10 Hari di China: Great Wall of China, Perspektif Sejarah (34)

< ![endif]-->

NAMA resminya adalah Great Wall of China dan kita sering menyebutnya Tembok Besar China. Pertama-tama marilah kita bertanya terlebih dahulu, mengapa tembok yang membujur panjang ribuan kilometer jauhnya ini dinamai Tembok Besar.

Benteng terpanjang di dunia

Tembok Besar China dalam beberapa hal memang nomor satu di dunia ini. Sebut saja panjangnya yang mencapai ribuan kilometer yang menurut data tak kurang dari 21.196 km. Letaknya di atas ketinggian yakni membujur memanjang menyusuri tekstur tanah perbukitan dan pegunungan.

Dibangun pertama kali pada abad ke-7 Sebelum Masehi, Tembok Besar China berarti benteng terpanjang dan tertua dengan posisi letak tertinggi di  dunia. Karena itu, UNESCO juga menetapkan Tembok Besar China ini sebagai cagar budaya yang mesti dilestarikan dan dijaga keasliannya.

Musuh dari Utara

Konon, motivasi dasar Kaisar China yang memerintahkan rakyat Tiongkok pada zaman baheula dulu membangun Tembok Besar China adalah alasan keamanan. Guna melindungi kekuasaan monarki di Tiongkok dari aneka gangguan dan serbuah musuh dari luar, otoritas Tiongkok pada waktu itu memandang perlu agar “kawasan dalam” ini bisa diproteksi dari aneka serangan militer dan gangguan keamanan.

Musuh Tiongkok pada zaman itu tentu saja kawasan orang nomaden dari Utara yang dikenal punya daya juang tinggi serta keperkasaan yang unggul. Orang dengan mudah akan menujuk kawasan Utara Tiongkok itu tak lain adalah Mongolia.

Tembok Besar China dari bawah lapangan parkir email ok

Kaum Mongol sejak dulu dikenal sebagai bangsa pengembara (nomaden) yang tangguh. Para perwira Mongol adalah pria-pria perkasa yang mahir berperang. Bahkan, Raja Mongol Khubilai Khan konon pernah mengirim utusan khusus ke Kerajaan Singosari di Jawa Timur untuk membicarakan kontrak-kontrak politik.

Melihat sejarah masa silam seperti itu, sangat masuk akal bila keberadaan suku pengembara Mongol dari Utara menjadi ancaman serius bagi keamanan di Tiongkok. Itulah sebabnya di kemudian hari dibangunlah bangunan tembok dari ujung barat sampai ke timur dengan jangkauan wilayah meliputi ribuan kilometer dengan maksud satu: membendung arus serangan kaum Mongol.

Ketika konstruksi pertama dimulai pada abad ke-7 SM, tentu saja panjang Tembok Besar China tidak seperti sekarang ini. Yang ada sekarang ini merupakan hasil pembangunan berulang-ulang: mulai dari sepersekian kilometer dan kemudian bertambah dan bertambah lagi hingga akhirnya mencapai jarak sepanjang seperti yang ada sekarang ini.

Sejarah mengenang ide besar Kaisar Tiongkok pertama bernama  Qin Shi Huang yang paling antusias menyelesaikan projek pembangunan benteng memanjang ini selama kurun waktu tahun 220-206 SM. Berikutnya, projek pembangunan diteruskan oleh para kaisar lain dari Dinasti Ming.

Sekarang ini, jejak kerja raksasa membangun benteng panjang itu eksis dari kota Shanhaguian di sisi paling timur China menuju kawasan Top Lake di sisi paling barat China. Benteng ini membujur memanjang persis di garis paling selatan dari wilayah Mongolia.

Kaisar dari Dinasti Ming berhasil menyelesaikan pembangunan benteng sepanjang hampir 8.850 km yang terdiri dari beberapa unit bangunan. Yakni, sepanjang 6.259 km tembok, 359 km parit-parit dan 2.232 km bangunan lain berupa benteng-benteng pertahanan.

Teknologi pembangunan benteng

Tiongkok pada era pemerintahan raja-raja vassal ada masa-masa kegelapan dimana banyak terjadi perang tanding antara pasukan raja-raja vassal. Mereka saling berebut pengaruh dan kekuasaan atas wilayah tertentu. Guna membentengi diri dari sebuah raja vassal musuhnya, maka dibangunlah tembok-tembok mengelilingi istana.

