10 Hari di China: Peking Duck (41)

< ![endif]-->

BEBEK Peking adalah sebuah legenda besar di Beijing untuk urusan wisata kuliner paling khas di Ibukota China ini. Rasanya belum lengkap wisata ke Beijing, kalau belum berhasil masuk restoran khusus jualan bebek Peking dan merasakan nikmatnya Peking Duck yang amat terkenal ini.

Tahun 1999, saya mendapat kesempatan enak bisa makan Peking Duck di kawasan Hepingmen. Kata orang-orang di Beijing, resto khusus Peking Duck di tepi jalan besar di Hepingmen inilah yang konon dianggap paling ‘asli’.

Memang iya. Meski resmi menjadi anggota rombongan tamu pemerintah China waktu itu dalam rangka 50 Tahun Kemerdekaan RRC, untuk urusan reservasi tempat kami harus taat prosedur. Menurut protokol yang saya dengar, kami sudah melakukan reservasi setidaknya 4 jam sebelum kedatangan kami. Yang kami pesan, paket Peking Duck lengkap untuk 5 meja. Masing-masing meja berisi 4-5 orang.

Maklum kami rombongan besar dari Jakarta, selain juga ada tambahan official dan petugas protokoler pemerintah RRC yang selalu mendampingi kami.

Alhasil, setelah sedikit bersabar kurang lebih 30 menit, akhirnya rombongan kami bisa duduk manis dan langsung bersiap menikmati sajian khas wisata kuliner paling populer di Beijing: Peking Duck. Karena mayoritas belum pernah makan bebek asli Peking ini di resto Beijing, kami semua jadinya makan sangat kalap pada waktu itu. Hampir-hampir setiap piring yang tersaji di meja kami langsung habis dalam hitungan menit.

“Sekarang ini, harga satu set menu Peking Duck di Hepingmen bisa ratusan ribu Yuan,” kata teman orang Indonesia yang sudah lama tinggal di Beijing. “Selain mahal, juga butuh waktu berjam-jam hanya untuk bisa dapat tempat duduk,” tambahnya kemudian.

“Jadi, sudah lapar di depan toko makin dibuat semakin lapar dengan harus menunggu waktu reservasi bisa berjam-jam lamanya untuk dapat antrian bisa mendapatkan meja dan kursi kosong di Hepingmen,” tandas dia.

Antri Peking Duck  1 email ok

Karena itu, sekarang ini mulai banyak muncul resto-resto khusus penjual Peking Duck di beberapa lokasi di Beijing. Meski boleh dibilang bukan ‘orisinil’ seperti resto Peking Duck aslinya di Hepingmen, beberapa resto bebek Peking seantero Beijing ini tetap saja ramai oleh para pengunjung yang rata-rata gandrung dengan wisata kuliner khas lokal di situ.

Antri mengular

Di Qianmen Street tak jauh dari Qianmen Archade juga ada sebuah resto khusus jualan Peking Duck. Ketika kami pertama kali melihat resto ini, waktu itu hari sudah mulai malam. Kira-kira pukul 20.00 waktu setempat. Cahaya remang-remang di sekitaran Qianmen pedestrian membuat saya tak ngeh akan sebuah pemandangan tidak biasa di depan mata: puluhan dan bahkan mungkin ratusan orang rela antri mengular di depan loket-loket kecil.

“Nah, itu dia resto Peking Duck di sini,” kata Br. Adrian membuka percakapan malam itu.

Benar juga, saya dibuat kaget ketika dijelaskan orang-orang kerumunan itu sudah rela antri berjam-jam hanya untuk bisa makan bebek Peking. Mereka antri beli untuk kemudian paket Peking Duck itu bisa dibawa pulang. “Tapi, jangan harap bisa mendapatkan reservasi meja dan kursi di dalam resto itu. Selalu sudah habis dipesan beberapa jam atau bahkan hari sebelumnya. As always, selalu saja fully booked,” terang bruder asal Indonesia ini.

Saya tidak tahu soal citarasa.

Karena labelnya paling asli, tentu saja referensi saya ya Peking Duck di Hepingmen yang pernah saya cicipi tahun 1999. Karena semua dibayarin pemerintah China, tentu saja soal rasa saya hanya bisa bilang, “lidahku tak mau berhenti bergoyang” alias makan lahap dan kalap.

Nah, soal citarasa Peking Duck di Qianmen Archade ini saya tak bisa omong apa-apa. Beli tidak, apalagi sempat makan di situ. “Harganya masih selangit di sini. Kalau di Hepingmen jelas makin mahal,” terang bruder.Antri Peking Duck 8 email ok

Peking Duck di Bagou

Malam terakhir di Beijing kami isi dengan makan Peking Duck. Bukan di Hepingmen atau di Qianmen Archade, melainkan di Bagou yang berlokasi sedikit keluar dari pusat kota Beijing menuju kawasan teritori sub-urban. Lagi-lagi, kami bisa makan Peking Duck karena ditraktir orang.

Untuk bisa memasuki resto ini, kami sudah harus memesan ruangan setidaknya beberapa jam sebelum kami datang. Rombongan kami berjumlah 6 orang; semuanya “warga kito galo” alias orang-orang Indonesia semua. Kami bertiga turis, sementara tiga lainnya WNI yang sudah beberapa lama tinggal di Beijing.

Kami tidak pesan menu bebek Peking dalam satu set lengkap. Melainkan kami pesan model à la carte yakni pesan di tempat sesuai kebutuhan saat itu. Akhirnya, kami berenam sepakat untuk memilih menu pilihan saat itu yakni:

·        Antri Peking Duck email okRoll daging domba

Ternyata rasanya enak sekali. Dagingnya super empuk dan terbungkus rapi mirip-mirip resoles, namun masih ada sedikit tulang yang menempel di dagingnya. Tidak tercium bau prengus atau amis seperti daging kambing pada umumnya. Karena tekstur dagingnya setelah masak bisa menjadi sangat-sangat lembut dan empuk, kami pun hanya bisa berujar: “Yang ada hanya enak dan sangat enak sekali.”

·        Bir lokal buatan China

Katanya, minum bir itu sangat cocok paduannya dengan makan daging kambing dan juga Peking Duck. Memang benar, bir lokal buatan China ini tidak pahit seperti lazimnya bir yang dijual di Indonesia. Sedikit manis dan tentu saja menyegarkan karena malam hari itu di luaran hawanya terasa sangat garang oleh panasnya temperature musim summer.

·        Sayuran mirip-mirip kacang panjang tapi rasanya sungguh mirip buncis.Peking Duck kulit bebek goreng di Bagou

·        Paket Peking Duck yang terdiri dari beberapa bagian yakni:

1.   Lembaran roti tipis-tipis yang dimakan bareng dengan gorengan kulit bebek dengan ditambah sambal, kecap, acar, dan saus;

2.  Gorengan kulit bebek yang renyah;

3.  Irisan tipis-tipis daging bebek

4.  Sup kaldu daging bebek yang masih menempel di beberapa tulang yang rasanya segar dan teramat gurih.

Memanglah, wisata kuliner dengan menu utama Peking Duck tetaplah enak dicoba dan dirasakan. Meski bukan tempatnya di Hepingmen atau di Qianmen Archade tapi di Bagou, tetap saja yang namanya bebek peking di Beijing itu jauh lebih enak dan renyah dibanding menu Peking Duck di tempat lain.

Apalagi, lagi-lagi makan Peking Duck dengan sajian utama berjudul: gratis karena ditraktir orang Indonesia yang tinggal di Beijing.

Peking Duck paket makan di Bagou

Photo credit: Antrian mengular untuk membeli paket Peking Duck di Beijing dan menu paket Peking Duck di Bagou, Beijing (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.