Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung untuk Pasien Pecandu Narkoba

sekar mawar2BAHAYA narkoba sudah di depan mata. Data yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2014 lalu menyebutkan, hingga kini tak kurang 4,8 juta orang sudah masuk kategori pasien kecanduan narkoba. Dan, sambung Sekretaris Utama BNN Inspektur Jenderal (Pol) Nicholaus Eko di Yogyakarta Juni 2014 lalu, jumlah korban kecanduan narkoba di Indonesia akan semakin cenderung meningkat. Melihat tendensi kuat semakin meningkatnya jumlah korban pengguna narkoba, maka orang pun bingung kemana mesti membawa pasien-pasien pecandu narkoba ini untuk disembuhkan. Di Nandan, Yogyakarta, para bruder Karitas (FC) mendirikan Rehabilitas Kunci Yogyakarta atau yang umum dikenal dengan sebutan RKY. Di Bandung pun juga ada Yayasan Sekar Mawar yang dikelola oleh Keuskupan Bandung. Mengusung motto “Passion for Humanity”, Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung dibesut atas dasar keprihatinan dan kepedulian Bapak Uskup Bandung saat itu –mendiang Mgr. Alexander Djajasiswaja Pr—yang merasa Gereja Katolik jangan hanya berdiam diri menyaksikan para korban (pasien) penyalahgunaan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan berbagai zat adiktif lainnya). Keprihatinan Mgr. Alexander waktu itu sungguh nyata, karena para korban pengguna NAPZA ini kebanyakan justru kaum muda pada usia produktif mereka. “Hancurnya masa depan kaum muda itu sama saja berarti hancurnya masa depan sebuah bangsa. Banyak individu terseret dalam pusaran kejahatan sosial ini yakni keluarga korban, lingkungan sosial, dan masyarakat. Maka Gereja juga tak bisa berpangku tangan,” kata Ir. Anastasia “Kunik” Cakunani, Direktur Pelaksana Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung menjawab  Sesawi.Net di Bandung pertengahan Februari 2015. Keterlibatan Gereja Katolik Indonesia Seperti yang menjadi isi semangat Nota Pastoral 2015 bertemakan “Menyikapi Kejahatan Sosial Narkoba di Indonesia: Dari Keputusasaan menuju Pengharapan” yang dirilis KWI bersama BNN di RKY Nandan, Yogyakarta, Juni 2014 lalu, maka juga menjadi jelas bahwa Gereja Katolik Indonesia pun ikut merasa berkewajiban melakukan reksa pastoral dan reksa kesehatan bagi para korban pecandu NAPZA ini. Itulah sebabnya, kata Sekjen KWI Mgr. Yohannes Pujasumarta waktu itu, Gereja Katolik Indonesia melalui KWI pun merasa terpanggil bersama BNN untuk memerangi praktik penggunaan narkoba dan memulihkan martabat sosial para pasien ketagihan narkoba melalui berbagai program rehabilitasi. Tentu saja ini merupakan satu langkah maju sangat progresif, kata Uskup Agung Semarang ini, dari yang tidak ‘berbuat apa-apa’ menuju satu gerakan hati dalam satu langkah bersama berupa komitmen bersama dari para Uskup seluruh Indonesia untuk ‘bertindak sesuatu’ melawan penyakit sosial masyarakat ini. Keprihatinan dan kepedulian Keuskupan Bandung Gerakan ini juga mendapat respon positif dari BNN dimana para Uskup di seluruh Indonesia juga ingin bersama-sama mencari langkah-langkah nyata untuk ‘menyelamatkan’ para korban adiktif narkoba dari jurang keputusasaan menuju pemulihan diri merebut kembali martabat sosialnya dan kemudian boleh berharap meniti babak baru dalam hidup sosialnya. Ketika diskusi tentang Nota Pastoral 2015 KWI ini kembali diperbicangkan bersama Kunik dari Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung, maka menjadi semakin jelas juga bahwa ternyata kepedulian alm. Mgr. Alexander Djajasiswaja Pr terhadap masalah korban NAPZA ini sudah menapak satu langkah di depan, sebelum semua Uskup Indonesia merasa berkepentingan melakukan hal sama baru pada tahun 2014 lalu. Kata Ir. Anastasia ‘Kunik” Cakunani, sejak tahun 2000 lalu Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung sudah eksis berdiri. “Lembaga sosial ini berdiri atas sadar keprihatinan Gereja Katolik Keuskupan Bandung menyaksikan banyaknya korban pemakai NAPZA dan kepedulian Gereja mesti berbuat apa untuk menjawab tantangan dan kebutuhan zaman yang serba mendesak ini,” terang insinyur geodesi UGM dan sebelumnya SMA Stella Duce ini. Dibuat atas dasar Akte Notaris Nomor 35 tertanggal 20 Maret 2000 dengan Notaris Ny Lien Tanudirdja SH, maka legal dan resmilah eksistensi Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung untuk ikut berkiprah melakukan rawat reksa pastoral dan reksa kesehatan para korban pencandu narkoba dari seluruh Indonesia. Melengkapi administrasi legalnya, maka Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung ini juga telah terdaftar pada Direktorat Sosial Politik Propinsi Jawa Barat, dengan nomor 289/LK-Yayas/2000, tanggal 14 Oktober 2000. Juga telah terdaftar pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dengan nomor : 062/3316/PPSKS/2011 tertanggal 19 September 2011; terdaftar pada Dinas Sosial Pemerintah Kota Bandung dengan nomor 062/2401-Dinsos, tanggal 15 September 2011 dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) SK Kemensos RI No. 38/HUK/2013. Iman, harapan, dan kasih Mengusung visi bersemangatkan iman, pengharapan, dan kasih, Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung ingin berpartispasi mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik, mental, dan sosial, terbebas dari ketergantungan NAPZA, dan mempraktikkan hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya. Maka dari itu, kata Kunik, Yayasan Sekar Mawar ini pun lalu mengusung beberapa misi kerja sebagai berikut: Menyelenggarakan program treatment bagi para korban penyalahgunaan NAPZA melalui sebuah Panti Rehabilitasi Sosial dengan metoda therapeutic community; Melakukan program Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA melalui suatu Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA atau preventive drug education (PDE) bagi segenap lapisan masyarakat. Untuk mencapai misi tersebut, Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung menyelanggarakan berbagai kegiatan seperti di bawah ini: Pusat Rehabilitasi Sosial NAPZA Yayasan Sekar Mawar menyelenggarakan Pusat Rehabilitasi Sosial bagi para korban penyalahgunaan NAPZA dengan menggunakan metode therapeutic community (TC). Ini adalah metode dan lingkungan yang terstruktur untuk merubah perilaku manusia dalam konteks komunitas yang hidup dan bertanggungjawab (Richard Hayton, 1998). Melalui komunitas terapi ini diharapkan seseorang dapat membangun gaya hidup baru dengan merubah pola perilakunya, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif. Konsultasi Yayasan Sekar Mawar menerima konsultasi baik bagi penderita kecanduan, keluarganya, atau anggota masyarakat lainnya. Konsultasi ini dilakukan untuk: Memberi informasi mengenai cara-cara penanggulangan masalah penyalahgunaan NAPZA. Juga untuk memberi dukungan dan motivasi kepada para klien untuk menjalankan terapi, sementara keluarganya dapat menjadi pendamping pemulihan yang baik. Tak lupa juga memberi saran atau rujukan ke lembaga-lembaga yang sesuai dengan kondisi korban. Detoksifikasi: Ini adalah proses pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan NAPZA dari tubuh penderita dan mengatasi gejala-gejala putus obat yang menyertainya. Yayasan Sekar Mawar juga menjalin kerjasama dengan RS. St. Borromeus, RS. St.Yusuf serta rumah sakit lainnya. Penyuluhan: Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan NAPZA. Yayasan Sekar Mawar melakukan sosialisasi dampak penyalahgunaan NAPZA kepada masyarakat melalui suatu Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA atau preventive  drug education (PDE). PDE dapat berbentuk ceramah, seminar, diskusi interaktif atau talk show untuk berbagai kalangan seperti institusi pendidikan atau kelompok masyarakat lainnya. Yayasan Sekar Mawar juga mengajak segenap lapisan masyarakat untuk ikut serta meng-kampanyekan seruan “Anti Narkoba” baik melalui media cetak maupun media elektronik. Family Support Group (FSG) dan Family Association (FA): (FSG) dan FA adalah kelompok yang beranggotakan keluarga para korban penyalahgunaan NAPZA. Tujuan FSG dan FA adalah mendorong peran aktif anggota keluarga terutama dalam proses pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA. Yayasan Sekar Mawar memfasilitasi kelompok ini setiap bulan, untuk bertemu dan berdiskusi seputar masalah NAPZA. Diskusi ini juga terbuka bagi siapa saja yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh persoalan NAPZA dan cara penanggulangannya Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL): Sesuai amanat UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, serta PP No. 25 tahun 2011 menyebutkan bahwa seorang Pecandu Narkotika atau keluarganya diwajibkan untuk melaporkan diri kepada Institusi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah. Maka, Yayasan Sekar Mawar adalah salah satu lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) berdasarkan SK Kemensos RI No. 38/HUK/2013dengan melaporkan dirinya seorang pecandu akan berhak mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial. Menurut Cakunani alias Kunik, pihak Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung hingga kini telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait seperti Kementerian Sosial RI – Direktorat Rehabilitasi Napza dan Korban Penyalahgunaan NAPZA, BNN, BNNP Jawa Barat, BNNK) Kota Bandung, Dinsos (Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat), PERDHAKI Jawa Barat – Banten, Forum Perlindungan dan Advokasi Sosial Penanggulangan Penyalagunaan Napza (FPASPPN Provinsi Jabar), Indonesian Federation of Therapeutic Community (IFTC), Asian Federation of Therapeutic Community (AFTC), World Federation of Therapeutic Community (WFTC) Kontak dan alamat Rasanya tak lengkap bila kita kita mengetahui dimana lokasi Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung ini. Berikut ini adalah alamatnya: Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung Jl. Surya Kencana No. 2 Bandung 40132 – Indonesia Telp: 022- 255 2380 Fax. 022 – 250.4235 Hotline: 0812 145 222 55 Panti Rehabilitasi NAPZA Yayasan Sekar Mawar Jl. Tangkuban Perahu 108A Lembang, Bandung Telp 022-278 6451 E-mail: ysekarmawar@gmail.com Website: http://sekarmawar1.wordpress.com Facebook: http://facebook.com/yayasan.sekarmawar Bank OCBC NISP Cabang Setiabudhi a/n Yayasan Sekar Mawar No.Rek. 012.120.80805.9 Bank Central Asia [BCA] Kcp. Setiabudhi a/n Yay. Sekar Mawar No.Rek. 23330.45788 Siapakah yang menjadi anggota Badan Pengurus Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung saat ini? Berikut ini adalah Susunan Pengurus Periode 2011-2015 Pembina Ketua:: P. Wirasmohadi Soerjo, Pr Sekretaris: dr. Albertus Iwan Hendarta MPH Anggota: dr. YC. Suparman Natajuda, Drs. S. Boedi Siswanto Basuki, Rm. Yulius Hirnawan OSC Pengawas Ketua: dr. Adjitijo A. Amidjojo, Sp.B Sekretaris: Georgius Johannes Wangsanegara Anggota: Rm. L. Bambang Gatot Subroto, Pr Pengurus Ketua: Ir. Danau Limborro Wk Ketua I (Bidang Pelayanan): Dr. Orpha Jane Wk Ketua II (Adm & Keuangan): dr. Miriam R. Maengkom MKes Sekretaris I , II, III:: Maria Widyarini, SE, Sr. Irena Handayani, OSU Bendahara I, II: Elizabeth Pudjawati, SE. Akt, Siana Dewi Susilo, SE. Akt Pelaksana Harian Direktur Pelaksana: Ir. Anastasia Cakunani Sekretaris/Humas: Robertus Sudargo Adm.dan Keuangan: Theresia Elisabeth Djunatan

sekar mawar2

BAHAYA narkoba sudah di depan mata. Data yang dirilis Badan Narkotika Nasional (BNN) tahun 2014 lalu menyebutkan, hingga kini tak kurang 4,8 juta orang sudah masuk kategori pasien kecanduan narkoba. Dan, sambung Sekretaris Utama BNN Inspektur Jenderal (Pol) Nicholaus Eko di Yogyakarta Juni 2014 lalu, jumlah korban kecanduan narkoba di Indonesia akan semakin cenderung meningkat.

Melihat tendensi kuat semakin meningkatnya jumlah korban pengguna narkoba, maka orang pun bingung kemana mesti membawa pasien-pasien pecandu narkoba ini untuk disembuhkan. Di Nandan, Yogyakarta, para bruder Karitas (FC) mendirikan Rehabilitas Kunci Yogyakarta atau yang umum dikenal dengan sebutan RKY.

Di Bandung pun juga ada Yayasan Sekar Mawar yang dikelola oleh Keuskupan Bandung.

Mengusung motto “Passion for Humanity”, Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung dibesut atas dasar keprihatinan dan kepedulian Bapak Uskup Bandung saat itu –mendiang Mgr. Alexander Djajasiswaja Pr—yang merasa Gereja Katolik jangan hanya berdiam diri menyaksikan para korban (pasien) penyalahgunaan NAPZA (narkotika, psikotropika, dan berbagai zat adiktif lainnya).

Keprihatinan Mgr. Alexander waktu itu sungguh nyata, karena para korban pengguna NAPZA ini kebanyakan justru kaum muda pada usia produktif mereka.

“Hancurnya masa depan kaum muda itu sama saja berarti hancurnya masa depan sebuah bangsa. Banyak individu terseret dalam pusaran kejahatan sosial ini yakni keluarga korban, lingkungan sosial, dan masyarakat. Maka Gereja juga tak bisa berpangku tangan,” kata Ir. Anastasia “Kunik” Cakunani, Direktur Pelaksana Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung menjawab  Sesawi.Net di Bandung pertengahan Februari 2015.

sekar mawar3
Kantor Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung

Keterlibatan Gereja Katolik Indonesia

Seperti yang menjadi isi semangat Nota Pastoral 2015 bertemakan “Menyikapi Kejahatan Sosial Narkoba di Indonesia: Dari Keputusasaan menuju Pengharapan” yang dirilis KWI bersama BNN di RKY Nandan, Yogyakarta, Juni 2014 lalu, maka juga menjadi jelas bahwa Gereja Katolik Indonesia pun ikut merasa berkewajiban melakukan reksa pastoral dan reksa kesehatan bagi para korban pecandu NAPZA ini.

Itulah sebabnya, kata Sekjen KWI Mgr. Yohannes Pujasumarta waktu itu, Gereja Katolik Indonesia melalui KWI pun merasa terpanggil bersama BNN untuk memerangi praktik penggunaan narkoba dan memulihkan martabat sosial para pasien ketagihan narkoba melalui berbagai program rehabilitasi. Tentu saja ini merupakan satu langkah maju sangat progresif, kata Uskup Agung Semarang ini, dari yang tidak ‘berbuat apa-apa’ menuju satu gerakan hati dalam satu langkah bersama berupa komitmen bersama dari para Uskup seluruh Indonesia untuk ‘bertindak sesuatu’ melawan penyakit sosial masyarakat ini.

sekar mawar yayasan
Logo Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung

Keprihatinan dan kepedulian Keuskupan Bandung
Gerakan ini juga mendapat respon positif dari BNN dimana para Uskup di seluruh Indonesia juga ingin bersama-sama mencari langkah-langkah nyata untuk ‘menyelamatkan’ para korban adiktif narkoba dari jurang keputusasaan menuju pemulihan diri merebut kembali martabat sosialnya dan kemudian boleh berharap meniti babak baru dalam hidup sosialnya.

Ketika diskusi tentang Nota Pastoral 2015 KWI ini kembali diperbicangkan bersama Kunik dari Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung, maka menjadi semakin jelas juga bahwa ternyata kepedulian alm. Mgr. Alexander Djajasiswaja Pr terhadap masalah korban NAPZA ini sudah menapak satu langkah di depan, sebelum semua Uskup Indonesia merasa berkepentingan melakukan hal sama baru pada tahun 2014 lalu.

Kata Ir. Anastasia ‘Kunik” Cakunani, sejak tahun 2000 lalu Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung sudah eksis berdiri. “Lembaga sosial ini berdiri atas sadar keprihatinan Gereja Katolik Keuskupan Bandung menyaksikan banyaknya korban pemakai NAPZA dan kepedulian Gereja mesti berbuat apa untuk menjawab tantangan dan kebutuhan zaman yang serba mendesak ini,” terang insinyur geodesi UGM dan sebelumnya SMA Stella Duce ini.

Dibuat atas dasar Akte Notaris Nomor 35 tertanggal 20 Maret 2000 dengan Notaris Ny Lien Tanudirdja SH, maka legal dan resmilah eksistensi Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung untuk ikut berkiprah melakukan rawat reksa pastoral dan reksa kesehatan para korban pencandu narkoba dari seluruh Indonesia.

sekar mawar4Melengkapi administrasi legalnya, maka Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung ini juga telah terdaftar pada Direktorat Sosial Politik Propinsi Jawa Barat, dengan nomor 289/LK-Yayas/2000, tanggal 14 Oktober 2000. Juga telah terdaftar pada Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, dengan nomor : 062/3316/PPSKS/2011 tertanggal 19 September 2011; terdaftar pada Dinas Sosial Pemerintah Kota Bandung dengan nomor 062/2401-Dinsos, tanggal 15 September 2011 dan Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) SK Kemensos RI No. 38/HUK/2013.

Iman, harapan, dan kasih

Mengusung visi bersemangatkan iman, pengharapan, dan kasih, Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung ingin berpartispasi mewujudkan masyarakat yang sehat secara fisik, mental, dan sosial, terbebas dari ketergantungan NAPZA, dan mempraktikkan hidup sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya. Maka dari itu, kata Kunik, Yayasan Sekar Mawar ini pun lalu mengusung beberapa misi kerja sebagai berikut:

  1. Menyelenggarakan program treatment bagi para korban penyalahgunaan NAPZA melalui sebuah Panti Rehabilitasi Sosial dengan metoda therapeutic community;
  2. Melakukan program Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA melalui suatu Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA atau preventive drug education (PDE) bagi segenap lapisan masyarakat.

Untuk mencapai misi tersebut, Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung menyelanggarakan berbagai kegiatan seperti di bawah ini:

sekar mawar 13 tahun

  1. Pusat Rehabilitasi Sosial NAPZA
    Yayasan Sekar Mawar menyelenggarakan Pusat Rehabilitasi Sosial bagi para korban penyalahgunaan NAPZA dengan menggunakan metode therapeutic community (TC). Ini adalah metode dan lingkungan yang terstruktur untuk merubah perilaku manusia dalam konteks komunitas yang hidup dan bertanggungjawab (Richard Hayton, 1998). Melalui komunitas terapi ini diharapkan seseorang dapat membangun gaya hidup baru dengan merubah pola perilakunya, dan kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif.
  2. Konsultasi
    Yayasan Sekar Mawar menerima konsultasi baik bagi penderita kecanduan, keluarganya, atau anggota masyarakat lainnya. Konsultasi ini dilakukan untuk: Memberi informasi mengenai cara-cara penanggulangan masalah penyalahgunaan NAPZA. Juga untuk memberi dukungan dan motivasi kepada para klien untuk menjalankan terapi, sementara keluarganya dapat menjadi pendamping pemulihan yang baik. Tak lupa juga memberi saran atau rujukan ke lembaga-lembaga yang sesuai dengan kondisi korban.
  3. Detoksifikasi: Ini adalah proses pengobatan yang ditujukan untuk menghilangkan NAPZA dari tubuh penderita dan mengatasi gejala-gejala putus obat yang menyertainya. Yayasan Sekar Mawar juga menjalin kerjasama dengan RS. St. Borromeus, RS. St.Yusuf serta rumah sakit lainnya.
  4. Penyuluhan: Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan NAPZA. Yayasan Sekar Mawar melakukan sosialisasi dampak penyalahgunaan NAPZA kepada masyarakat melalui suatu Pendidikan Pencegahan Penyalahgunaan NAPZA atau preventive  drug education (PDE). PDE dapat berbentuk ceramah, seminar, diskusi interaktif atau talk show untuk berbagai kalangan seperti institusi pendidikan atau kelompok masyarakat lainnya. Yayasan Sekar Mawar juga mengajak segenap lapisan masyarakat untuk ikut serta meng-kampanyekan seruan “Anti Narkoba” baik melalui media cetak maupun media elektronik.
  5. Family Support Group (FSG) dan Family Association (FA): (FSG) dan FA adalah kelompok yang beranggotakan keluarga para korban penyalahgunaan NAPZA. Tujuan FSG dan FA adalah mendorong peran aktif anggota keluarga terutama dalam proses pemulihan korban penyalahgunaan NAPZA. Yayasan Sekar Mawar memfasilitasi kelompok ini setiap bulan, untuk bertemu dan berdiskusi seputar masalah NAPZA. Diskusi ini juga terbuka bagi siapa saja yang tertarik untuk mengetahui lebih jauh persoalan NAPZA dan cara penanggulangannya
  6. Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL): Sesuai amanat UU No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, serta PP No. 25 tahun 2011 menyebutkan bahwa seorang Pecandu Narkotika atau keluarganya diwajibkan untuk melaporkan diri kepada Institusi yang telah ditunjuk oleh Pemerintah. Maka, Yayasan Sekar Mawar adalah salah satu lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah sebagai Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) berdasarkan SK Kemensos RI No. 38/HUK/2013dengan melaporkan dirinya seorang pecandu akan berhak mendapatkan pengobatan dan/atau perawatan melalui rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.

Menurut Cakunani alias Kunik, pihak Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung hingga kini telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait seperti Kementerian Sosial RI – Direktorat Rehabilitasi Napza dan Korban Penyalahgunaan NAPZA, BNN, BNNP Jawa Barat, BNNK) Kota Bandung, Dinsos (Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat), PERDHAKI Jawa Barat – Banten, Forum Perlindungan dan Advokasi Sosial Penanggulangan Penyalagunaan Napza (FPASPPN Provinsi Jabar), Indonesian Federation of Therapeutic Community (IFTC), Asian Federation of Therapeutic Community (AFTC), World Federation of Therapeutic Community (WFTC)

outing-7

Kontak dan alamat

Rasanya tak lengkap bila kita kita mengetahui dimana lokasi Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung ini.

Berikut ini adalah alamatnya:

Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung
Jl. Surya Kencana No. 2
Bandung 40132 – Indonesia
Telp: 022- 255 2380
Fax. 022 – 250.4235
Hotline: 0812 145 222 55

Panti Rehabilitasi NAPZA Yayasan Sekar Mawar
Jl. Tangkuban Perahu 108A
Lembang, Bandung
Telp 022-278 6451
E-mail: ysekarmawar@gmail.com
Website: http://sekarmawar1.wordpress.com
Facebook: http://facebook.com/yayasan.sekarmawar

Bank OCBC NISP Cabang Setiabudhi
a/n Yayasan Sekar Mawar
No.Rek. 012.120.80805.9

Bank Central Asia [BCA] Kcp. Setiabudhi
a/n Yay. Sekar Mawar
No.Rek. 23330.45788

Siapakah yang menjadi anggota Badan Pengurus Yayasan Sekar Mawar Keuskupan Bandung saat ini?

Berikut ini adalah Susunan Pengurus Periode 2011-2015
Pembina
Ketua:: P. Wirasmohadi Soerjo, Pr
Sekretaris: dr. Albertus Iwan Hendarta MPH
Anggota: dr. YC. Suparman Natajuda, Drs. S. Boedi Siswanto Basuki, Rm. Yulius Hirnawan OSC

Pengawas
Ketua: dr. Adjitijo A. Amidjojo, Sp.B
Sekretaris: Georgius Johannes Wangsanegara
Anggota: Rm. L. Bambang Gatot Subroto, Pr

Pengurus
Ketua: Ir. Danau Limborro
Wk Ketua I (Bidang Pelayanan): Dr. Orpha Jane
Wk Ketua II (Adm & Keuangan): dr. Miriam R. Maengkom MKes
Sekretaris I , II, III:: Maria Widyarini, SE, Sr. Irena Handayani, OSU
Bendahara I, II: Elizabeth Pudjawati, SE. Akt, Siana Dewi Susilo, SE. Akt

Pelaksana Harian Direktur Pelaksana: Ir. Anastasia Cakunani Sekretaris/Humas: Robertus Sudargo Adm.dan Keuangan: Theresia Elisabeth Djunatan

outing-4e

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply