Wibawa dan Kuasa Yesus

Yesus kuasa by PinterestSelasa, 2 September 2014. Hari Biasa XXII 1Korintus 2:10b-16; Mazmur 145:8-14; Lukas 4:31-37 “Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: ” Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh- roh jahat dan merekapun keluar” (Lukas 4:36). BACAAN Injil hari ini mewartakan daya wibawa dan […]

Yesus kuasa by Pinterest

Selasa, 2 September 2014. Hari Biasa XXII
1Korintus 2:10b-16; Mazmur 145:8-14; Lukas 4:31-37

“Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: ” Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh- roh jahat dan merekapun keluar” (Lukas 4:36).

BACAAN Injil hari ini mewartakan daya wibawa dan kuasa Yesus. Dua kali disebutkan tentang daya kuasa dan wibawa Yesus. Yang pertama berupa deskripsi. Yang kedua berupa reaksi.

Pertama-tama, St. Lukas mencatat dan mewartakan bahwa orang-orang Kapernaum “takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa” (Lukas 4:32). Kemudian, diwartakan pula komentar dan reaksi semua orang yang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, “Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar” (Lukas 4:36).

Mari kita renungkan wibawa dan kuasa Yesus. Mengapa Yesus penuh wibawa dan kuasa? Jawaban untuk itu jelas. Yesus penuh wibawa dan kuasa karena Ia Putra Allah yang hidup. Itulah sebabnya, Ia berbicara dan mengajar dengan penuh wibawa dan kuasa.

Yesus berbicara tentang Allah tidak seperti orang-orang sebelumnya. Para Rabi Yahudi mengajar dengan mengutip otoritas orang lain, misalnya Nabi Musa. Yesus tidak. Ia juga tidak perlu dukungan wibawa siapapun dalam pengajaran-Nya.

Yesus sendirilah yang menjadi wibawa dan daya kuasa sebab Dialah Sang Sabda yang Memanusia. Maka, bila Yesus berbicara, daya kuasa Allah sendirilah yang berbicara. Itulah sebabnya, kekuatan Setan pun melemah di hadirat-Nya. Mereka tunduk kepada-Nya.

Yesus memiliki seluruh wibawa dan kuasa untuk menyembuhkan tiap-tiap penyakit dan mengalahkan setiap kejahatan karena Ia adalah Putra Allah yang hidup. Dialah Sang Sabda yang Memanusia. Dia bersatu dengan Allah yang sumber segala yang ada. Dalam kuasa-Nya, Yesus menaklukkan kuasa jahat dan membungkam mulut roh-roh kejahatan.

Yesus Kristuslah kebenaran dan hidup. Ia memiliki wibawa dan kuasa untuk memerdekakan kita dari setiap kejahatan, dosa dan penindasan. Ia juga memiliki wibawa dan kuasa untuk menyembuhkan tubuh, pikiran dan jiwa kita.

Nah, bila roh-roh jahat saja mampu mengenali wibawa dan kuasa Yesus Kristus, Tuhan, Putra Allah yang hidup, betapa lebih lagi kita seharusnya. Kita pun ditantang untuk lebih mengenal wibawa dan kuasa-Nya, melalui Injil sebagai kabar gembira dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya!

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, Yesus bersabda kepada kita dengan Sabda yang hidup setiap detik, menit, saat dan setiap hari tanpa henti. Maka, kita boleh berjalan dalam kemerdekaan kasih dan kebenaran-Nya. Mari kita mendekati Sang Sabda yang Memanusia dan tinggal di antara kita dengan kelembutan dan kerendahan hati. Mari kita menyembah-Nya dengan sungguh, agar kita mampu melaksanakan kehendak-Nya. Semoga kita lebih dekat dengan-Nya dan melakukan lebih baik lagi kehendak-Nya berkat Adorasi Ekaristi Abadi.

Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah yang penuh wibawa dan kuasa untuk memurnikan hati kami. Engkaulah Sang Sabda kehidupan kekal. Ajarilah kami untuk percaya kepada-Mu dan tidak pernah meragukan belas kasih keselamatan-Mu. Semoga wibawa dan kuasa-Mu menyembuhkan kami, memulihkan dan memerdekakan kami dari dosa, kejahatan dan penindasan, kini dan selamanya. Amin.

Girli Kebon Dalem
SALAM TIGA JARI: Persatuan Indonesia dalam Keragaman

»̶•̵̭̌•̵̭̌✽̤̈̊•Ɓέяќǎђ•ĐǎƖєm•✽̤̥̈̊•̵̭̌•̵̭̌«̶
“abdi Dalem palawija”

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply