Yesus, Yang Terluka Yang Menyembuhkan

gregRabu, 3 September 2014 PW St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja 1Korintus 3:1-9; Mazmur 33:12-15.20-21; Lukas 4:38-44 KEMARIN kita merenungkan wibawa dan kuasa Yesus. Hari ini, kita masih berjumpa dengan Kristus yang penuh wibawa dan kuasa menawarkan pemerdekaan kita. Ia selalu siap menopang persoalan hidup kita. Maka kita pun dengan merdeka bisa membawa persoalan-persoalan […]

greg

Rabu, 3 September 2014
PW St. Gregorius Agung, Paus dan Pujangga Gereja
1Korintus 3:1-9; Mazmur 33:12-15.20-21; Lukas 4:38-44

KEMARIN kita merenungkan wibawa dan kuasa Yesus. Hari ini, kita masih berjumpa dengan Kristus yang penuh wibawa dan kuasa menawarkan pemerdekaan kita. Ia selalu siap menopang persoalan hidup kita.

Maka kita pun dengan merdeka bisa membawa persoalan-persoalan kita kepada-Nya. Pada-Nya kita menemukan sosok pribadi yang mampu dan terus terbuka menyertai kita dalam menghadapi kesulitan, penderitaan dan penyalikit kita.

St. Lukas mewartakan bahwa Yesus menghadirkan Sabda Allah dan menyembuhkan banyak orang lahir batin. Yesus menyembuhkan ibu mertua Simon Petrus seketika, tentu saja, itu berkat doa Simon Petrus. Yesus juga tidak pernah menolak siapa pun yang akan menjumpai mereka. Bahkan di saat-saat Ia sendiri hendak beristirahat, tetap saja Yesus menyambut mereka dengan tangan terbuka.

Di sini kita berjumpa dengan Yesus yang mengutamakan kemanusiaan melebihi segala yang lain. Belarasa-Nya kepada umat manusia memyatakan kedalaman kasih Allah serta kepedulian-Nya kepada siapapun yang membutuhkan perhatian.

Syukur kepada Allah tak seorang pun yang yang datang kepada-Nya dikecewakan. Yesus selalu menyatakan wibawa dan kuasa sabda-Nya yang menghadirkan Kerajaan Allah yang diwartakan-Nya.

Yesus datang untuk memerdekakan kita dari kejahatan, dosa, dan daya kuasa setan. Ia tidak pernah lelah mendengarkan dan menjawab doa-doa kita. Bahkan, Ia selalu siap menganugerahkan segala rahmat bagi siapa pun yang mencari-Nya dengan kesungguhan hati.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita belajar untuk mengimani Yesus Kristus yang kita imani sebagai Sang Penyembuh kehidupan pribadi, keluarga, dan komunitas kita. Marilah kita menyembah Dia dengan penuh iman. Dengan menyembah-Nya, kita juga mengimani Kristus. Ia tidak akan pernah mengabaikan setiap kesulitan kita. Dari pada-Nya-lah kita menerima segala kekuatan untuk terbebaskan dari segala beban hidup ini.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Penyembuh dan Pembebas kami dari segala kesulitan, kejahatan, dan penyakit. Kami percaya kepada-Mu tak satu pun beban dan kesulitan yang tak terpecahkan. Semoga kami dapat secara merdeka melayani Engkau dengan sukacita serta mengasihi-Mu dan melayani serta mengasihi sesama dengan rela, kini dan sepanjang masa. Amin.

Girli Kebon Dalem

»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•Đǎlєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Santo Gregorius Agung (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply