Wacana Pemkot Kodya Bogor: Akhir Pekan, Mobil Berplat B tak Boleh Masuk Bogor

bogor macet by AntaraINI masih merupakan wacana, namun sudah  ‘menyulut’ kontroversi antara si penggagas wacana dengan staf bawahannya. Konon, wacana soal mobil berplat B tidak boleh memasuki kawasan Bogor dan sekitarnya pada hari khusus itu sudah digulirkan oleh Walkot Bogor Bima Arya. Bahkan, gagasan ini sudah akan mulai disosialisasikan tahun 2015 mendatang. Hal ini dipertegas oleh Wakil Walkot […]

bogor macet by Antara

INI masih merupakan wacana, namun sudah  ‘menyulut’ kontroversi antara si penggagas wacana dengan staf bawahannya. Konon, wacana soal mobil berplat B tidak boleh memasuki kawasan Bogor dan sekitarnya pada hari khusus itu sudah digulirkan oleh Walkot Bogor Bima Arya. Bahkan, gagasan ini sudah akan mulai disosialisasikan tahun 2015 mendatang.

Hal ini dipertegas oleh Wakil Walkot Bogor Usmar Hariman.  Gagasan soal wacana mobil Jakarta tak boleh masuk Bogor di suatu hari khusus ini digulirkan untuk mengurangi beban kemacetan di sekitaran Bogor dan jalur dalam kota.

Menurut Wakil Wali Kota Bogor Usmar Hariman, kebijakan satu hari tanpa kendaraan berpelat B itu datang dari Bima Arya dan sudah dikonsultasikan dengan Tim Percepatan Penganggulangan Prioritas Pembangunan (TP4). Nantinya, kata Usmar, mobil berplat B milik orang Bogor dan Jakarta –pada hari tertentu itu—tidak bisa melaju di jalanan di Kota Bogor.

Menurut Usmar mengutip Bima sebelumnya, kebijakan satu hari tanpa kendaraan pelat B tersebut mulai dikaji oleh TP4 bentukan Bima dan akan disosilaisasikan tahun 2015. “Ada wacana sehari tanpa kendaraan berpelat B. Baik itu warga Kota Bogor maupun yang akan masuk ke Kota Bogor. Artinya orang yang ingin masuk Kota Bogor harus terfasilitasi oleh kendaraan massal. Baik itu melalui APTB maupun melalui jaringan regional yang akan kita bangun nanti antara kota, kabupaten dan DKI,” kata Usmar kepada wartawan, Selasa (16/09) lalu sebagaimana dikutip oleh Detik.com.

Bantahan Bima Arya
Hanya saja, buru-buru Walikota Bogor Bima Arya langsung mengoreksi, bahwa issue-nya bukan mobil plat B yang tidak boleh masuk Bogor. “Tapi, transportasi public perlu dibenahi agar nyaman bagi tamu-tamu Ibukota (masuk ke kawasan Bogor),” kata Bima sebagaimana dilaporkan Detik.com edisi Rabu (17/9) pagi ini.

Menurut Bima, kini sudah menjadi urgensi umum bahwa tatanan lalin di Kodya Bogor harus dibenahi karena angkot dianggap terlalu banyak.

Sumber: Detik.com, edisi Rabu (17/9/2014)

Kredit foto: Antara

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply