Wisata Lombok: Pantai Kuta Juga Ada di Lombok Timur (4)

Pantai Kuta Lombok hunian berbintangNAMA Pantai Kuta di Legian, Bali, jelas sudah mendunia. Namun, di Lombok Timur di Provinsi Nusa Tenggara Barat, nama Pantai Kuta pun juga perlahan merangkak goes international. Namun agak berbeda dibandingkan dengan Pantai Kuta di Legian, Pantai Kuta di Lombok lebih banyak menawarkan panorama pantai dengan latar belakang batu-batu cadas. Sementara, Pantai Kuta di Legian, […]

Pantai Kuta Lombok hunian berbintang

NAMA Pantai Kuta di Legian, Bali, jelas sudah mendunia. Namun, di Lombok Timur di Provinsi Nusa Tenggara Barat, nama Pantai Kuta pun juga perlahan merangkak goes international.

Namun agak berbeda dibandingkan dengan Pantai Kuta di Legian, Pantai Kuta di Lombok lebih banyak menawarkan panorama pantai dengan latar belakang batu-batu cadas. Sementara, Pantai Kuta di Legian, Bali, menjadi tempat favorit bagi para turis asing dan lokal untuk berjemur diri, main selancar air, dan jalanan menuju ke situ kian hari juga kian padat.

Mengunjungi Pantai Kuta di Lombok Timur menjelang datangnya sunset sungguh menarik hati. Sejauh mata memandang, kawasan pesisir pantai yang di sana-sini banyak bertengger ‘bukit-bukit’ kecil bercadas ini menjadi menarik perhatian wisatawan. Tentu saja, ini  hiburan meriah bagi mereka yang suka berfoto selfie dengan mengandalkan pemandangan alam berupa bebatuan cadas sebagai latar belakangnya.

Tak jauh dari Pantai Kuta –kurang lebih 3 km— berlokasi kawasan pesisir yang tak kalah cantiknya. Memiliki perairan yang kurang lebih tenang dan air yang begitu jernah, kawasan pantai ini masuk dalam teritori hunian berbintang. Meski demikian, publik masih punya akses masuk menyusuri kawasan pantai yang resminya sudah dikapling oleh hunian berbintang ini. Parkir mobil dibandrol dengan harga tiket masuk sebesar Rp 10 ribu oleh penjaga lokal. (Baca juga: Wisata Lombok: Sade, Kampung Tradisional Komunitas Sasak di Lombok Timur (3)

Canoeing

Sedikit sama dengan Pantai Kuta, kawasan pesisir di wilayah hunian berbintang ini juga menawari pesona pasir putih, perairan yang tenang, dan latar belakang bebatuan cadas. Namun di sini, wisatawan lebih dimanja lagi dengan fasilitas canoeing dimana dua wisatawan bisa ‘berlayar’ canoe dengan mengandalkan kekuatan sampan yang mereka dayung.

Pantai Kuta canoeing

Bermain canoe di semenanjung Pantai Kuta, Lombok Timur. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Pantai Kuta menjelang sunset

Temaram sesaat sebelum matahari tenggelam di barat menjadi pemandangan menyejukkan di Pantai Kuta, Lombok Timur. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Di kala senja –seiring dengan waktu tenggelamnya matahari di ujung barat—Pantai Kuta di Lombok Timur menjadi sensasi tersendiri. Terlebih ketika menikmati pasir putih dengan hamparan bebatuan cadas yang menjadi ciri khas pantai ini.

Pedagang lokal
Kalau pun ada yang tidak menyenangkan bagi wisatawan di Pantai Kuta, maka hal itu tidak lain saking semangatnya para pedagang menjajakan dagangannya kepada wisatawan. Pemandu wisata sekaligus sopir travel kami sampai bilang begini, “Kalau tidak ingin beli, sebaiknya tak acuh saja dengan tawaran mereka itu. Sekali menunjukkan gelagat mau membeli, maka berbondong-bondong pedagang akan segera mengerubuti Anda.”

Benar juga. Susan yang semula hanya ingin ‘melirik’ kain khas Lombok dan sama sekali tak berminat ingin menawar, karuan saja langsung ‘diserbu’ pedagang. Dengan caranya masing-masing, mereka menawarkan harga kain dengan harga kompetitif.

Pantai Kuta pedagang

Serbuan pedagang yang ingin menjajakan dagangannya menjadi keriuhan tersendiri di Pantai Kuta, Lombok Timur. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Pantai Kuta Lombok

Inilah Pantai Kuta di bagian timur Pulau Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net0

Bagaimana kalau memang tidak minat mau beli?

Nah, ini yang paling menjengkelkan. Sudah tak berminat membeli, malahan ditambahi komentar pedagang begini: “Ya, jangan begitu (baca: jangan tidak jadi beli ya, toh sudah melihat-lihat dagangan)!”

Repot bukan?

Karena tak tahan mendengar celotehan itu, maka Susan pun membeli 5 helai kain yang sebenarnya juga tidak sangat dia butuhkan. Tapi, mau bagaimana lagi? Pintu mobil mau ditutup, tapi masih kehalang oleh keranjang para bakul kain ini.

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply