Women

Ayat bacaan: Titus 2:3
================
“Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah”

Sebuah lagu yang dahulu pernah populer karya John Lennon berjudul “Women” kebetulan saya dengar lagi hari ini. Lagu ini merupakan curahan hati Lennon akan pentingnya sosok wanita dalam hidupnya yang disampaikan dengan sederhana. Dalam strata kemasyarakatan dan adat di beberapa suku bangsa, wanita cenderung terpinggirkan. Terpinggirkan dari segi derajat, hak maupun status. Mereka tidak mendapat penghargaan yang layak dan dibedakan dari kaum pria. Orang tua hanya menginginkan anak laki-laki dan akan kecewa seandainya yang lahir perempuan. Wanita dianggap lebih rendah dibanding pria, hak-hak mereka dibatasi. Banyak suku di Indonesia masih menganggap hal ini sebagai bagian dari adat istiadat. Padahal di sisi lain, kita diajarkan bahwa “surga ada dibawah telapak kaki ibu”. Ibu adalah seorang wanita yang dianggap begitu penting. Tapi mengapa posisi wanita masih juga dibawah? Selain itu penyebutan ibu kota, ibu pertiwi, motherland dan sebagainya. Bahkan ada kata-kata bijak yang menyebutkan bahwa “behind every great man there’s a great woman”. Semua ini menunjukkan penghargaan yang begitu besar bagi kaum wanita.

Saya sudah bertemu dengan banyak wanita yang kemudian mengalami banyak masalah dengan kepercayaan diri mereka berawal dari ketidakadilan yang mereka alami dalam keluarganya dan lingkungan sejak kecil. Apakah Tuhan menciptakan wanita untuk berada di bawah nilai pria, atau hanya berfungsi sebagai pelengkap penderita saja? Apakah memang wanita tidak layak untuk mendapat kehormatan sebagaimana halnya pria? Haruskah anda yang wanita menyesal dilahirkan bukan sebagai pria? Tuhan tidak memandang seperti itu. Di mata Tuhan semua manusia ciptaanNya sama berharga, dan sama dikasihiNya. Tidak ada perbedaan gender dalam curahan kasih yang berasal dari Allah. Dan Alkitab pun banyak mencatat bahwa wanita memiliki peran-peran yang luar biasa penting bagi kelangsungan hidup manusia. Bukan saja sebagai sosok yang melahirkan, tetapi punya peranan yang luar biasa besar pula dalam perkembangan manusia, termasuk di dalamnya dari segi spiritual.

Sejak awal kitab Kejadian Tuhan sudah menyatakan peran penting figur wanita. Perhatikan ayat berikut: “TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18). Tidak baik, it is not good, kata Tuhan, bagi pria untuk hidup sendirian. Maka wanita pun Dia ciptakan dengan fungsi sebagai penolong. Bukan pelengkap penderita, tetapi penolong. Lalu penolong yang bagaimana? Tuhan bilang yang sepadan. Bukan dibawah, bukan lebih rendah, tetapi sepadan, sederajat. Kata penolong dan sepadan menunjukkan dengan jelas bagaimana pentingnya arti wanita di mata Tuhan.

Selanjutnya dalam Titus kita bisa menemukan pesan penting lainnya buat wanita. Demikian bunyinya: “Demikian juga perempuan-perempuan yang tua, hendaklah mereka hidup sebagai orang-orang beribadah..” (Titus 2:3). Wanita yang sudah dewasa diingatkan dan diharapkan supaya hidup sebagai orang-orang yang beribadah. Ayat ini kemudian dilanjutkan dengan peringatan “jangan memfitnah, jangan menjadi hamba anggur, tetapi cakap mengajarkan hal-hal yang baik.” Ini penting untuk diingat agar para wanita dewasa mampu “mendidik perempuan-perempuan muda mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya.” (ay 4-5). Dan semua ini dilakukan “agar Firman Allah jangan dihujat orang.” (ay 5). Itu artinya peran yang diemban wanita tidak main-main dan sangat penting. Bukan hanya bagi diri mereka sendiri dan keluarga, tetapi lebih dari itu, peran mereka penting untuk merepresentasikan Kerajaan Allah di muka bumi ini. Seorang wanita yang mengemban tugas dengan baik dan menjalankan fungsi mereka seperti yang dikehendaki Tuhan akan menjadi kesaksian tersendiri bagi orang-orang disekitarnya dan lingkungan kemasyarakatan di mana mereka ada.

Kembali kepada ayat bacaan kita di atas, para wanita diminta untuk menunjukkan kehidupan sebagai orang-orang beribadah. Kata beribadah bukanlah sekedar ke gereja atau menyanyikan puji-pujian, tetapi lebih dari itu, sebuah ibadah sejati haruslah menyangkut segala aspek kehidupan kita, termasuk mempersembahkan diri kita sendiri sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan bagi Allah. “Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” (Roma 12:1).

Bayangkan bagaimana gersangnya dunia tanpa ada sentuhan wanita disana. Apa jadinya hidup tanpa sosok wanita? Hari ini secara khusus saya ingin memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada anda, para wanita. Bersyukurlah jika anda dilahirkan sebagai wanita, sebab anda istimewa di mataNya. Embanlah tugas dan fungsi seperti yang telah dipesankan Tuhan dengan sebaik-baiknya, dan jadilah kesaksian yang indah yang akan memuliakan Tuhan di mata dunia. Bagikan kehidupan yang bermakna yang mampu memperkenalkan kasih Tuhan yang begitu besar bagi manusia, karena saya tidak bisa membayangkan apa jadinya hidup ini tanpa kehadiran anda.

Setumpuk tugas penting yang diemban menunjukkan betapa penting sosok wanita dalam kehidupan manusia

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: