penghayatan
iman atau melarang dalam dan dengan semangat iman hidup bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara kami harapkan bertobat. Secara konkret para
koruptor dalam bentuk apapun untuk segera mengakhiri tindakannya jika
mendambakan kebahagiaan atau kesejahteraan sejati.
“Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian
pengajaran! Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah
bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus. Para pemuka bangsa-bangsa
berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya
perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan” (Mzm 47:8-10)
Ign 11 Mei 2013

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.