Pekan Paskah V: Kis 14:5-18; Mzm 115:1-2.3-4.15-16; Yoh 14:21-26

“JAWAB Yesus: Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. (Yohanes 14:23)

Sabtu siang (17/05) saya sengaja datang ke tempat “sahabat yang mengaku ateis” yang pernah kuceritakan beberapa hari yang lalu. Saya datang membawa beberapa buku terbaru saya dan dua album rohani. Itu semua saya berikan sebagai tanda kasih persahabatan sebab dia yang secara jujur pernah mengaku sebagai ateis itu, dua Minggu Sore berturut-turut datang ke Gereja Kebon Dalem di Semarang mengikuti Perayaan Ekaristi.

Saat saya mengintip dari pintu kaca, untuk memastikan bahwa dia ada di tempat itu; dia sedang melayani customer-nya dan asyik mengerjakan sesuatu dengan laptopnya. Ndilalah, pas saya mengintip, dia pas mendongakkan kepalanya dan langsung melihat saya. Dia tersenyum. Berdiri dan berjalan ke arah saya.

Saya berlari ke mobil mengambil barang-barang (buku dan albun) yang sudah saya siapkan. Dia keluar dan mendekati saya sambil bertanya, “Apa yang bisa saya bantu Romo? Ada yang mau direparasi atau aplikasi?” Saya jawab sambil menyerahkan buku-buku rohani itu, “Tidak ada. Saya ke sini hanya mau memberikan ini. Maaf saya mengganggu. Tadi saya mengintip untuk memastikan bahwa kamu ada di sini.”

“Ok terima kasih. Nek gitu, sampai jumpa besok sore di gereja!” Jawabnya. Saya pun pamit.

Minggu Sore (18/05), dia memang ke gereja. Saya bilang kepadanya. “Saya mohon izin menceritakan pengalaman perjumpaan kita sebagai ilustrasi untuk kotbah saya ya. Bacaan Injil hari ini cocok dengan pengalaman itu.” Ia menjawab, “Nggak apa-apa. Silahkan.”
Dalam pengalaman itu, tak ada yang lebih penting menjadi bingkai selain pengalaman saling mengasihi. Tuhan Yesus mengasihi kita. Kita diundang untuk mengasihi-Nya dengan menuruti firman-Nya. Bila kita taat, Dia dan Bapa akan diam bersama kita. Itulah tandan dan sarana kasih! Itulah pengalaman kasih!

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita mengalami tanda dan sarana kasih Tuhan Yesus dan Bapa yang diam bersama kita. Kita menyembah dan mengasihi-Nya sebagai kelanjutan dari Ekaristi yang kita santap dan sambut! Kasih itu mendorong kita untuk berbagi kasih pula kepada sesama, sesederhana apapun dan sekecil apapun.

Tuhan Yesus, syukur dan terima kasih bahwa Engkau dan Bapa berkenan diam bersama kami, tinggal di antara kami. Kami mengalaminya dalam Perayaan Ekaristi yang bahkan boleh kami teruskan dalam Adorasi Ekaristi Abadi. Semoga berbuah berlimpah, selamanya. Amin.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.