Yang Penting Hati?

Ayat bacaan: Matius 12:35
=====================
“Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.”

hati yang baik, yang penting hati

Di sebuah kantor tempat salah seorang teman saya bekerja ada banyak anak-anak Tuhan bahkan pelayan Tuhan. Teman saya bercerita bahwa kelakuan mereka dalam pekerjaan tidaklah mencerminkan pribadi anak Tuhan sama sekali. Mereka memang berdoa setiap pagi dan setiap kali sebelum mengawali rapat, namun apa yang mereka tunjukkan dalam pekerjaannya tidaklah sejalan. Mereka kerap kali melakukan hal-hal yang dilakukan orang-orang dunia. Korupsi, suap menyuap, membeda-bedakan orang dan sebagainya. “Yang penting itu hati kita tetap tertuju pada Tuhan…” itu kata salah satu teman kantornya sambil tertawa. Benarkah kita boleh berbuat apapun asal hati kita tertuju pada Tuhan? Tanpa kita sadari, kita pun mungkin seringkali memakai alasan ini sebagai jurus pamungkas, sebagai pembenaran dari apa yang kita lakukan. 1 Samuel 16:7 memang berkata “…manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” Ada orang-orang yang mungkin terlalu “mengimani” ayat ini sehingga mereka beranggapan bahwa yang penting hati mereka, bukan cara hidup dan cara mereka bekerja yang penting. Tapi ayat hari ini menunjukkan sesuatu yang menarik sehubungan dengan hal tersebut. “Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” (Matius 12:35).

Orang baik akan mengeluarkan segala sesuatu yang baik karena ia penuh kebaikan, dan sebaliknya. Dalam bahasa Inggrisnya terlihat lebih jelas. “The good man from his inner good treasure flings forth good things, and the evil man out of his inner evil storehouse flings forth evil things.” Jika hati kita memang benar tertuju pada Tuhan, tentu kita akan hidup sesuai firmanNya, dan dengan sendirinya yang tercermin dari cara hidup kita tentu hal-hal yang baik pula. Bagaimana mungkin hati kita mengingat Tuhan sedangkan perbuatan kita adalah hal-hal yang menyakiti hatiNya? Salomo berkata hati adalah cermin dari manusia. “Seperti air mencerminkan wajah, demikianlah hati manusia mencerminkan manusia itu.” (Amsal 27:19). Hal ini menunjukkan bahwa jika kita tidak hidup sesuai firman Tuhan, artinya sebenarnya hati kita pun tidak tertuju pada Tuhan. Yang tertuju sebenarnya hanyalah sebatas “lips service” saja. Dalam Yesaya tertulis: “…Dan Tuhan telah berfirman: “Oleh karena bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku..” (Yesaya 29:13). Berhati-hatilah dengan situasi seperti ini, karena itu sama artinya dengan memberi kesempatan bagi iblis untuk menghancurkan diri kita lewat segala pembenaran yang kita perbuat atas dosa.

Jika seorang suami selingkuh dan berkata pada istrinya bahwa meski ia kencan dengan wanita lain, namun hatinya hanya tertuju pada sang istri semata, bisakah sang istri menerima alasan ini? Saya yakin tidak. Tidak akan ada istri yang mau diperlakukan seperti itu. Demikian pula halnya dengan hubungan kita dengan Tuhan. “Tuhan, saya korupsi, saya harus menyuap, saya harus memperlakukan karyawan saya berbeda-beda, but don’t worry….hati saya hanya tertuju padaMu semata..” Bagaimana mungkin kita bisa berkata demikian kepada Tuhan? Kenyataannya hati yang baik akan mengeluarkan perbendaharaan-perbendaharaan yang baik pula yang sesuai dengan firman Tuhan. Jika hal itu belum terjadi pada diri kita, berarti hati kita masih belum fokus pada Tuhan. Itu berarti masih banyak yang harus dibenahi dari diri kita, itu berarti kita harus bertobat dan berubah. Hendaklah kita berhenti untuk mencari pembenaran atas segala dosa yang terus kita perbuat. Perbaikilah hati dengan mengisinya dengan firman Tuhan, sehingga hati kita akan menjadi baik dan mengeluarkan hal-hal yang baik pula, seturut dengan firman Tuhan.

Jangan berlindung di balik kata “Yang penting hati..”, karena hidup yang baik hanyalah berasal dari hati yang baik pula

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply