Yesus, Tuhan Hari Sabat

sabathSabtu 6 September Hari Biasa Pekan XXII 1Korintus 4:6b-15; Mzm 145:17-21; Lukas 6:1-5 “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Lukas 6:5) OMONG-omong tentang hari Sabat saya punya pengalaman unik.  Suatu hari, di hari Sabat, di sebuah hotel di Yerusalen, setelah sarapan saya mau kembali ke kamar. Saya sengaja mau mencoba lift Sabat. Di sana, […]

sabath

Sabtu 6 September
Hari Biasa Pekan XXII
1Korintus 4:6b-15; Mzm 145:17-21; Lukas 6:1-5

“Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Lukas 6:5)

OMONG-omong tentang hari Sabat saya punya pengalaman unik.  Suatu hari, di hari Sabat, di sebuah hotel di Yerusalen, setelah sarapan saya mau kembali ke kamar. Saya sengaja mau mencoba lift Sabat. Di sana, ada dua jenis lift. Satu biasa. Satu lift Sabat yang memang disediakan dalam rangka Sabat.

Di lift Sabat, sudah ada beberapa orang Yahudi berdiri. Saya ikut antre. Saat saya tiba, spontan, saya mengulurkan tangan hendak memencet nomor kamar saya berada. Tiba-tiba seorang bocah (orang Yahudi) menamplek tangan saya sambil teriak, “No!”

Oh my God! Saya baru sadar bahwa saya telah membuat satu kesalahan di hari Sabat. Ternyata, disebut lift Sabat, karena lift itu akan bergerak dan berhenti secara  otomatis tanpa harus kita mencet tombol nomor. Pokoknya ikuti saja.

Aku pun bertanya pada diri sendiri, “Apa arti Sabat bagiku?” Aku pun tidak tahu.

Baiklah kita renungkann, apa arti dan maksud perintah Sabat? Dalam konteks agama Yahudi, Sabat adalah saat untuk mengingat dan merayakan kebaikan Tuhan dan karya-Nya dalam penciptaan maupun penyelamatan. Hari Sabat adalah untuk memuji Allah, karya penciptaan-Nya, dan karya keselamatan bagi kita.

Sayang oleh orang Farisi, hari itu menjadi hari yang membelenggu! Bahkan untuk keselamatan orang lain pun seakan tidak mendapat tempat. Bahkan sekadar memetik bulir gandum pun tidak boleh! Itulah sebabnya orang Farisi mengkritik para murid Yesus. Dan menganggap mereka telah melanggar hukum Sabat. Dan Yesus pun menjawab mereka dengan mengatakan, “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Lukas 6:5)

Yesus adalah Tuhan atas hari Sabat. Dalam konteks injil hari ini, para murid dikritik melanggar hari Sabat karena memetik bulir gandum. Kita tahu gandum adalah bahan dasar untuk membuat roti. Maka, Yesus pun mengutip peristiwa Daud yang mengambil roti persembahan pada hari Sabat yang seharusnya dimakan imam.

Mengacu pada peristiwa itu, kalau Yesus bersabda “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.” (Lukas 6:5) kiranya juga dimaksudkan untuk merujuk Diri-Nya sebagai Roti yang turun dari sorga. Kita mengimani bahwa Yesus adalah Roti yang turun dari sorga.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita menyembah Yesus Kristus, yang hadir dalam Sakramen Mahakudus. Di sana Yesus juga menyembuhkan ita dengan belas kasih-Nya. Ia selalu menyatakan belas kasih-Nya. Kita semua yang berbeban berat dapat menemukan saat istirahat yang menyegarkan dalam kasih dan cintan-Nya. Mari kira beristirahat dalam Tuhan dengan merayakan Ekaristi dan Adorasi Ekaristi Abadi.

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menyegarkan kami dengan kehadiran-Mu dalam Sakramen Mahakudus. Bahkan. Engkau mengundang kami untuk menyembahmu dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Bantulah kami untuk bisa meringankan beban sesama, dan menyatakan kasih-Mu dalam pelayanan kami, kini dan sepanjang masa. Amin.

Girli Kebon Dalem

SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

»̶·̵̭̌·̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•ĐǎƖєm•✽̤̥̈̊·̵̭̌·̵̭̌«̶

“abdi Dalem palawija”
Majalah INSPIRASI, Lentera yang Membebaskan
Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang

Kredit foto: Ilustrasi (Ucg)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply