Yesus Tanda Keselamatan


YESUS mengecam orang Farisi dan ahli Taurat karena mereka menuntut tanda daripadaNya. Kesombongan, kedegilan dan persepsi yang salah mengenai sosok Mesias, menyebabkan mereka tidak mampu melihat Yesus sebagai tanda kehadiran Allah. Mereka menolak Dia dan tidak percaya kepada kabar keselamatan yang diwartakanNya.


Berbeda dengan orang Niniwe; mereka yang dianggap sebagai orang kafir, justru bersedia berbalik haluan dan bertobat setelah mendengar seruan pertobatan dari nabi Yunus.


Yesus jauh lebih besar daripada nabi Yunus, Ia adalah tanda keselamatan bagi kita semua. Melalui sengsara, wafat dan kebangkitanNya, Yesus membebaskan kita dari belenggu dosa dan mengalahkan maut. Dengan demikian kematian tidak memusnahkan kehidupan, melainkan merupakan awal dari sebuah kehidupan baru yang abadi di rumah Bapa.


Sungguh besar kasih Tuhan kepada kita, manusia yang lemah dan rapuh ini. Mari belajar untuk bertumbuh dalam iman, jangan melandaskan hidup kita hanya pada tanda lahiriah semata. Bangunlah sikap tobat dengan meninggalkan cara hidup lama dan berbalik arah menuju kepadaNya untuk meniti jalan keselamatan bersamaNya.


Kredit foto: Ilustrasi (Ist)


Insinyur elektro alumnus ITB dan umat Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta Utara; bergiat ‘merangkai’ kata-kata renungan yang menjadi ‘kata hati’ untuk satu hari (thoughts of the day); Anggota Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini St. Yakobus.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: