What a Friend We Have in Jesus

Ayat bacaan: Yohanes 15:14=========================”Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.””A friend in need is a friend indeed.” Begitu kata bijak yang sudah kita kenal. Seorang teman yang ada pada saat dibutuhka…

Ayat bacaan: Yohanes 15:14
=========================
“Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.”

“A friend in need is a friend indeed.” Begitu kata bijak yang sudah kita kenal. Seorang teman yang ada pada saat dibutuhkan adalah seorang sahabat yang benar-benar alias sejati. Memang seperti itulah seharusnya. Teman saat suka itu banyak dan mudah dicari. Tapi teman yang ada mendampingi kita di saat duka itu tidak mudah didapat. Kehadiran sahabat yang baik, kita akan bisa terdorong atau termotivasi untuk terus maju, kita akan merasa jauh lebih aman karena kita tahu kita tidak sendirian, dan tentu saja dalam segi kerohanian pun kita akan mampu bertumbuh jika kita bersahabat dengan orang-orang yang benar. Seorang sahabat berbeda dengan teman yang bisa datang dan pergi kapan saja. Seorang sahabat yang sejati akan selalu berusaha hadir bersama kita menjadi pendengar yang baik, menghibur, menguatkan dan memberi bantuan di kala kita butuhkan.

Ada sebuah lagu terkenal yang sudah dinyanyikan ulang dari masa ke masa sejak awal ditulis pada tahun 1855 oleh Joseph Scriven berjudul “What a Friend We Have in Jesus.”  Liriknya yang cukup panjang mudah dicari di internet dan akan sangat baik apabila dibaca isinya. Lagu yang sangat indah ini mengingatkan kita bahwa diatas segalanya, Yesus adalah sahabat sejati yang paling luar biasa yang bisa kita temukan. Manusia yang tidak sempurna sekali waktu bisa mengecewakan kita, tetapi Tuhan yang begitu besar kasihNya, bahkan telah menebus kita semua agar bisa selamat masuk ke dalam KerajaanNya sudah berulang kali menegaskan bahwa Dia rindu untuk menjadi sahabat kita.

Tuhan sendiri mengulurkan tangan menawarkan sebuah persahabatan dengan kita, bukankah itu sesuatu yang luar biasa istimewa? Kalau Tuhan sudah menunjukkan keistimewaan yang akan Dia berikan kepada manusia yang mau menjalin kekariban denganNya seperti yang tertulis pada Imamat 10:3 “. “Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku…” dan Mazmur 25:14 “TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.”, kedatangan Kristus turun ke muka bumi ini membuat manusia bisa merasakan kehadiran dan kedekatan Tuhan sebagai seorang sahabat yang peduli secara langsung ditengah-tengah mereka. Segala keistimewaan bisa kita dapatkan dari seorang sahabat di dunia, apa yang kita bisa mendapatkan dari Yesus jauh lebih dari itu.

Akan hal status sebagai sahabat, Yesus sudah menyampaikan apa yang menjadi syaratnya. “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu.” (Yohanes 15:14). Apakah yang diperintahkan Yesus itu berat? Kenyataannya sama sekali tidak, dan itu bisa kita baca dalam ayat sebelumnya. “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu.” (ay 12). Jika kita melakukan apa yang Dia perintahkan kepada kita, yaitu agar kita saling mengasihi satu sama lain seperti Yesus sendiri mengasihi kita, maka kita memperoleh hak super istimewa yaitu menjadi sahabat Yesus.

Ada banyak sekali keuntungan yang bisa kita peroleh dari bentuk persahabatan. Jika membangun persahabatan dengan sesama manusia saja sudah begitu luar biasa, apalagi jika persahabatan itu terjalin antara kita dengan Yesus, Tuhan yang tidak terbatas kuasaNya melebihi segala sesuatu yang ada di alam semesta. Lihat apa kata Yesus berikut: “Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku.” (ay 15). Isn’t that a very big privilege? Dengan menyandang status sahabat, Tuhan sendiri yang akan memberitahukan segala rahasia Kerajaan Allah, isi hatiNya, pesan-pesan, nasihat-nasihat dan teguran-teguranNya setiap saat. Sebagai manusia kita menghargai status dari sahabat, di mata Tuhan pun sama. Sebab dalam Amsal Firman Tuhan telah berkata: “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran.” (Amsal 17:17). Artinya jelas, seorang sahabat akan merasa gelisah apabila ia tidak mampu menyatakan perhatiannya dan bantuannya apabila sahabatnya tengah menghadapi masalah. Bayangkan jika kita mendapatkan perhatian seperti ini kita peroleh langsung dari Tuhan.

Yesus sudah membuktikan langsung bagaimana Dia mengartikan sosok sahabat sejati. Anda tentu ingat bahwa Yesus pernah berkata: “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.” (Yohanes 15:13). Dan Dia sudah melakukan itu dengan karya penebusanNya di atas kayu salib, membayar lunas segala rintangan yang telah mengarahkan kita kepada kebinasaan dengan mengorbankan diriNya sendiri. Itulah bentuk persahabatan yang kita peroleh dari Yesus, sebuah bentuk persahabatan sejati yang penuh kasih setia. Sebagai sahabatNya yang sejati, kita dituntut pula untuk bisa sampai kepada tingkatan seperti ini, karena kita telah membaca dalam ayat-ayat Injil Yohanes sebelumnya bahwa kita diperintahkan untuk bisa mengasihi orang lain seperti Yesus sendiri telah mengasihi kita.

Tidak ada rahasia di antara sahabat. Tuhan akan dengan senang hati membuka rahasia dan perjanjianNya dengan kita. Menjadi sahabat Tuhan akan membuat kita mendapat penyingkapan berbagai rahasia surgawi, mengetahui isi hati Tuhan dan mendengar apa yang menjadi rencana-rencanaNya. Tuhan sudah mengulurkan tangan untuk menjalin persahabatan dengan kita. Apakah kita mau menyambut uluran tanganNya atau memilih untuk menepis tawaran yang sungguh sangat istimewa ini? Semua tergantung diri kita. Yang pasti, Tuhan rindu untuk menjadi sahabat sejati kita jika kita mau menerima tawaran ini dengan sukacita dan tentunya dengan serius. Apabila kita mengasihi Tuhan selayaknya seorang sahabat, menjaga untuk tidak menyakiti atau mengecewakan perasaan Tuhan, tetap dekat dan melakukan segala perintahNya dengan taat, maka Tuhan akan meletakkan kita di deretan sahabat-sahabatNya yang terdekat. Jika anda nanti mendengar lagi lagu “What a Friend We Have in Jesus”, resapi maknanya,  ingatlah bahwa Yesus sudah mengulurkan tangan untuk menjalin persahabatan sejati dengan kita, dan ingat pula bahwa Dia sudah melakukan bagianNya sebagai sahabat yang sangat mengasihi kita.

What a friend we have in Jesus 

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply