100 Tahun Persekolahan Katolik Nyarumkop dan Reuni Agung Alumni

Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH memukul gong sebagai tanda dibukanya kegiatan disaksikan Uskup Agung Keuskupan Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Ketua Komisi Pendidikan KWI sekaligus Uskup Keuskupan Padang Mgr. Martinus D. Situmorang selaku ketua panitia acara.Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH memukul gong sebagai tanda dibukanya kegiatan disaksikan Uskup Agung Keuskupan Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Ketua Komisi Pendidikan KWI sekaligus Uskup Keuskupan Padang Mgr. Martinus D. Situmorang selaku ketua panitia acara.Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH memukul gong sebagai tanda dibukanya kegiatan disaksikan Uskup Agung Keuskupan Pontianak Mgr. Agustinus Agus, Ketua Komisi Pendidikan KWI sekaligus Uskup Keuskupan Padang Mgr. Martinus D. Situmorang.

NYARUMKOP – Sebuah kampung Kecil yang berjarak kurang lebih 12 Km dari kota Singkawang pada satu abad silam merupakan tempat bersemi nya misi pendidikan Katolik. Kehadirannya telah memberi sumbangan besar bagi pengembangan pribadi dan telah membentuk karakter kaum muda pedalaman dalam mempersiapkan masa depannya yang lebih baik.

Selama tiga hari (8-10 Juli 2016) lalu, seluruh alumni dari berbagai penjuru Indonesia, teristimewa mereka yang berdomisili di Kalimantan, ikut menghadiri peringatan satu abad dimulainya Misi Persekolahan Katolik Nyarumkop dan Reuni Agung Alumni. Peringatan dan Reuni Agung ini diawali dengan Ekaristi Syukur, namun sebelumnya dibuka dengan atraksi Tari Kolosal Multi Etnis dan Drum Band Siswa-siswi SMA Seminari.

Perayaan Ekaristi Syukur dipimpin secara konselebran utama yakni Mgr. Martinus Dogma Situmorang OFMCap (Uskup Keuskupan Padang dan Ketua Komisi Pendidikan KWI) didampingi Mgr. Agustinus Agus (Uskup Agung Keuskupan Pontianak) dan Mgr. Heironimus Bumbun OFMCap (Uskup Emeritus Keuskupan Pontianak) serta puluhan pastor.

Atraksi drum band siswa Seminari NyarumkopAtraksi drum band siswa Seminari Nyarumkop

Dalam perayaan ekaristi yang dihadiri kurang lebih 1.000 alumni dan para tamu undangan, Mgr. Martinus Dogma Situmorang, OFMCap dalam Kotbahnya mengajak para alumnni untuk terlibat dalam pengembangan karya pendidikan katolik Nyarumkop.

Sekolah untuk modal hidup
“Dilihat dari motto Persekolahan Katolik Nyarumkop Non Scolae, Sed Vitae Discimus (Kita belajar bukan semata untuk memperoleh pendidikan melainkan demi hidup) mengajak kita semua bahwa pendidikan bukan semata-mata untuk mencari ilmu, tetapi lebih untuk mempersiapkan hidup yang lebih baik. Misi pendidikan Nyarumkop telah berkontribusi dalam pembentukkan karakter pribadi-pribadi yang berkualitas. Saya yakin kita yang hadir disini merupakan buah-buah dari karya pendidikan di Nyarumkop. Dengan demikian Persekolahan Katolik Nyarumkop telah menjadi garam dan terang bagi keselamatan umat manusia,” ujar Mgr. Situmorang, OFMCap.

Pendidikan Katolik Nyarumkop tidak terlepas dari pola pendidikan yang terintegrasi antara sekolah dan asrama mulai dari jenjang SD, SMP, SMA Seminari. Sampai saat ini, pola pendidikan ini masih relevan.

Dengan pola pendidikan seperti ini, telah terbukti dapat membentuk pribadi-pribadi yang tangguh dan berkarakter serta mampu berperan dalam kehidupan masyarakat. Pola pendidikan seperti ini terekam dalam ingatan para alumninya teristimewa dalam lagu Nyarumkop Song yang diciptakan oleh Pater Gosewinus, OFMCap.

“Nyarumkop itu nama termasyur, asrama, penjara dan taman bakti, kangkung dan cangkok nya paling subur dan bubur Pak Lelen muncul tiap pagi, hai kawan kita senasib, mari bergembira, Nyarumkop masa bersiap untuk masyarakat,” demikian sepenggal syair lagu yang sangat terkenal dalam kalangan alumni Nyarumkop.

Ketua Umum Ikatan Alumni
Adrianus Asia Sidot selaku Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop pernah mengenyam pendidikan di Nyarumkop. Ia mengalami betapa kehidupan di asrama dan sekolah telah membentuk karakter pribadinya.

Sudah saatnya, kata dia, “Kita sebagai alumni-alumnae Persekolahan Katolik Nyarumkop ikut memberi kontribusi bagi pengembangan pendidikan di alma mater kita ini demi kemajuan kaum muda generasi mendatang.”

Adrianus Asia Sidot selaku Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop. Adrianus kini menjabat Bupati Kabupaten Landak. Ia bertemu Br. Claudius Kuype MTB, mantan gurunya di SMA SeminariAdrianus Asia Sidot selaku Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop. Adrianus kini menjabat Bupati Kabupaten Landak. Ia bertemu Br. Claudius Kuype MTB, mantan gurunya di SMA Seminari

Demikian ajakan Adrianus Asia Sidot yang saat ini menjabat Bupati Landak pada sesama alumni.

Persekolahan Katolik Nyarumkop memang tidak terlepas dari jasa-jasa para misionaris dari Negeri Belanda dan jasa mereka itu sungguhlah sangat besar pengaruhnya bagi kemajuan masyarakat dan umat melalui karya pendidikan. Para imam misionaris Ordo Kapusin masuk ke Kalimantan pada tahun 1905, tepatnya di Kota Singkawang; lalu masuk Sejiram, kampong pedalaman daerah Kapuas Hulu.

Setelah 10 tahun di Kalimantan, para misionaris Kapusin lalu berusaha melakukan pelayanan melalui pendidikan dibandingkan sekedar menyebarkan agama. Maka di tahun 1916, setelah gagal melanjutkan sekolah di Pelanjau, Pastor Beatus, OFMCap berhasil mendapatkan sebidang tanah yang luas di Nyarumkop.

Kemudian Mgr. Bosc berhasil mendapat guru Tobias Ngenget dari Manado untuk merintis karir menjadi guru membantu Pastor Marcellus, OFMCap sebagai Pastor Paroki dan Br. Timotheus, OFMCap sebagai ahli bangunan.

“Kita patut bersyukur dan berterimakasih pada para misionaris yang telah berjasa besar dan telah mengorbankan jiwa dan raganya demi kemajuan anak-anak pedalaman mempersiapkan diri menyongsong masadepannya yang lebih baik, ” demikian sambutan Pastor Amandus Ambot, OFMCap — Provinsial Ordo Kapusin Provinsi Pontianak.

Suara alumnus: Istri Gubernur Kalbar
Pada kesempatan sama, Uskup Agung Keuskupan Pontianak Mgr. Agustinus Agus memamparkan beberapa hasil penelitian terkait proses pendidikan di Persekolahan Nyarumkop dewasa ini.

“Saya berharap dengan hasil penelitian ini sebagai landasan berpijak kita untuk mengembangkan pendidikan di Nyarumkop sesuai dengan tuntutan zaman. Kita harus memiliki perencanaan matang untuk mengembangkan arah pendidikan di Persekolahan Katolik Nyarumkop ini, ” tutur Mgr. Agustinus mengajak para alumni.

Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH beserta Ibu Frederika, S.Pd tiba di lokasi pembukaan kegiatan.

Rangkaian pembukaan kegiatan Peringatan Satu abad Persekolahan Katolik Nyarumkop dan Reuni Agung ini dibuka secara resmi dengan pemukulan gong oleh Gubernur Kalbar Drs. Cornelis, MH.

“Saya berharap persekolahan Katolik Nyarumkop melahirkan manusia-manusia cerdas secara intelektual dan bermoral baik serta bertaqwa pada Tuhan. Para alumni Persekolahan Nyarumkop mestinya bertanggungjawab dengan pengembangan pendidikan di Nyarumkop yang mampu melahirkan pribadi-pribadi yang rela berkorban demi kemajuan masyarakat,” demikian harapan dan pesan moral yang disampaikan oleh Gubernur Kalbar ini kepada para alumni.

Kehadiran Gubernur Kalbar Drs. Cornelis MH bersama istri Ny. Frederika, S.Pd merupakan ujud perhatiannya terhadap persekolahan Katolik Nyarumkop. Di samping itu, Ibu Frederika, S.Pd itu sendiri adalah juga seorang alumnus Persekolahan Katolik Nyarumkop.

Gubernur Kalbar Drs. Cornelis bersama Uskup Keuskupan Padang Mgr. Martinus D. Situmorang OFMCapGubernur Kalbar Drs. Cornelis bersama Uskup Keuskupan Padang Mgr. Martinus D. Situmorang OFMCap

Ia mengaku punya ikatan batin yang kuat dengan Asrama Rini tempat beliau dulu pernah ditempa mengenyam nilai-nilai kedisplinan, kemandirian, dan kebersahajaan serta ketekunan untuk belajar sebagai bekal masa depan.

Selama tiga hari, acara Peringatan satu Abad Pesekolahan Katolik Nyarumkop dan Reuni Agung Alumni diisi dengan berbagai kegiatan. Itu antara lain temu kangen per angkatan, napak tilas tempat-tempat kenangan, olahraga, dan malam hiburan.

Demikian lah para alumni Persekolahan Katolik Nyarumkop mengenang masa-masa sebagai anak-anak muda yang ditempa menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas.

Hal ini terbukti dari beberapa tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemerintah yang hadir dalam acara ini pada umuumnya pernah mengenyam pendidikan di Persekolahan Katolik Nyarumkop. Dengan kata lain, satu abad Persekolahan Katolik Nyarumkop telah memainkan peran besar dalam membangun masyarakat Kalimantan dan Indonesia.

Sumber: Sesawi.net

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.