Yosia, Raja Belia (2)

(sambungan)

Anak muda belia menjadi raja sejak kecil. Ia berdiri di tampuk kekuasaan tertinggi, memegang kendali atas negerinya. Semua orang menghormati dan melayaninya, sebagai raja ia pasti tidak berkekurangan. Bagaimana mungkin ia bisa tetap hidup lurus, tidak menyimpang ke kanan dan ke kiri dan terus melakukan hal-hal yang benar? Saya yakin Yosia mengerti bahwa meski ia memegang jabatan sebagai seorang raja, tetapi ia tahu bahwa ada Raja yang lebih tinggi dari dia yang harus ia patuhi, seperti halnya bapa leluhurnya Daud. Dia memang raja yang memerintah rakyatnya, tapi ada otoritas yang jauh lebih tinggi di atasnya yang kepadaNya ia harus menundukkan diri. Tanpa pemikiran seperti itu rasanya sulit seorang anak muda bisa tampil benar dan hidup dengan/dalam kebenaran saat sedang punya kuasa tinggi di dunia. Jangankan anak muda yang jadi raja, lihatlah orang-orang dewasa yang kekuasaannya jauh lebih rendah tapi tidak malu menunjukkan perilaku-perilaku yang sangat bertentangan dengan ketetapan Tuhan. Korupsi, kesombongan, gaya hidup mewah, besar omong, gemar berbohong, banyak gaya, semua mereka pertontonkan di depan masyarakat tanpa ada sedikitpun rasa malu. Yosia memberikan sebuah keteladanan yang sangat luar biasa, yang tentunya akan berguna bagi perbaikan diri kita apabila sudah terlanjur jatuh, dan akan sangat bermanfaat pula bagi para anak muda yang baru mulai membangun hidupnya secara benar.

Bagi teman-teman yang masih berusia muda belia, mulailah hidup lurus dari sekarang. Jangan menunda lagi dan terus terlena dalam gaya hidup dan nafsu dunia anak muda di jaman modern seperti sekarang ini yang penuh dengan berbagai bentuk penyesatan. Ada begitu banyak tawaran dan godaan yang akan terlihat menyenangkan tetapi sesungguhnya sangat berbahaya untuk dicoba. Obat-obatan, pengaruh seks bebas, berbagai pesta yang penuh perilaku buruk hingga tindak-tindak kriminal, semua itu merupakan godaan-godaan yang bisa menyesatkan bahkan membinasakan sejak di usia muda. Jangan pernah buka celah bagi iblis untuk masuk, karena iblis tidak pernah peduli berapapun usia kita.

Kepada Timotius yang juga pada saat itu masih muda, Paulus pun memberi sebuah pesan yang sama yang baik untuk diingat oleh teman-teman yang masih muda. “Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni.” (2 Timotius 2:22).

Kita tidak tahu berapa panjang umur kita. Kita pun tidak tahu kapan akhir jaman akan datang. “Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32). Tidak satupun juga yang tahu kapan masa dan kesempatan hidup kita di dunia ini akan berakhir. Jika kita tidak bersiap sejak sekarang, bisa jadi penyesalan akan datang pada saat yang terlambat. Seperti Yosia, jadilah teladan sejak muda. Begitu pula bagi kita semua yang mungkin sedang berada pada posisi pemimpin, jadilah pemimpin yang mencerminkan keteladanan Kristus. Jangan salah gunakan posisi yang dipercayakan Tuhan pada diri anda saat ini, tapi muliakanlah Tuhan dengan itu. Didik dan bimbinglah anggota anda dengan jujur dan lurus. Demikian pula anak-anak yang sudah dipercayakan Tuhan kepada anda. Bimbinglah mereka menurut jalanNya. “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu.” (Amsal 22:6). Sebagai orang tua, jadilah pahlawan dengan “busur panah” yang baik untuk mengarahkan “anak-anak panah” anda ke arah yang benar, seperti yang diingatkan dalam Mazmur 127:4. Jika anda masih baru mulai menata hidup, tatalah dengan sebuah tatanan menurut ketetapan Allah sejak semula agar anda tidak perlu membuang waktu kelak untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan yang terlanjur terjadi. Mari kita semua mulai mengambil komitmen untuk hidup lurus, benar di mata Tuhan tanpa memandang berapapun umur kita saat ini.

Berapapun umur kita, hiduplah sesuai firman dan jadilah saksi Kristus yang benar

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: