Yesus Kristus Menyucikan Kita Bait Roh Kudus

Gods-Temple

Minggu, 8 Maret 2015
Minggu Prapaskah III
Keluaran 20:1-17; Mazmur 19:8-11; 1Korintus 1:22-25; Yohanes 2:13-25

… Rombaklah Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali…

Injil hari ini mewartakan peristiwa dramatik Yesus membersihkan bait Allah. Oleh para murid peristiwa itu dilihat sebagai tanda profetik karya Allah untuk memurnikan dan memulihkan penyembahan dan kesucian sejati di antara umat-Nya.

Itu juga menjadi tanda profetik atas yang dilakukan-Nya bagi kita. Yesus hendak membersihkan kita dari jalan dosa dan membentuk kita menjadi bait Roh Kudus yang hidup (1 Korintus 6:19-20). Yesus Kristus, Putra Allah yang hati-Nya terbakar habis oleh cinta akan rumah Bapa, menghendaki bahwa kita menjadi kudus seperti Ia sendiri dan Allah adalah kudus.

Dalam Kitab Suci, bait Allah dimengerti sebagai tempat Allah tinggal di antara kita umat-Nya. Dalam Perjanjian Lama kita baca, Allah memerintahkan kepada Musa agar mengajak umat untuk menyembah-Nya dalam kekudusan.

Allah meminta mereka membuat suatu “Tabernakel” yakni tempat kudus untuk berkumpulmya umat dalm persembahan dan penyembahan kepada Allah. Di kemudian hari, itulah yang kemudian berkembang menjadi bait Allah di Yerusalem.

Yesus menerima Bait Allah sebagai rumah Bapa yang kudus. Hati-Nya berkobar oleh cinta akan rumah Bapa. Cinta akan rumah Bapa menghanguskan-Nya. Injil mencatat bahwa Yesus berbicara tentang diri-Nya sebagai Bait Allah yang menyucikan dan menguduskan kita dengan kita tinggal di dalam Dia.

Itulah sebab-Nya Yesus berkata, “Robohkan bait Allah ini dan aku akan membangunnya dalam tiga hari!” (Yoh 2:19). Sabda ini menunjuk pada kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya pada hari ketiga. Kematian dan kebangkitan-Nya membuka jalan bagi kiyanuntuk masuk dalam kehadiran-Nya yang kudus dalam BaitNya yang kudus.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita menyembah Yesus Kristus yang mendamaikan kita dengan Allah dan mengangkat kita menjadi putri-putra Bapa Surgawi berkat wafat dan kebangkitan-Nya. Yesus juga memenuhi kiya dengan Roh Kudus-Nya dan menjadikan kita sebagai BaitNya yang kudus (1 Korintus 6:19-20). Dalam doa kita kita mengalami bahwa Allah tinggal dalam kita berkat anugerah Roh Kudus.

Tuhan Yesus Kristus, baharuilah budi kami dan murnikanlah hati kami hingga kami boleh mempersembahkan padaMu sembah sujud kami dan kami menikmati hadiratMu dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Penuhilah kami dengan kehendak yang suci dan jiwa membara akan kekudusanMu.

Bantulah kami selalu dekat denganMu di tahtaMu yang penuh belas kasih dan sukacita. Ubahlah cara kami berpikir, bertindak, dan hidup sebagai putri-putra Bapa kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ist

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: