Yesus dan Undangan Orang Berdosa

Ayat bacaan: Wahyu 3:20
====================
“Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.”

yesus dan undangan orang berdosa

Seorang teman pernah berkata bahwa ia merasa tidak layak untuk bahagia. Tidak akan ada kamus bahagia dalam hidupnya, karena menurutnya ia bukanlah orang yang cukup baik selama ini untuk kemudian diganjar sebuah kebahagiaan oleh Tuhan. Masih banyak orang lain, menurutnya, yang lebih berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. Yang pasti bukan dia. Ini adalah sebuah bentuk pesimisme yang sungguh keliru. Meski demikian, saya rasa banyak orang yang punya pandangan seperti ini. Apakah Tuhan terlalu sibuk untuk mengurusi ciptaanNya sendiri satu persatu? Apakah Tuhan melimpahkan berkatNya habis-habisan pada orang tertentu, sementara orang lain dibiarkan menderita tanpa kesempatan memperoleh kebahagiaan, apalagi keselamatan?

Yakinlah bahwa Tuhan tidak pernah dan tidak akan pernah menganak tirikan siapapun. Semua manusia di dunia ini berasal dari buah karya “masterpiece” Tuhan sendiri yang sungguh berarti bagiNya. Begitu berarti, sehingga manusia telah dilukiskan pada telapak tangan Tuhan dan tetap berada di ruang mataNya, dalam jarak pandangNya. (Yesaya 49:16). Dosa dan pelanggaran kita boleh saja besar di masa lalu, namun Tuhan tetap membukakan pintu pengampunan lebar-lebar. Malam ini saya ingat akan beberapa ayat yang menggambarkan bagaimana sikap Yesus terhadap undangan manusia, termasuk yang berdosa sekalipun. Alkitab mencatat beberapa kejadian yang berhubungan dengan kesediaan Yesus memenuhi undangan orang berdosa. Yesus pernah makan di rumah Matius seorang pemungut cukai. (Matius 9:9-10) Pada saat itu bukan saja Matius yang hadir, tapi ada banyak pula pemungut cukai lainnya yang hadir, termasuk orang-orang berdosa. (ay 10). Orang Farisi melihat hal itu dan mengundang perhatian orang-orang Farisi. Yesus menjawab demikian: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit.” (ay 12). Lalu ada juga kisah Zakheus, yang juga seorang pemungut cukai. Yesus menumpang di rumahnya. (Lukas 19:5). Zakheus pun bertobat. Cibiran dan cercaan sempat dialamatkan oleh orang yang melihat itu terhadap Yesus, tapi Yesus menjawabnya demikian: “Kata Yesus kepadanya: “Hari ini telah terjadi keselamatan kepada rumah ini, karena orang inipun anak Abraham. Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” (ay 9-10). Pada kesempatan lain, ada pula kisah seorang Farisi yang mengundang Yesus untuk makan ke rumahnya. Yesus menerima undangan tersebut. (Lukas 7:36). Di sana Yesus pun bertemu dengan seorang wanita yang terkenal sebagai orang berdosa. (ay 37). Kita lihat berkali-kali Yesus mendapat kesempatan untuk masuk ke rumah orang berdosa. Yesus tidak pernah menolak undangan, malah beberapa kali menawarkan diriNya sendiri untuk masuk ke rumah mereka, dan kedatangan Yesus itu berbuah pertobatan.

Jika Yesus tidak pernah menolak undangan manusia, yang berdosa sekalipun, selama Dia ada di dunia, maka saat ini pun Yesus tidak akan menolak undangan anda juga! Dia pasti menerima dengan senang hati. Ayat bacaan hari ini bahkan menegaskan mengenai hal ini dengan lebih tegas. “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.” (Wahyu 3:20). Lihatlah bahwa Tuhan tetap mengetuk pintu hati kita setiap hari, setiap saat. Dia mengetuk dan meminta kita untuk masuk. Hanya orang-orang yang mendengar suaraNya lah yang akan membukakan pintu. Dan anda akan mendapatkan kesempatan untuk duduk dalam perjamuan makan bersama-sama dengan Tuhan. Siapapun anda, berdosa seperti apapun, Yesus akan dengan senang hati menerima undangan anda. Semua orang punya kesempatan yang sama untuk selamat, tapi hanya mereka yang mendengar suaraNya dan mau membukakan pintu lah yang menerimanya. Dia hadir sebagai “tabib” untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang siap membinasakan kita, Dia hadir untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.

Jika saat ini anda belum pernah mengundang Yesus untuk masuk ke dalam hati anda, undanglah sekarang. Ingatlah bahwa Yesus tidak akan pernah menolak undangan anda. Yesus hadir di dunia ini justru untuk menyelamatkan orang-orang berdosa, termasuk anda dan saya. Saat ini Yesus tetap menanti tepat di depan pintu hati anda dan mengetuknya. Bukakanlah pintu hati anda agar Yesus dapat masuk. Undang Yesus hari ini, karena keselamatan juga menjadi kasih karunia Tuhan yang luar biasa buat semua manusia, termasuk diri anda.

Ketika Yesus mengetuk, dengar dan bukalah pintu hati anda

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply