Wisata Lombok: Naik Kapal Motor Menyeberang ke Gili Trawangan (5B)

Naik kapal dari Pelabuhan Bangsal LombokKE Gili Trawangan, jangan takut akan kehabisan kapal motor. Di musim-musim liburan panjang seperti akhir tahun dan akhir tahun ajaran –Desember dan kurun waktu Juni-Juli-, nyaris setiap 10 menit kapal-kapal motor siap melayani pelayaran penumpang dari Pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan. “Trip terakhir dari Gili Trawangan menuju Pelabuhan Bangsal adalah pukul 17.00 WITA,” demikian pemandu […]

Naik kapal dari Pelabuhan Bangsal Lombok

KE Gili Trawangan, jangan takut akan kehabisan kapal motor. Di musim-musim liburan panjang seperti akhir tahun dan akhir tahun ajaran –Desember dan kurun waktu Juni-Juli-, nyaris setiap 10 menit kapal-kapal motor siap melayani pelayaran penumpang dari Pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan.

“Trip terakhir dari Gili Trawangan menuju Pelabuhan Bangsal adalah pukul 17.00 WITA,” demikian pemandu wisata Irwan mengingatkan kami sebelum menyeberang meninggalkan ‘daratan’ Pulau Lombok menuju gugusan pulau-pulau kecil bernama ‘Gili’. (Baca juga: Wisata Lombok 5: Dua Rute Utama menuju Gili Trawangan (5A)

Dua jenis moda transportasi
Pelabuhan Bangsal di Pemenang, Lombok Barat, menjadi ‘pintu masuk’ utama menuju Gili Trawangan. Pelabuhan ini memberi layanan dua jenis moda transportasi laut menuju Gili dari Bangsal, dusun kecil di bibir pantai.

Yang paling umum adalah kapal motor dengan daya muat penumpang kurang lebih 30-40 orang. Opsi lainnya adalah kapal motor dengan speed lebih kencang yang biasa mereka sebut fastboat. Kedua moda transportasi ini bertolak dari Pelabuhan Bangsal.

Lokel tiket Pelabuhan Bangsal Lombok

Loket penjualan tiket kapal motor dan kapal cepat di Pelabuhan Bangsal, Lombok Barat, NTB. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Untuk carteran khusus, di beberapa titik di sepanjang Senggigi – Bangsal juga tersedia kedua moda transportasi ini namun dengan tarif khusus dan destinasi khusus sesuai pesanan penumpangnya. Biasanya, opsi ini dipilih oleh kelompok turis dengan minat khusus seperti misi jelajah maritim, diving atau snorkeling di lokasi-lokasi khusus.

Pos penjualan tiket Pelabuhan Bangsal Lombok

Kantor penjualan tiket kapal motor –baik konvensional maupun cepat– di Pelabuhan Bangsal. Ini merupakan pintu masuk utama dari ‘daratan’ Pulau Lombok di kawasan barat menuju gugusan tiga pulau kecil bernama ‘Gili’. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Pelabuhan Bangsal Lombok pemeriksaan tiket kapal

Pemeriksaan tiket dilakukan secara manual oleh petugas lapangan, persis sesaat sebelum baru penumpang boarding memasuki kabin kapal motor di Pelabuhan Bangsal, Lombok Barat, NTB. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Rombongan saya memilih jalur konvensional, yakni memakai kapal motor untuk penyeberangan dari Pelabuhan Bangsa menuju salah satu gugusan pulau bernama ‘Gili” yakni Gili Trawangan. Ongkos tiket untuk penyeberangan ini adalah Rp 18 ribu/pax sudah termasuk ongkos asuransi jasa raharja.

Untuk jasa penyeberangan dengan speedboat atau fastboat, tiketnya dihargai Rp 100 ribu/pax.

Lama perjalanan waktu penyeberangan dengan kapal motor biasa adalah 35-45 menit, tergantung kondisi perairan sewaktu: apakah ada banyak ombak atau tidak. Sementara, fastboat hanya butuh waktu tak kurang dari 10 menit untuk menjangkau Gili untuk kemudian bisa menurunkan jangkarnya.

Jangan heran, kalau naik kapal motor konvensional akan bertemu dengan para pedagang lengkap dengan semua barang dagangannya: sayuran, buah-buahan, dan aneka kebutuhan rumah tangga. Ini tak bisa kita tolak, karena kapal motor memang merupakan moda transportasi andalan mereka dari Gili menuju Pulau Lombok dan demikian pula sebaliknya.

Naik kapal dari Pelabuhan Bangsal Lombok

Para penumpang mengikuti jalur antrian untuk ‘boarding’ memasuki kapal motor yang akan membawa mereka menyeberang dari ‘daratan’ Pulau Lombok di Pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Penumpang dalam kapal perjalanan menuju Gili Trawangan Lombok

Menikmati pelayaran sepanjang 45 menit dari Pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Gili Trawangan Lombok pelabuhan 2

Langsung terjun ke air laut adalah kenikmatan tersendiri naik kapal menyeberang dari Pelabuhan Bangsal menuju Gili Trawangan. Tak seperti naik kapal dari dermaga pelabuhan besar, akses masuk penumpang ke kabin kapal terjadi melalui air laut langsung. Penumpang harus merelakan diri ‘terjun’ ke perairan dangkal sedalam kurang lebih selutut untuk kemudian bisa ‘boarding’ masuk kapal. Pun pula sebaliknya, keluar kapal menuju daratan juga harus ‘terjun’ ke laut langsung. (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

Tak perlu takut kena hujan, karena kapal-kapal motor ini juga menyediakan terpal dan plastic tebal untuk menahan laju air hujan yang menghempas ke badan kapal.

Rombongan kami menyeberang ke Gili pada akhir Desember 2014. Meski terkena hujan dalam perjalanan pulang menuju ‘daratan’ Pulau Lombok, namun perairan boleh dibilang sangat tenang. Gelombang ombak nyaris tidak ada sehingga laju perjalanan kapal sedemikian nyamannya.

Menurut penuturan masyarakat setempat, ombak besar biasanya terjadi pada musim-musim tertentu yakni kurun waktu bulan  Januari-Februari sampai pertengahan tahun. Pada musim-musim ini, goncangan ombak akan terasa mengguncang badan kapal –entah konvensional dan apalagi fastboat—sehingga otoritas syahbandar setempat juga takkan ragu memutuskan kapal-kapal harus menghentikan trayek perjalanannnya demi alasan keselamatan.

Namun, tidak setiap hari perairan Lombok selalu diguncang ombak-ombak besar pada kurun masa itu. Paling-paling hanya 1-2 hari dan kemudian hari lainnya perairan menjadi lebih tenang lagi.

Gili Trawangan Lombok sign post

Pasir putih di Gili Trawangan tersaji di depan mata, ketika kapal mulai berlabuh melepas jangkar di pelabuhan setempat. Sebuah papan nama ukuran jumbo menyambut hangat kedatangan para wisatawan yang mulai menjejakkan kakinya di butiran pasir putih Gili Trawangan, Lombok Barat, (Mathias Hariyadi/Sesawi.Net)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply