10 Hari di China: Kreativitas dan Keunggulan Kompetitif China (42)

< ![endif]-->

KATA orang bijak dulu, bergurulah sampai ke China. Ini ada benarnya, kalau kita bicara tentang kreativitas orang-orang China di RRC. Terutama kreativitas menciptakan barang-barang baru dengan lebih efisien dan biaya jauh lebih murah.

Nah, mau cari barang apa saja di RRC pasti ada. Gadget elektronik seri mutakhir pasti ada. Malah bisa dijual bebas di toko-toko resmi secara legal pula. Jadi, kalau mau mencari produk elektronik  modern dalam komunikasi modern namun harga miring, maka di China inilah tempatnya yang paling oke.

Itu tadi yang mau saya sebut dengan ‘kreativitas’ menciptakan barang dari yang semula tidak ada menjadi ada. Dan proses produksi itu dikerjakan secara efisien dengan biaya produksi jauh lebih murah.

Keunggulan kompetitif

Ketika perkara tentang kreativitas itu saya tanyakan kepada orang Indonesia yang telah tinggal selama 18 tahun di RRC, dengan enteng dia berujar begini: “Bukan China namanya, kalau tidak bisa meniru atau menjiplak semua barang produksi luar negeri,” kata dia.

Soal jiplak-menjiplak ini, China adalah nomor satu. Di Indonesia, misalnya, sudah beberapa waktu lamanya kita juga memakai produk sepeda motor China –hasil tiruan Jepang—walau dalam pemasarannya terkesan belum sehebat produk otomotif Jepang. Namun, sepeda-sepeda motor elektrik produksi China kini mulai membanjir pasar-pasar Indonesia.Peugeot 1 email ok

Bahkan, seperti di pedalaman Agats  Papua pun, kini orang lebih banyak suka menggunakan sepeda motor listrik non BBM (bensin) produksi China.

Di China, kata orang Indonesia yang sudah malang melintang di Beijing itu tadi, meniru atau menjiplak adalah hal yang legal; bukan merupakan tindakan pelanggaran hukum. Itulah sebabnya, dulu terjadi konflik kuat antara Amerika Serikat yang sangat peduli tentang intellectual property right dengan China yang sama sekali tidak peduli dengan urusan satu ini. Yang satu bicara tentang perlindungan hak produsen, yang lain bicara tentang keunggulan kompetitif yakni bisa memroduksi barang sama dengan kualitas sedikit lebih renda dan biaya yang sedikit.

Inilah kreativitas China.

Aneka kendaraan

Dalam hal bagaimana memanfaatkan aneka sarana moda transportasi darat, nah China ini punya kreativitas yang sangat menawan. Boleh dibilang hanya di China ini, saya menemukan aneka jenis kendaraan bermotor aneka bentuk dengan fungsi yang berbeda-beda. Juga gerobag dorong atau malah kereta dorong listrik untuk moda transportasi angkutan barang dalam jumlah banyak.

Kali lain, saya malah melihat sebuah sedan super kecil. Karena terlihat sepintas, saya tidak bisa memastikan apakah sedan super mini memakai BBM bensin atau solar; atau malah jangan-jangan memakai sumber tenaga dari aki, gas, atau malah listrik.Mobil kecil roda tiga email ok

Di jalanan kampung di pusat Ibukota Beijing, aneka jenis kendaraan yang aneh-aneh juga sering terlihat melintas. Saya senang melihat hasil kreativitas China ini. Terutama kemampuan dan ambisi besar mereka  memanfaatkan keunggulan kompetitif  yakni kemampuan  menciptakan barang dengan biaya lebih rendah dibanding barang sama produksi negara asing.

Soal, gadget teknologi komunikasi modern jangan ditanya lagi. China juga punya tablet dan HP produksi sendiri menyaingi produk berkualitas keluaran terakhir dari Korea (Samsung) dan Amerika Serikat (iPad).

Citroen 2 email okMobil pun demikian. Produksi mobil Jerman VW yang banyak dipakai untuk moda transportasi taksi umum juga banyak mengalami modifikasi. Sekilas memang seperti tampak Peugeot 405 STI –sedan produksi pabrikan otomotif Perancis. Ternyata, kesan saya sekilas itu salah: sedan taksi ini produksi Jerman, namun tampilan menjadi sangat China.  Sedan produksi Eropa tapi citarasa pemandangannya China.

Begitu pula sedan-sedan berkelas lainnya seperti Citroen atau Peugeot. Beberapa masih tetap  mempertahankan design asli buatan Perancis sana. Namun, di beberapa jalan kecil di gang-gang, saya melihat Citroen dengan citarasa China yang begitu khas.

Photo credit: Berbagai kendaraan aneh-aneh di China (Mathias Hariyadi)

Tautan:

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.