10 Hari di China: Ini Teh Asli China Tiada Duanya (35)

< ![endif]-->

DI dunia marketing dan sales, promosi itu nomor satu. Kalau perlu, konon bisa  ditambahi imbuhan informasi yang sedikit heboh ya tidak apa. Nah, soal metode berjualan dengan sedikit imbuhan cerita sana-sini itu saya alami di Ibukota Beijing, ketika bersama empat orang teman seperjalanan ke Great Wall  kami dibawa oleh guide lokal menuju sebuah toko khusus jualan teh China.

Kata dia, “Inilah satu-satunya toko teh asli China yang tiada duanya.”

Jelaslah, mana ada kecap nomor dua. Semuanya ingin memasang slogan: inilah kecap nomor satu.

Bicara soal teh asli China ini, teman guide ini dengan kokohnya bilang, begitu Anda minum aneka macam teh khas dan asli China, maka bak bunyi sebuah iklan lawas “lidah Anda pun tak berhenti bergoyang”. Alias merasakan nikmatnya aroma dan citarasa teh super asli Tiongkok.

Ruang minum

Bersama Jade dan temannya asli Belgia, kami bertiga dibawa ke sebuah bilik kecil dimana akan diperagakan cara tradisional Tiongkok dalam mengemas minuman the. Sekaligus juga akan dipertontonkan cara tradisional khas China minum teh.

Oleh seorang gadis peraga –lengkap dengan buasana cheongsam warna merah diimbuhi gincu tebal di bibirnya—akhirnya dua ekspose cara ‘memasak’ teh dan meminumnya tersaji di depan kami. Lazimnya di dunia marketing, promosi adalah nomor satu maka gadis ini dengan sebakul omongan ingin memesona kami berlima agar memperoleh kesan di sinilah tersaji teh-teh berkualitas nomor satu di China.

toko dr tea beijing china email ok

Memanglah, kami dibuat senang dengan minum teh enak gratis empat jenis di bilik saji ruang teh. Awalnya kami disajikan ramuan jasmine tea dengan citarasa enak bercampur wangi. Kemudian tersaji jenis teh lain  dan kemudian jenis lain lagi hingga akhirnya teh jenis keempat mampir di mulut kami. Namanya fruit tea.

Rasa teh jenis keempat ini memang ramai sekali. Ada rasa manis, sedikit kecut, aroma wangi, dan semerbak harum. Kata gadis penyaji ekspose ini, fruit tea dibuat dari aneka macam buah-buahan khas China untuk dikeringkan dan kemudian dicampur dengan teh. Cukup disedu dengan air panas, maka fruit tea pun tergelar siap saji di meja makan.

Saya menikmati teh enak ini, sekalipun terkesan terlalu manis buat lidah saya. “Très sucré,” kata saya mengajak bicara dengan turis Belgia yang guru bahasa Perancis ini.

Namun tak apalah manis, karena ini gratis maka saya pun main sruput sampai 3-4 gelas sloki kecil.

Pee boy

Gadis Beijing penyaji teknik meramu teh itu memang piawai berjualan. Selain tangkas memamerkan teknik mengolah teh dan kemudian menyajikannya di sloki-sloki kecil, dia juga pintar berdagang. Sejak awal, saya sudah ‘curiga’ jangan-jangan di akhir ekspose teh ini akan ada sesi jual-beli paket-paket the.

Benar juga. Untuk menarik atensi para turis asing, gadis manis ini membuat kejutan. Ia menaruh segelas teh panas dan kemudian menuangkannya dalam kotak berupa patung cilik seorang bocah lelaki telanjang. Apa lacur? Begitu teh panas itu masuk ke ‘badan’ patung bocah lelaki ini, mendadak sontak bocah cilik telanjang ini langsung pipis tak terkendali.

Saya terbahak-bahak, melihat reaksi keempat teman perempuan yang tiba-tiba dibuat terhenyak oleh semburan ‘air kencing’ patung bocah cilik ini. Benar, dia memang kencing air teh.  Akhirnya keterkejutan mereka berganti dengan gelak ketawa. Apalagi kemudian, kami disuguhi teh ‘air kencing’ ini.

Enak juga ha…. Yang aneh, adegan bocah cilik kencing air teh ini tidak berhasil  dipertontonkan ketika patung bocah cilik itu dialiri air teh dingin. “Harus air panas,” kata gadis China ini.

“Ini namanya pee boy,” ujarnya mengakhiri demo kencing air teh ini.

Botol 200 RMB

Di akhir sesi ekspose peragaan membuat teh dan kemudian cara penyanyiannya, gadis China ini kemudian membuat ekspose lain yakni paket-paket teh super khas China yang bisa dibeli di sini. Jadi keempat jenis teh yang sempat dia peragakan itu siap tersaji untuk dijual di toko.

Harganya bervariasi. Mulai dari 300 RMB sampai 600 RMB. Harga yang terlalu tinggi untuk sebuah paket teh terutama bagi saya yang sesekali  saja minum teh. Bahkan kata Jade yang asli China dari Shanghai ini, harga itu terlalu mahal untuk orang China yang suka minum teh sekalipun.dr tea email ok

Maka dari itu, gadis China yang semula tampil super pede menjajakan teh super asli China tiada duanya ini tiba-tiba langsung ngedrop tekanan suaranya begitu tahu kalau Jade ini ternyata ‘wong kita galo’ alias sama-sama orang China. Dari lensa tustel, saya dengan jelas bisa menyaksikan irama bahasa tubuh yang mulai kehilangan rasa percaya diri ini.

Apalagi, ketika dia menawarkan sebuah botol minuman khusus untuk membuat air teh seharga 200 RMB. Kami bergeming mendengar ‘ocehan’ jualan gadis ini. Apalagi Jade yang sebagai turis lokal tahu persis dimana bisa membeli teh-teh khusus itu di seluruh penjuru Tiongkok.

Alhasil, di ujung peragaan minum teh, gadis itu tiba-tiba berani ‘banting harga’.  Botol minuman khusus itu dia mau jual hanya 100 RMB saja. Konon, katanya, best price untuk Anda sekalian!

Waduh. Kok bisa ya? Hanya dalam hitungan 1 menit, harga yang sedemikian melambung langsung ngedrop pada titik terendah: hanya 100 Yuan saja.  Meski demikian, tak satu pun dari kami berlima tertarik dengan promosi dadakan ini.

Hanya Jade yang akhirnya membeli dua paket teh istimewa itu.

dr tea 4 email okSing ada lawan

Pertanyaan saya, benarkah hanya di toko ini  tersedia teh-teh super yang sing ada lawan ini sementara di lain tempat tidak ada? Awalnya, saya ‘termakan’ omongan sang guide yang dengan pede-nya bicara kalau sudah minum the di sini, maka  Anda takkan merasa citarasa teh lainnya yang lebih enak dibanding toko satu tak jauh dari Olympic Park ini.

Kalau pun itu benar, paling-paling saya hanya bisa mengiyakan kebenaran itu berkat sebuah foto besar di depan toko ini. Di situ tersaji foto pemimpin China saat itu Jiang Zhemin yang tengah menjamu Ratu Elisabeth II dari Inggris menikmati acara minum teh bersama di toko ini.

Mungkin sebagai toko teh yang populer di Beijing, klaim seperti itu ada benarnya dan memang masuk akal. Terutama kalau membayangkan ada Ratu Inggris bersama Ketua PKC China Jiang Zhemin duduk bersama minum teh di toko ini.

Tapi klaim bahwa teh-teh berkualitas hanya ada di situ, jelas itu meragukan. Soalnya, di jalanan kecil di rentetan toko-toko kecil di Qianmen saya juga  melihat warung-warung khusus berjualan teh dengan slogan sama: Inilah teh nomor satu di China.

Memanglah, kecap selalu nomor satu. Tidak boleh ada yang nomor dua.  Di Beijing pun sama. Dimana-mana setiap toko khusus berjualan teh selalu pasang plang papan nama yang kurang lebih berbunyi: ini adalah teh khusus China nomor satu. Pokoke, sing ada lawan!

Photo credit: Demo membuat teh super asli China di Beijing (Mathias Hariyadi)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.