Yesus Kristus Memenuhi Kita dengan Sukacita-Nya

6 Juli - RmA 2

Senin, 06 Juli 2015
Pekan Biasa XIV
Kej 28:10-22; Mzm 91:1-2.3-4.14-15ab; Mat 9:18-26

Kepala rumah ibadat itu menyembah Dia dan berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” … Seorang wanita yang sudah dua belas tahun lamanya menderita pendarahan maju mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jumbai jubah-Nya. Karena katanya dalam hati, “Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.”

MEMBACA Injil hari ini, saya ingat yang ditulis Paus Fransiskus dalam Evangelii Gaudium (2013). Paus Fransiskus mewartakan kepada kita semua bahwa sukacita Injil memenuhi hati dan hidup semua orang yang menjumpai Yesus. Mereka yang menerima tawaran keselamatan-Nya dibebaskan dari kesedihan, kehampaan batin dan kesepian.

Yang ditulis Paus Fransiskus menjadi nyata dalam pengalaman kepala rumah ibadat dan perempuan yang datang kepada-Nya sebagaimana diwartakan dalam Injil hari ini. Kepala rumah ibadat itu datang dan menyembah Yesus sambil berkata, “Anakku perempuan baru saja meninggal; tetapi datanglah, letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.” Dan Yesus pun datang ke rumahnya dan anaknya pun hidup. Tentu saja, keluarga itu sangat bahagia karena sukacita Injil yang dibawa Yesus kepada mereka.

Yesus juga memberikan sukacita kepada perempuan yang sudah dua belas tahun menderita sakit pendarahan itu karena ia datang kepada Yesus. Ia percaya kepada Yesus dan dengan menjamah jubah-Nya saja, ia sembuh seketika.

Kedua orang itu berjumpa Yesus Kristus dan Ia menganugerahkan sukacita kepada mereka. Ia membebaskan mereka dari kesulitan, kesedihan, dan penderitaan.

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi kita mencari Yesus Kristus dan menjumpai-Nya dengan penuh cinta dan dengan iman yang penuh pengharapan. Di sana kita membawa setiap kesulitan kita kepada Tuhan Yesus Kristus dengan iman yang penuh pengharapan dan kita percaya sepenuhnya pada pertolongan-Nya. Ia akan menganugerahkan kepada kita sukacita Injil.

Tuhan Yesus Kristus, kami datang pada-Mu dalam Ekaristi dan dalam Adorasi Abadi untuk menjamah kehadiran-Mu yang penuh kasih di antara kami. Dalam Dikau kami melihat kasih Allah yang tanpa batas yang dinyatakan kepada kami semua. Bantulah kami untuk selalu memberikan hidup kami seutuhnya kepada-Mu dan demi pelayanan kepada sesama, terutama kaum papa miskin kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

iman

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: