10 Hari di China: Jangan Sekali pun Pernah Berurusan dengan Polisi (32)

< ![endif]-->

INI nasehat praktis yang saya dengar di Kedutaan Besar RI di Beijing, saat kami bertiga mampir bersilahturami dengan para diplomat kita di sana. Meski bukan merupakan sebuah pernyataan resmi, namun lebih sebagai ‘nasehat’ atau ‘wanti-wanti’ dari mereka yang benar-benar tahu kondisi lapangan di Ibukota China ini.

“Wis Mas, pokoke ojo nganti duwe po gawe urusan karo polisi Beijing,” begitu kata mereka kepada saya yang waktu itu nongkrong ngobrol di sebuah sudut di KBRI Beijing.

Intinya, teman-teman di KBRI Beijing ini menasehati kami bertiga agar jangan berbuat ‘jahat’ atau melakukan kesalahan fatal seperti pelanggaran hukum apa pun hingga akhirnya harus berurusan dengan polisi. “Sudahlah, pokoknya jangan sampai ada urusan dengan polisi,” kata mereka dengan mimik serius.

Ucapan bernada mewanti-wanti ini diucapkan tidak sembarangan. Dia tidak sedang berkelakar atau membuat jokes, melainkan dari pengalamannya hidup di Beijing lebih dari 18 tahun. Jadi, dia tahu betul risikonya kalau akhirnya harus berurusan dengan polisi karena pelanggaran hukum.

Tentara baris 4 email ok

Dipermak abis

Bapak dua orang anak ini lalu memberikan beberapa tips praktis di China agar jangan pernah sekali pun berurusan dengan polisi. Itu karena polisi di China punya sikap tegas. Mereka tidak akan pandang bulu dalam melakukan proses verbal untuk melakukan penyidikan atas perkara pelanggaran  hukum dalam bentuk apa pun.

“Entah itu turis asing atau warga lokal, kalau salah ya digaruk (ditangkap),” kata dia.

“Sanksi apa lagi?,” tanya saya dengan penuh penasaran.

“Ya …mau apa lagi, kalau tidak dipermak sekalian,” jawabnya enteng namun tegas.

Sudah jelas di sini, permak dalam bahasa polisi berarti ‘digebukin’. Ini persis sama ketika Indonesia belum menapaki tahun-tahun reformasi dimana penyiksaan fisik amat mewarnai proses penyidikan polisi terhadap oknum-oknum kriminal.

Di China, ketika hukum menjadi panglima dan kepastian hukum dipandang sangat krusial untuk penataan sosial yang lebih mantap dan stabil, sangat bisa dimengerti bahwa permak tubuh menjadi bagian penting dari upaya menimbulkan efek jera terhadap pelanggar hukum.

Tentara China baris 2 email OK

Jangan mulai

Berikut ini beberapa tips ‘wanti-wanti’ agar sebagai turis asing kita jangan sampai berurusan dengan aparat penegak hukum (polisi) di China.

  • Jangan pernah mulai memukul, mendorong, meninju

Kontak fisik karena terdorong oleh emosi yang tidak terkontrol dengan cara meninju, memukul dan lainnya menjadi alasan bagi aparat penegak hukum untuk memproses ‘kejahatan’ yang kita lakukan. “Karena itu, di China mereka boleh berteriak-teriak adu mulut, tapi lihat tak satu pun berani memulai kontak fisik,” terang bapak di KBRI Beijing ini.

Yang memulai kontak fisik, itulah yang salah. “Apa pun motif dan latar belakang hingga dia melakukan pukulan pertama itu,” tambah dia.

  • Tegas dan tanpa pandang bulu2.      

Sikap aparat penegak hukum di China jelas: tegas dan tidak (pernah) pandang bulu dalam melakukan proses penyidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran hukum. Karena itu, seperti yang kami alami sendiri, nyaris tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban umum di jalanan, pasar, pusat-pusat wisata. Sekalipun ribuan orang berjubel, namun saya tak pernah melihat ada orang gontokan, tawuran, atau menganggu orang lain.

“Coba kalau lihat cewek berbusana musim panas. Serba minim dengan tank-top dan celana hot pants nyaris sampai pangkal paha…Nah, kalau cewek itu ada di Indonesia, sudah pasti akan digilir orang untuk diperkosa. Di China, kasus pelecehan seksual dan tindak perkosaan jarang terjadi,” kata bapak itu.

Perempuan China berpakain norak di Tiananmen Square email ok

Orang tidak berani ambil risiko bisa dipermak habis lantaran sembrono dalam pergaulan sosial seperti itu.

  • Waspada terhadap segala kemungkinan3.      

Di lokasi-lokasi wisata, banyak intel polisi bersliweran dimana-mana. Mereka banyak yang berpakaian preman alias reserse-reserse ini bekerja memonitor situasi dari jarak dekat dengan sistem ‘penyamaran’.

Nah, siapa sangka kalau tiba-tiba seorang pedagang keliling digelandang oleh dua pria berbadan kekar ketika dia nekad menjajakan barang dagangannya di pedestrian di kawasan Qianmen. Atau, para pedagang asongan yang tiba-tiba berlarian tunggang langgang begitu tahu ada mobil patroli polisi datang menyatroni mereka.

Jadi, prinsip kerja para penegak hukum ini: segera bertindak sebelum segala sesuatu terjadi. Preventif adalah cara kerja mereka.

  •    ‘Alergi’ terhadap media asing4.    

Pemerintah China dikenal sangat ‘alergi’ dengan media asing, sejak peristiwa Tiananmen beberapa tahun silam hingga berakhir dengan anti-klimaks diberlakukannya jam malam di Beijing. Karena itu, mencari visa ke RRC dengan identitas wartawan/pers sangat susah, kecuali ada undangan khusus dari Departemen Luar Negeri RRC atau ikut rombongan kenegaraan.

Maka dari itu, jangan heran kalau tiba-tiba saja kita merasa dikuntit orang tak dikenal dan kemudian memotret wajah kita.

Saya mengalaminya di sebuah dapur di bawah tanah di sebuah hostel, ketika kami tengah asyik berbincang-bincang dengan seorang turis lokal China dari Shanghai tentang kondisi politik internasional. Kami ngobrol santai hanya karena punya minat sama saja.

Tiba-tiba tanpa ba-bi-bu, seorang pemudi dengan ransel bergerak sangat cepat dan memfoto wajah saya dan dalam sekejap langsung pergi dan hilang dari pandangan mata.

Tentara China baris 1 email OK

Kami terperanjat dan menjadi agak kikuk menghadapi suasana seperti itu. Saya kejar gadis anonym yang misterius itu sampai ke lobby hostel….

Gone with the wind alias bablas entah pergi sampai mana ya tak tahu.

  •   Jangan mengganggu orang dan apalagi melakukan pelecehan5.     

Di China orang terkesan boleh berpakaian model kayak apa. Apalagi di musim panas, mereka cenderung berpakaian minim saking gerahnya udara. Orang sama sekali tidak canggung atau malu berpakaian serba minim –dan kadang juga terlalu norak karena gak matching—di tempat-tempat umum. Naik subway, pakaian seadanya. Begitu pula jalan kaki di keramaian.

Saya suka saja melihat pemandangan itu. Tapi menyentuh atau menyenggol, ya sebaiknya jangan!

Photo credit: Tentara China berjalan dalam formasi baris di Tiananmen Square (Ilustrasi/Mathias Hariyadi)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.