Walk With God

Ayat bacaan: Kejadian 5:24
==========================
“Dan Henokh hidup bergaul dengan Allah, lalu ia tidak ada lagi, sebab ia telah diangkat oleh Allah.” (“And Enoch walked with God; and he was not, for God took him”)

walk with God, berjalan bersama Tuhan, hidup bergaul dengan Tuhan

Pagi tadi saya dan istri membawa kedua anjing kami jalan pagi. Betapa menyenangkannya melihat kedua anjing mungil itu berjalan dengan gembira bersama kami. Ketika salah satu dari anjing berjalan terlalu ke depan, kami pun harus mempercepat langkah, karena jika tidak, lehernya akan tercekik. Sebaliknya jika salah satu dari mereka terlalu lambat, kami pun harus memperlambat langkah agar leher mereka tidak tercekik. Perjalanan menjadi lancar jika mereka berjalan beriringan, dengan ritme yang sama dengan kami. Saya merasa pagi tadi adalah pagi yang sangat membahagiakan, berjalan beriringan dengan istri dan kedua anjing yang begitu saya sayangi seperti anak sendiri.

Malam ini ketika hendak menulis renungan, saya teringat pada Henokh. Kisah mengenai Henokh dalam Alkitab tidaklah panjang, namun Henokh memberi sebuah kisah yang istimewa. Dalam ayat bacaan hari yang diambil dari kitab Kejadian 5:24 ini kita melihat bahwa Henokh dikatakan hidup bergaul dengan Allah(walked with God) , dan ia tidak mengalami kematian jasmani karena langsung diangkat Allah. Kata “hidup bergaul” atau “walked with God” ini kembali terulang pada kisah Nuh. “Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.” (“…Noah walked with God.”) (Kejadian 6:9). Dan apa yang terjadi pada Nuh? Ketika Tuhan kecewa dan kemudian memutuskan untuk mengakhiri hidup segala mahluk di bumi akibat bumi telah rusak akibat perbuatan manusia-manusia, hanya Nuh dan keluarganya lah diantara manusia-manusia lainnya yang diselamatkan. Kuncinya? Nuh adalah seorang yang benar, tidak bercela dan tentu saja hidup bergaul dengan Allah. Selanjutnya pada Perjanjian Baru, Henokh dan Nuh kembali disebutkan. “Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah.” (Ibrani 11:5). “Karena iman, maka Nuh–dengan petunjuk Allah tentang sesuatu yang belum kelihatan–dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia ditentukan untuk menerima kebenaran, sesuai dengan imannya.” (ay 7). Henokh dan Nuh mengalami sesuatu yang sangat luar biasa karena iman mereka, sebuah iman yang memungkinkan mereka berjalan bersama Tuhan dimana Allah berkenan atasnya.

Hidup bergaul tidaklah bisa berjalan sempurna jika tidak dilakukan beriringan. Seperti jalan pagi saya diatas, ketika satu tertinggal perjalanan tidak akan lancar, begitu pula jika satu berjalan terlalu cepat di depan. Hidup bergaul yang baik adalah ketika kedua pihak berjalan seirama, ada hubungan timbal balik atau take and give. Mari kita periksa diri kita. Apakah kita hanya berdoa untuk meminta berkat, agar terjadi kesembuhan atas sakit, agar Tuhan melepaskan kita dari kesulitan, tanpa mempersembahkan apa-apa bagi Tuhan, bahkan sebuah ucapan syukur yang sederhana sekalipun? Sudahkah kita melakukan kehendakNya untuk menjadi terang dan garam bagi dunia? Sudahkah kita memikirkan untuk melakukan hal-hal yang menyenangkanNya, atau kita masih terus bersungut-sungut menganggap Tuhan kurang tanggap mendengar jeritan kita? Take and give, semuanya seimbang, dalam satu ritme langkah yang beriring sempurna. Itulah sebuah hidup bergaul sesungguhnya. Tuhan rindu agar kita mau berjalan bersamaNya, mengalami hal-hal luar biasa, merasakan kehadiranNya yang penuh damai dan sukacita. Sebuah perjalanan bersama Tuhan adalah perjalanan indah dimana kita tidak perlu ragu tentang apapun yang ada di depan sana. Bukan saja perjalanan dimana sukacita dan damai sejahtera dari kehidupan kekal menanti di depan sana, tetapi kita pun bisa menikmati setiap langkah perjalanan kita bersamaNya. It’s just too beautiful to imagine. Tidak ada kata terlambat untuk mulai berjalan bersama Tuhan dalam setiap detik hidup kita. Mulailah dari sekarang, karena setiap langkah itu berharga.

Kita menuju arah yang benar jika berjalan bersama Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply