11 WNI Jadi Korban Malaysian Airlines Kena Tembak Rudal di Ukraina

_76337830_023192012-1

LAPORAN CNN menyebutkan, 11 orang Indonesia ikut menjadi penumpang di pesawat nahas Malaysian Airlines (MAS) yang ditembak rudal dalam penerbangannya dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur, Jumat (17/7) menjelang tengah malam WIB. Hingga berita ini kami lansir, belum muncul nama-nama penumpang berwarganegara Indonesia ini.

Dari 295 penumpang termasuk awak pesawat dan pilot berikut co-pilotnya, manifest penerbangan MAS menyebutkan ada 280 penumpang terdiri dari 154 warga Belanda, 27 Australia, 23 Malaysia, 11 Indonesia, 6 Inggris, 4 Jerman, 4 Belgia, 3 Filipinan, 1 Kanada.

Inilah kedua kalinya dalam tahun ini perusahaan penerbangan sipil Malaysia kehilangan jumbo jetnya karena insiden kecelakaan. Sebelum MAS yang semalam jatuh berkeping-keping dari udara menuju daratan karena hantaman rudal, MAS juga telah  kehilangan satu pesawatnya dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing tanggal 8 Maret 2014.

Hingga kini, belum ada kejelasan pasti dimana persisnya MAS 370 dengan jumlah penumpang 239 berikut awak pesawat yang diberitakan melakukan manuver berbelok arah secara mendadak itu mengakhiri penerbangannya hingga kemudian benar-benar ‘hilang tanpa bekas’.

Konflik Ukrania-Rusia
Insiden tertembaknya MAS di wilayah udara Ukrania ini segera menyulut ‘konflik’ baru berupa perang kata-kata antara pemerintah Ukrainia dan Rusia. Masing-masing pihak menegaskan tidak ada perintah maupun aksi tembak yang dilakukan oleh kedua pasukan negara yang tengah bersitegang karena masalah Crimea dan kini Donetsk ini.

_76339189_ukraine_malaysia_plane_976_latest

Rute penerbangan MAS: Inilah jalur rute penerbangan Malaysian Airlines dari Bandara Udara Schipol di Amsterdam, Negeri Belanda, menuju KLIA di Malaysia. (Courtesy of Reuters/BBC)

Pesawat Boeing 777 MAS nahas ini membawa 295 penumpang dan Jumat malam jatuh berkeping-keping di atas wilayah udara Torez, kawasan Donetsk, Ukraina Timur dimana tengah diterpa pergolakan politik oleh kaum separatis pro Rusia.

Pemerintah Ukrainia menuduh kelompok separatis ini di balik serangan mematikan dengan target pesawat sipil. Argumen ini mereka kemukakan, setelah sebelumnya ada insiden pesawat kargo militer Ukrania ditembak jatuh di kawasan itu.

Tak ayal lagi, Presiden Ukrania Petro Poroshenko langsung menyebut insiden ini sebagai ‘tindakan keji yang dilakukan oleh para teroris’, tanpa terang-terangan menyebutkan pihak mana di balik tertembaknya MAS ini.

“Kami tegaskan juga, AU Ukrania tidak melakukan manuver penembakan apa pun,” kata Poroshenko.

Sebaliknya, Presiden Rusia Vladimir Putin justru menuduh pemerintah Ukrainia ada di balik penembakan rudal yang memakan korban pesawat sipil ini. “Insiden ini takkan terjadi, kalau di wilayah itu ada perdamaian,” sindirnya mengenai operasi militer Ukrania untuk menumpas kaum separatis militan pro Rusia.

Krisis politik bilateral antara Ukrainia dan Rusia mengemuka sejak Februari 2014, setelah ribuan protes jalanan berhasil ‘mengusir’ Presiden Ukrania pro Mokswa Viktor Yanukovych dari kekuasaannya hingga kemudian melarikan diri ke kawasan Crimea Timur yang dikenal sebagai basis masyarakat pro Rusia. Tak seberapa lama kemudian, pasukan Rusia berhasil mengusai Crimea dan kemudian mendeklarasikan sepihak Crimea ini menjadi wilayah bagian Rusia.

Moskwa seperti tak mau peduli protes Ukrania dan dunia internasional atas tindakanya menganeksasi Crimea yang menurut klaim sejarah Rusia sebenarnya sejak dulu sudah  termasuk wilayah Rusia.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak bereaksi sangat keras menyimak insiden penembakan pesawat sipil MAS di atas wilayah udara Donetsk ini. Ia menyatakan, harus segera dilakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengetahui seluk-beluk insiden yang tragis ini.

_76340030_7583ni1i

Tinggal puing: Reruntuhan badan pesawat Malaysian Airlines di kawasan Donetsk, Ukrania Timur. (Courtesy of Reuters/BBC)

“Tak secuil masalah pun akan kami lalaikan,” kata Razak seperti dilansir CNN. “Para pelaku kejahatan ini harus dibawa ke pengadilan,” tambah pejabat Malaysia keturunan Bugis ini.

Presiden AS Barrack Obama berjanji akan mengerahkan tenaga bantuan apa pun yang dibutuhkan untuk mengetahui latar belakang insiden penembakan rudal terhadap pesawat sipil ini. Pemerintah Ukrainia menyambut baik tawaran Washington.

Sumber/Kredit foto: Reuters/CNN/BBC

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.