Tembok Besar China panorama ke bawah lapangan bendera email ok

Dengan demikian, China sejak era sebelum masehi sudah  mahir dalam konstruksi pembangunan benteng pertahanan. Itu terjadi kira-kira pada abad 8 sampai abad 5 sebelum Masehi. Pada kurun waktu sepanjang tiga abad inilah sering terjadi perang saudara antara pasukan raja vassal yang menguasai wilayah Qin, Wei, Zhao, Qi, Yan dan Zhongshan. Masing-masing raja vassal akan membangun bentung pertahanan guna menangkis secara preventif kemungkinan serangan musuh dari wilayah kekuasaan lain.

Menyatukan seluruh wilayah Tiongkok

Sekali waktu, terjadilah peperangan maha dahsyat antara raja-raja vassal sehingga di akhir cerita muncullah satu raja vassal yang paling kuat dan perkasa. Dia adalah Raja Qin Shi Huang yang kemudian memproklamirkan dirinya sebagai Raja Utama atau Kaisar dan membawahi seluruh raja-raja vassal yang sudah menyatakan tunduk takluk kepadanya.

Peristiwa ini terjadi pada tahun 221 SM, ketika akhirnya Kaisar Qin Shi Huang menyatakan dirinya sebagai Kaisar Tiongkok dan membangun wangsa/dinasti baru bernama Qin. Salah satu langkah yang dia lakukan adalah merombak dan merobohkan semua benteng di masing-masing wilayah agar proses menyatukan Tiongkok menjadi satu unit kekuasaan pemerintahan di bawah Kaisar China bisa terwujud.

Guna menahan serangan musuh dari utara yakni kaum Xiongnu, Kaisar memerintahkan agar segera dibangun perpanjangan tembok benteng di wilayah utara. Sayangnya, tidak ada catatan sejarah tentang bagaimana proses kontruksi ini dilakukan, termasuk sampai berapa panjang tembok berhasil dibangun. Bukti-bukti forensik juga sudah makin hilang, karena banyak tembok asli buatan abad ke-8 SM sudah runtuh atau malah hilang jejak.

Jumlah korban jiwa dalam proses pembangunan benteng memanjang ini juga tidak ada. Namun para sejahrawan yakin, kalau yang meninggal dalam proses kerja rodi ini mencapai ratusan ribu manusia dan bahkan ada yang berani menaksir angka lebih fantastis: jutaan orang mati.

Tembok Besar China panorama bawah vertikal email ok

Proses pembangunan tetap berlanjut pada masa berikutnya atas perintah Kaisar Han dan Sui.

Yang menarik, para kaisar dari Dinasti Tang dan Song sama sekali tidak berminat mengurusi projek ambisius ini. Barulah ketika Liao, Jin dan dinasti Yuan berkuasa di kawasan China Utara proses pembangunan Tembok Besar menggeliat kembali.

Konsep pembangunan Tembok Besar China kembali bergairah ketika muncul Dinasti Ming ke tampuk kekuasaan pada abad ke-14. Meski demikian, keberadaan benteng tembok raksasa yang membujur memanjang dari barat ke timur ini juga tak membuat dinasti Ming berhasil memadamkan api pemberontakan oleh Kaum Qirats dalam Perang Tumu dan tak berhasil menguasai wilayah Manchuria dan Mongolia.

Konon atas kehebatan Tembok Besar China ini, misionaris Jesuit dari Italia Pastur Matteo Ricci (1552-1610) sampai menulis kata-kata sebagai berikut: “Tidak ada yang lebih menakjubkan dari keberadaan tembok benteng yang membujur memanjang hingga ratusan kilometer jauhnya” (Louis J. Gallagher terbitan tahun 1953).

Sejumlah ‘Pass’

Untuk bisa memasuki kawasan Great Wall of China, pemerintah RRC menyediakan setidaknya beberapa akses jalan utama untuk bisa ke sana.

·        North Pass di Juyongguan atau lebih dikenal dengan sebutan Badaling (baca: Pataling)

·        West Pass di Juyongguan yang berada di bagian barat

·        Shanhaiguan di bagian timur.

·        Wangjinglou di Jinshaling yang dikenal punya 67 menara pengintaia di atas ketinggian 980 meter di atas permukaan air laut.

·        Mutianyu di tenggara Jinshanling yang menghubungkan Juyongguan Pass di wilayah Barat menuju Gubeikou di wilayah timur. Kawasan ini mengalami kerusakan parah selama terjadi Revolusi Kebudayaan oleh Ketua Mao.

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.