“Yang Kecil Jadikan Bintang”

epifany by ist

HARI kemarin,  Gereja merayakan Penampakan Tuhan. Bersamaan itu, Gereja merayakan Hari Anak Misioner dengan tema “Yang kecil jadikan bintang”

Saya tertarik merenungkan bintang. Sebab, bintang merupakan tata surya yang indah di malam hari. Bintang sering dipake untuk sang juara, misalnya: bintang kelas, bintang tamu, bintang lapangan.

Para sarjana pun mendapat petunjuk dari bintang, bukan bulan atau matahari. Ternyata, bintang merupakan simbol baik pada zaman itu dan sekarang. Jika malam hari ada bintang, maka tidak akan turun hujan. Oleh karena itu, Bayi Yesus merupakan bintang kehidupan untuk iman kita.

Saya mau merenungkan tokoh Herodes dan para sarjana. Herodes adalah raja yang arogan dan tidak mau disaingi. Sedangkan Para sarjana adalah orang yang tulus untuk berjumpa dengan bayi Yesus. Perintah Herodes kepada para sarjana merupakan kepicikan Herodes. Ia berjanji akan datang dan menyembah Yesus. Namun sampai Yesus dewasa dan wafat, Herodes tidak pernah menyembah Yesus.

Penampakan Tuhan menjadi jaminan keselamatan kita sebagai umat Katolik. Bagaimana tanggapan kita? Apakah kita mau seperti para sarjana yang mempunyai dorongan n kerinduan berjumpa dengan Yesus, Sang Juru Selamat? Perjumpaan kita dengan Yesus dengan Ekaristi dan doa devosi kita. Atau, kita mau seperti Herodes yang selalu menganggap saudara-saudari kita adalah saingan yang harus dikalahkan?

Mari kita bawa persembahan harapan,niat, dan hidup kita kepada Tuhan di awal tahun 2015.

Feel free untuk menjadikan Yesus sebagai Bintang Hidupku.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: