Wisata Lombok: Tiga “Gili” di Lombok Barat (5C)

Gili Trawangan kawasan hotel untuk berjemur diriTERNYATA, ada tiga kawasan wisata pantai luar pulau dengan nama sama “Gili” di Lombok Barat. Dari ketiga “Gili” itu, memanglah Gili Trawangan yang sudah goes international sejak lama. Kedua lainnya adalah Gili Meno dan Gili Air. Untuk menuju ketiga kawasan wisata bahari di Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Air itu, wisatawan hanya menggunakan moda […]

Gili Trawangan kawasan hotel untuk berjemur diri

TERNYATA, ada tiga kawasan wisata pantai luar pulau dengan nama sama “Gili” di Lombok Barat. Dari ketiga “Gili” itu, memanglah Gili Trawangan yang sudah goes international sejak lama. Kedua lainnya adalah Gili Meno dan Gili Air.

Untuk menuju ketiga kawasan wisata bahari di Gili Meno, Gili Trawangan, dan Gili Air itu, wisatawan hanya menggunakan moda transportasi laut dengan kapal motor konvensional dan speedboat. Bisa datang dari Pelabuhan Bangsal di Pemenang atau beberapa spot dermaga di Senggigi dan kawasan privat lainnya.

Menurut Boi Jemadi, front desk manager sebuah hotel di kawasan Senggigi, kata daerah Lombok yakni ‘gili’ artinya pulau kecil.

Umumnya, wisatawan pecinta diving dan snorkeling akan dengan suka cita mengunjungi ketiga kawasan “Gili” ini secara bergantian, tergantung minat utama mereka ke kawasan ini. Kalau suka wahana night spots dimana banyak party digelar di tengah keramaian orang –terutama wisatawan asing—maka Gili Trawangan menjadi primadona.

Kalau ingin lebih menikmati keheningan dan keindahan pemandangan bawah air, maka beberapa spot di Gili Meno dan Gili Air menjadi pilihan terbaik.

Masih menurut Boi Jemadi, di kawasan Lombok Barat sebenarnya masih ada banyak ‘gili’ lainnya.

Gili Trawangan naik cikar dan sepeda

Naik cikar dan sepeda onthel menjadi moda transportasi paling oke di Gili Trawangan, Lombok Barat. Lainnya adalah jalan kaki. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Gili Trawangan Lombok turis naik cikar

Gili Trawangan tidak mengenal moda transportasi motor alias asap knalpot. Semua moda transportasi sifatnya manual dan ‘alami’; maka cikar atau sepeda onthel menjadi pilihan utama di sini. Turis asing suka menggunakan cikar untuk mengangkut koper dan bawaan mereka dari pelabuhan menuju tempat-tempat penginapan. Barulah sesudahnya, mereka memilih sepeda onthel. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Namun, memang baru tiga ‘gili’ yakni Trawangan, Meno, dan Air yang sudah maju dan punya fasilitas sandar dan lepas jangkar untuk kapal-kapal wisatawan. Baru di kawasan ketiga gili itu pula sudah bertebaran fasilitas penginapan berikut penunjangnya.

Kata Boi Jemadi, masih ada banyak ‘gili’ lain yang lebih bagus namun belum dioptimalkan potensi wisatanya oleh para pemangku kepentingan setempat. “Taruhlah itu Gili Naggu, Gili Sudaq, Gili Kedis, Gili Gede, Gili Asahan yang semuanya ada di kawasan Lombok Barat,” terang karyawan sebuah hotel di Senggigi menjawab Sesawi.Net menjelang akhir Desember 2014 lalu.

Mari sekarang kita bahas satu per satu ketiga kawasan wisata pantai dengan nama depan sama: Gili.

Gili Trawangan
Selain sudah goes international sejak lama, Gili Trawangan berlokasi paling jauh dari bibir pantai Pelabuhan Bangsal di ‘daratan’ Pulau Lombok bagian barat. Apa yang menjadi suguhan utama Gili Trawangan kiranya keramaian massal dimana banyak turis asing dan lokal sering tumpleg bleg di sini.

Begitu kaki menginjakkan diri di Gili Trawangan, maka wisatawan bisa menempuh tiga cara untuk menikmati keindahan pulau kecil ini.

  • Naik cidomo bertenaga kuda mengelilingi pulau.
    Banyak wisatawan suka menggunakan cikar kuda menyusuri jalanan utama kawasan Gili Trawangan ini. Selain tidak perlu bersusah payah mengeluarkan energy ekstra melawan panas matahari, naik cikar bertenaga kuda juga menjadi pengalaman eksotis tersendiri. Apalagi naik cikar lengkap dengan semua koper dan barang bawaannya. Cikar-cikar di Gili Trawangan menggunakan sistem klakson konvensional yang biasa dipakai oleh para kusir di Jawa: klintingan.
  • Bersepeda onthel menjadi opsi kedua, karena di seluruh Gili Trawangan tidak tersedia moda tranportasi mobil dan sepeda motor. Selain menjaga lingkungan tetap bebas asap knalpot, berkeliling sepeda onthel dirasakan lebih fleksibel bagi wisatawan karena sesekali bisa berhenti mana suka.
  • Jalan kaki, meski membuat penat kaki dan kepanasan juga banyak dilakukan oleh para turis di Gili Trawangan.
Gili Trawangan Lombok naik sepeda

Sepeda onthel menjadi andalan utama para para pelancong asing di Gili Trawangan. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Gili Trawangan kawasan pantai 2

Jalan kaki di tengah hawa panas menjadi tantangan tersendiri di Gili Trawangan. Karena itu, jangan sampai lupa membawa sunscreen, kacamata hitam sunglasses, topi, dan minu air banyak-banyak. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Atmosfir “Barat”
Di Gili Trawangan, amosfir wisata gaya Barat sedemikian kentalnya. Tidak hanya karena di sepanjang jalur utama ini banyak kafe dan resto bernama Barat lengkap dengan menu makan-minum khas Barat, melainkan juga gaya hidup wisatawan asing di Gili Trawangan sudah ‘bule banget’.

Wisatawan asing perempuan naik sepeda dengan hanya berbikini ria atau cowoknya bertelanjang dada sudah menjadi pemandangan sehari-hari di sini.

Gang-gang kecil dimana berdiri puluhan rumah ‘kos’ untuk homestay juga sudah dipenuhi warga asing. Bahkan di beberapa sudut jalan, saya melihat beberapa orang asing menjadi ‘mandor’ atas sejumlah projek pembangunan resto atau kafe baru. Sudah pastilah, orang-orang asing inilah yang telah menanamkan modalnya untuk investasi di Gili Trawangan.

Kalau malam, kata penduduk setempat, jangan Tanya lagi: Gili Trawangan menjadi surge untuk night party. Bunyi gedebag-gedebug music house sudah menjadi menu sehari-hari di Gili Trawangan, ketika matahari sudah lelap tidur terbenam angslup secara sempurna di kawasan barat.

Gili Trawangan Lombok resto temaram

Bibir pantai menjadi lokasi paling eksotik bagi pengelola resto dan kafe untuk memanjakan para turis asing yang suka duduk berlama-lama sembari makan-minum di kawasan wisata ini. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Gili Trawangan turis bersantai

Hang-out bersama rekan-rekan wisatawan dari berbagai negara menjadi menu sehari-hari di Gili Trawangan. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Gili Meno dan Gili Air
Sedikit agak berbeda dengan Gili Trawangan yang dalam bulan-bulan tertentu menjadi sedemikian ramai, maka Gili Meno dan Gili Air terasa lebih ‘sunyi’. Selain tidak banyak penduduk lokalnya, kedua gili ini juga lebih menawarkan ‘wisata air’ daripada wisata gaya hidup pesta-pesta seperti di Gili Trawangan.
Snorkeling dan diving menjadi primadona di kedua gili ini: Air dan Meno.

Gili Meno terletak di posisi paling tengah diapit oleh Gili Trawangan dan Gili Air. Sementara, demikian salah satu literature menulisnya, Gili Air menempati posisi geografisnya lebih mendekati Pulau Lombok.

Jadi, kalau berkesempatan datang mengunjungi Lombok Barat, maka jangan sampai tidak pergi ke Trio Gili.

tiga gili di lombok by wisata lombok

Kawasan wisata pantai dan air di tiga “Gili” di Lombok Barat yakni Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air. (Courtesy of Wisata Lombok)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply