Wisata Lombok: Sade, Kampung Tradisional Komunitas Sasak di Lombok Timur (3)

Sasak Lombok kain dan alat pemintalan

KALAU menyisir kawasan wisata di belahan Pulau Lombok bagian timur, jangan lupa mengunjungi Sade. Inilah kampung tradisional komunitas masyarakat Sasak –penduduk asli Lombok—yang menawari para pelancong dengan tradisi kemampuan mereka dalam ’merangkai’ benang menjadi kain.

Sade terletak persis di pinggir badan jalan utama yang menghubungkan Mataram – Praya – beberapa kota di Lombok Timur. Jadi, menemukan desa Sade bukanlah halangan besar bagi kaum wisatawan karena di tepi jalan ini ada beberapa sign post yang bisa dibaca dengan jelas: “Welcome to Sasak Village: Sade – Rembitan – Lombok”. (Baca juga:  Wisata Lombok: Mawun, Wisata Pantai Paling Top di Lombok Timur (2)

Lalu apa yang istimewa di Kampung Sasak di Sade, Rembitan, Lombok Timur ini?

  • Kampung Sade menawarkan aroma kehidupan serba ‘tradisional’ khas Sumba. Ini tidak hanya berupa tampilan rumah tradisional mereka yang atapnya terbuat dari rumbai-rumbai ilalang; melainkan juga cara hidup mereka pun juga ‘tradisional’. Alat-alat masak pun masih terbuat dari tungku api.
  • Kemampuan masyarakat Sade mewarisi tradisi mumpuni yakni memintal benang-benang menjadi kain khas Lombok.
  • Masih menggunakan sistem pewarnaan ‘murni’ karena memakai bahan-bahan alami seperti dedaunan dan buah-buahan khusus.
Kampung Sade Sasak Lombok perempuan memintal ok

Memintal benang dengan sistem pewarnaan tradisional dan alami menjadi kain adalah keahlian kaum perempuan Sasak, masyarakat asli Pulau Lombok. Di kampung Sade, Rembitan di Lombok Timur inilah warisan budaya tinggi yakni kemampuan membuat kain terus berlangsung dan masih eksis hingga kini. (Royani Lim/Sesawi.Net)

  •  Sistem kekerabatan mereka masih sedemikian ‘kuat’ sehingga –seperti dikatakan pemandu wisata—hubungan antar keluarga menjadi sedemikian ‘akrabnya’ karena pertalian perkawinan.
  • Sade menjual keanekaragaman kain khas Lombok. Di Sade inilah, para gadis Sasak sedari kecil belajar memintal benang dan menjadikannya kain. Kegiatan memintal benang dan kemudian ‘menyulapnya’ menjadi kain ini mereka lakukan, ketika ada waktu ‘reses’ tidak pergi ke sawah.

Kawin lari
Menurut pemandu wisata, sistem perkawinan yang diretas dalam kekerabatan antar keluarga terjadi secara menarik. Ketika seorang pemuda lokal Sasak mengaku tertarik dengan gadis pujaannya –juga gadis lokal Sasak–, maka yang terjadi adalah ‘penculikan’.

Sasak perkampungan rumah

Permukiman masyarakat Sasak –penduduk asli Lombok– di Sade, Rembitan, Lombok Timur. (Royani Lim/Sesawi.Net)

Sasak Lombok rumah tradisional

Rumah-rumah tradisional masyarakat Sasak di Lombok. Pada umumnya, rumah-rumah ini beratapkan ilalang. (Royani Lim/Sesawi.Net)

Sang gadis sengaja ‘diculik’ pemuda untuk kemudian dilarikan dan ‘disembunyikan’ di sebuah tempat rahasia. Pada gilirannya nanti, beberapa anggota keluarga pemuda ini akan mendatangi keluarga perempuan dan memberitahukan bahwa gadis mereka telah ‘dipinang’ oleh sang pemuda pujaannya dan kondisi gadis itu dalam keadaan sehat dan aman.

Barulah kemudian, berlangsung pembicaraan mendetail mengenai proses pelamaran dan akhirnya perkawinan pemuda dengan gadis pujaannya itu.

Sade sasak perempuan memintal

Memintal benang dan kemudian menenunnya menjadi kain khas Lombok menjadi keahlian kaum perempuan Sasak di desa Sade, Rembitan, Lombok Timur. (Royani Lim/Sesawi.Net)

Ilalang dan kain
Sade yang merupakan kampung tradisional masyarakat Sasak di Rembitan ini dicirikan antara lain deretan rumah-rumah ilalang yang saling berhimpitan. Berdiri kokoh di kawasan ‘dataran tinggi’ sekitar 2-3 meter di atas permukaan jalan raya utama jalur Praya-Lombok Timur, kawasan permukiman penduduk Sasak ini sungguh unik.

Tidak saja karena atap rumah-rumah tradisional mereka ini terbuat dari ilalang, melainkan juga di rumah-rumah tradisional ini mereka aktif melakukan apa yang menjadi warisan leluhur mereka: memintal benang menjadi kain.

Jangan membayangkan kalau proses pemintalan benang menjadi kain ini terjadi melalui proses mekanisasi yang canggih. Sama sekali bukan. Pemintalan benang menjadi kain terjadi secara manual dan dikerjakan oleh tangan-tangan canggih kaum perempuan Sasak.

Sasak Lombok kain dan alat pemintalan

Budaya tinggi masyarakat Sasak di Lombok terbukti melalui kemampuan kaum perempuan Sasak memintal benang menjadi kain-kain khas Lombok dengan sistem pewarnaan alami. Semua kain khas Lombok ini seratus persen hand-made. (Royani Lim/Sesawi.Net)

Peralatannya pun sangat sederhana; hanya terbuat dari batang-batang kayu. Sang pemintal –utamanya adalah kaum perempuan— dipersilakan duduk dengan posisi badan tegak, sementara kedua tangannya mulai memindai untaian benang untuk kemudian memainkan ‘persilangan’ berbagai benang warna-warni menjadi kain.

Mengapa harus ada pemandu wisata di Sade?
Inilah pertanyaan nakal yang muncul, ketika mulai memasuki kawasan Sade dari arah jalan raya. Menurut Irwan –sopir sekaligus pemandu wisata kami selama sepekan wisata di Lombok—pemandu wisata diperlukan agar informasi lengkap mengenai seluk-beluk masyarakat Sade bisa diperoleh secara proporsional.

Itu termasuk kisah-kisah menarik tentang kaum perempuan Sasak yang punya keahlian istimewa: mengubah benang menjadi kain melalui proses pemintalan secara manual. Kain-kain khas Sasak Lombok ini seratus persen hand-made.

sasak sade pemandu wisata

Seorang pemandu wisata lokal membantu para wisatawan dengan limpahan informasi penting dan menarik mengenai sisi-sisi budaya dan tradisi masyarakat Sasak di Lombok. (Royani Lim/Sesawi.Net)

Lainnya, kisah menarik tentang ‘prosesi’ peminangan gadis oleh pemuda pujaannya melalui mekanisme ‘penculikan’.

Untuk jasa para pemandu wisata ini, para pelancong bisa memberi ala kadarnya sesuai kemampuan dan kerelaan. Pos lain yang mesti diisi adalah ‘kas’ desa berupa kotak kecil di ujung jalan yang merupakan akses utama dari jalan raya menuju Kampung Sasak.

Sasak Sade dari tepi jalan

Permukiman masyarakat tradisional Sasak di Desa Sade, Rembitan, Lombok Timur dilihat dari sisi jalan raya. (Royani Lim/Sesawi.Net)

Sade Sasak plang nama

Plang papan nama Desa Sade, Rembitan, Lombok Timur. (Royani Lim/Sesawi.Net)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: