10 sept

Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat”
(1Kor 5:1-8; Luk 6:6-11)

Pada suatu hari Sabat lain, Yesus masuk ke rumah ibadat, lalu mengajar. Di situ ada seorang yang mati tangan kanannya.Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang pada hari Sabat, supaya mereka dapat alasan untuk mempersalahkan Dia. Tetapi Ia mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada orang yang mati tangannya itu: "Bangunlah dan berdirilah di tengah!" Maka bangunlah orang itu dan berdiri. Lalu Yesus berkata kepada mereka: "Aku bertanya kepada kamu: Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat, menyelamatkan nyawa orang atau membinasakannya?" Sesudah itu Ia memandang keliling kepada mereka semua, lalu berkata kepada orang sakit itu: "Ulurkanlah tanganmu!" Orang itu berbuat demikian dan sembuhlah tangannya. Maka meluaplah amarah mereka, lalu mereka berunding, apakah yang akan mereka lakukan terhadap Yesus” (Luk 6:6-11), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·   Hari Sabat adalah hari yang dikhususkan bagi Allah, namun baiklah kita sadari dan hayati bahwa semua hari diciptakan oleh Allah dan sangat tergantung pada Allah juga. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat adalah tokoh-tokoh bangsa Yahudi yang begitu mengetengahkan atau mengedepankan aneka tata tertib dan peraturan, buatan manusia, dalam hidup sehari-hari. Dalam Warta Gembira hari ini kita diingatkan bahwa yang penting atau utama adalah perbuatan baik, bukan peraturan atau tata tertib, apalagi hemat saya peraturan atau tata tertib dibuat dan diberlakukan untuk membantu orang melakukan apa yang baik. Maka meskipun hari Sabat atau bagi kita masa kini hari Minggu, yang dikhususkan oleh Tuhan, hendaknya kita tetap berpegang teguh pada tujuan atau maksud aturan dan tata tertib dibuat dan diberlakukan, dengan kata lain hendaknya kita lebih berpedoman pada nilai-nilai moral, tidak berhenti pada nilai-nilai hukum apalagi sopan santun. Dengan kata lain sebagai umat beriman hendaknya kita hidup dan bertindak dijiwai oleh iman, sehingga dalam dan dengan semangat iman hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dan buah dari cara hidup dan cara bertindak kita adalah keselamatan jiwa manusia. Demi keselamatan jiwa manusia hendaknya kita tidak takut jika harus melanggar aturan atau tata tertib, karena nilai atau norma moral lebih tinggi atau mengatasi nilai hukum. Secara khusus kami ingatkan para penegak dan pejuang kebenaran di dalam proses pengadilan hendaknya juga lebih mengutamakan keselamatan jiwa manusia, bukan harta benda atau fisik.

·   Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran” (1Kor 5:7-8), demikian peringatan Paulus kepada umat di Korintus, kepada kita semua umat beriman. Kita diajak dan diingatkan untuk berpesta dengan ragi baru, yaitu “kemurnian dan kebenaran”, maka marilah kita saling bekerjasama mengusahakan hidup murni dan benar, yang berarti tidak pernah melakukan sesuatu  yang buruk dan jahat sekecil apapun, sebaliknya dalam hal atau perkara sekecil apapun senantiasa ditanggapi dan dikerjakan dengan cintakasih yang besar. Hendaknya dijauhkan dari kita aneka bentuk kepalsuan dan kebohongan, maklum pada masa kini berkembang begitu pesat aneka bentuk pemalsuan dan kebohongan, antara lain dalam hal makanan, minuman maupun wangi-wangian dst.. Yang mungkin baik kami ingatkan adalah hendaknya kita hidup dan bertindak  sesuai dengan kehendak dan perintah Allah, yang secara konkret dapat kita hayati dengan mengikuti proses kehidupan sesuai dengan karya penciptaan. Hendaknya jangan cepat-cepat kaya atau pandai alias melakukan korupsi, tetapi berproseslah, karena apa-apa yang diperoleh dengan cepat-cepat pada umumnya dengan cepat-cepat pula hilang atau musnah. Kami juga mengingatkan kita semua: jangan terlalu banyak mengkonsumsi aneka makanan dan minuman dalam kemasan atau instant, karena jika anda mengkosumsi terus menerus jenis makanan dan minuman instant atau dalam kemasan tersebut, maka daya tahan tubuh anda lemah dan dengan demikian akan mudah kena penyakit atau cepat mati, tidak umur panjang. Cukup banyak contoh di dalam kehidupan bersama kita dimana orang yang terbiasa mengkonsumsi makanan atau minuman instant mudah jatuh sakit dan cepat mati.

“Sebab Engkau bukanlah Allah yang berkenan kepada kefasikan; orang jahat takkan menumpang pada-Mu.Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan.Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu.” (Mzm 5:5-7)
Ign 10 September 2012

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.