Renungan Harian, Sabtu: 11 Agustus 2018, Mat. 17: 14 – 20

Renungan Harian, Sabtu: 11 Agustus 2018, Mat. 17: 14 – 20

Renungan Harian, Sabtu: 11 Agustus 2018, Mat. 17: 14 – 20

Peristiwa Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan

Mat 17:14 Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
Mat 17:15 katanya: “Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
Mat 17:16 Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya.”
Mat 17:17 Maka kata Yesus: “Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”
Mat 17:18 Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itupun sembuh seketika itu juga.
Mat 17:19 Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka: “Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?”
Mat 17:20 Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, ?maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Para imam dalam Gereja Katolik sangat hati-hati dan bijak dalam doa-doa yang berkaitan dengan penyembuhan dan pengusiran setan atau pun mukjizat-mukjizat lainnya. Dengan begitu, bisa menciptakan kesan bahwa hanya Gereja-Gereja non Katolik yang mempunyai keberanian dan kepercayaan penuh untuk  menyelenggarakan kebaktian penyembuhan dan pengusiran setan. Karena itu, tidak sedikit umat Katolik yang mencari dan mendapatkan kesembuhan di gereja-Gereja lain.

Peristiwa Yesus menyembuhkan seorang anak muda yang sakit ayan dalam Injil hari ini, mengungkapkan 3 unsur dalam proses terjadinya penyembuhan. Penyembuhan seseorang terjadi bisa karena iman orang sakit itu, iman dari orang yang membawa orang sakit itu, dan iman dari orang yang mendoakan; atau iman dari ketiga unsur yang terlibat. Karena itu, marilah kita terus berusaha untuk memohon Tuhan untuk menambahkan iman kita akan Allah Tritunggal yang Maha Kudus. Iman yang mampu memberikan kehidupan, kesehatan dan keselamatan bagi keluarga, Gereja dan masyarakat. Sebuah keyakinan bahwa dalam nama Yesus, bahwa semua lutut akan bertekuk dan segalanya tidak ada yang mustahil.

Ya Tuhan Allahku, Engkau menciptakan sesuai dengan citra-Mu ssendiri. Bimbinglah aku dengan Roh Kudus-Mu, agar aku tidak merendahkan dan meremehkan. Tambahkanlah iman akan Engkau. Semoga dengan bantuan rahmat-Mu juga, aku semakin mawas diri dan rendah hati dan selalu mengandalkan Dikau dalam hidup setiap hari. Amin.

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: