10 Hari di China: Potong Lajur untuk Tiket Forbidden City (31)

< ![endif]-->

SELAMA berwisata di China, jangan pernah berpikir sekali waktu nekat masuk kawasan wisata atau tempat lain tanpa tiket. Barangkali, kita orang Indonesia tak jarang suka ‘gampangke’ alias membuat segala sesuatu bisa ‘diurus’ atau ‘diatur’ kemudian. Prinsip ini sama sekali tak berlaku di China.

Semua tertib menjalani kewajibannya yakni harus membeli tiket masuk. Tanpa tiket, jangan harap bisa masuk, karena salah-salah kita akan berurusan dengan polisi. Dan untuk satu hal ini, sebaiknya jangan.

Tak seperti di Great Wall dimana akses mencari tiket masuk ke areal Tembok Besar China di Badaling boleh dibilang gampang, tiket masuk ke Forbidden City tak gampang didapatkan. Bukan karena tidak ada tiket atau kehabisan, melainkan antrian untuk bisa masuk ke jalur khusus untuk membeli tiket tidak mudah.

Antrian panjang dan lama

Tentu saja, itu terjadi karena antrian sangat-sangat panjang. Padahal, loket pembelian tiket masuk ke Forbidden City tidak hanya satu, melainkan lebih dari 10 pintu.

Antri beli tiket 4 email OK

Namun, di musim panas pada bulan Agustus 2013 dimana sekolah-sekolah libur panjang karena summer, tak ayal semua loket pembelian tiket masuk ke Forbidden City langsung diserbu ribuan pengunjung.

Saya butuh waktu hampir 45 menit hanya untuk bisa membeli tiket masuk ke Forbidden City untuk tiga orang.

Di tengah panas terik matahari yang sangat menyengat, antri di depan pintu loket tiket masuk bersama ribuan orang lainnya yang bernasib sama jelas sangat tidak  menyenangkan. Selain harus berjuang agar tidak pingsan karena dehidrasi, juga pemandangan di kanan-kiri antrian kurang enak dipandang.

Sesekali waktu, saya melihat turis-turis lokal nekat keluar dari barisan antrian dan tiba-tiba saja pindah ‘jalur’ menuju akses keluar namun balik arah menuju pintu loket. Mereka ini tidak tahan antri terlalu lama dan potong kompas langsung menuju loket dan bayar.

Aneh bin ajaib, ketidaktertiban seperti ini tetap direspon oleh petugas tiket.

Loket khusus jual tiket masuk via kaca email OK

Padahal, di tempat-tempat lain seperti loket pembelian tiket subway atau KA, cara potong lajur seperti itu tidak biasa. Polisi akan segera menangkap orang-orang yang tidak tertib ini dan mereka dianggap pengganggu ketertiban umum.

Saya tidak tahu apa yang terjadi di barisan panjang di depan pintu-pintu penjual tiket masuk ke Forbidden City. Kenapa ketertiban umum di sini menjadi sangat lemah? Memang, saat itu saya  tidak melihat banyak polisi berdiri di pintu-pintu tiket masuk. Pun pula satpam juga tidak banyak terlihat.

lajur beli tiket masuk Forbidden City email OK

Sesekali waktu, saya lihat beberapa orang memegang tiket banyak dan  kemudian menjualnya kembali di luar barisan antrian panjang. Apakah mereka ini calo? Saya tidak bisa memastikannya, karena keterbatasan bahasa.

Efisien

Di China –termasuk di Forbidden City—prinsip menghemat kertas demi efisiensi waktu dan mengurangi pemborosan sungguh diterapkan.  Untuk tiga orang, petugas hanya member kepada saya 1 lembar tiket masuk saja. Namun di situ sudah ditulis angka “3” yang menunjukkan tiket itu berlaku untuk tiga orang.

Tiket masuk Forbidden City untuk 3 orang email OK

Begitu pula, kalau jumlah rombongan lebih dari tiga orang; maka mereka akan memberi kita tiket masuk bertuliskan angka tertentu sesuai dengan jumlah orang yang menjadi anggota rombongan kita.

Ketika masuk ke pintu pemeriksaan tiket, petugas hanya akan mencocokkan jumlah anggota rombongan dengan angka yang tertulis di tiket. Serba praktis dan efisien. Tidak buang-buang kertas dengan percuma.

Tiket masuk Forbidden City untuk 1 orang adalah 60 RMB (Yuan)

Tiket masuk Forbidden City bagian dalam email ok

Antrian panjang beli tiket email OK

Photo credit:  Lajur-lajur khusus untuk pembelian tiket masuk Forbidden City (Mathias Hariyadi)

Tautan:

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.