Vox Point2

Kami, Vox Populi Institute (Vox Point) Indonesia mengupayakan rekrutmen politik dan pencalonan politisi Katolik yang berintegritas, berkualitas, dan teguh pada Pancasila, sebagai kader-kader bangsa yang negarawan. Kami bekerja sama dengan partai-partai politik dan mengusulkan agar melakukan rekrutmen terbuka, jujur, adil dan mendengarkan suara publik (vox populi).

Sedangkan untuk menghasilkan politisi Katolik yang berkualitas, kami akan melakukan pendidikan politik dan kaderisasi berkelanjutan sebagai program unggulan Vox Point Indonesia. Kami akan menerapkan kaderisasi berjenjang dan kader pemula, madya dan utama secara selektif.

Itulah dua dari 16 pernyataan dan rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat koordinasi nasional (rakornas) pertama Vox Point Indonesia dengan tema “Membumikan Pancasila Menjaga Kebhinekaan” yang berlangsung di Wisma Samadi, Klender, Jakarta Timur, 29 April hingga 1 Mei 2018. Pernyataan sikap dan rekomendasi yang juga diterima oleh PEN@ Katolik itu ditandatangani oleh ketua dan sekretaris perkumpulan itu, Yohanes Handojo Budhisedjati dan Lidya Natalia Sartono di hari terakhir.

Homili dan arahan Ketua KWI Mgr Ignatius Suharyo dalam Misa yang membuka rakornas itu, mereka sepakat, telah menyemangati mereka. Selain itu, seminar dan sidang-sidang komisi memberikan mereka kesempatan berdiskusi dan bersaksi tentang pemberdayaan dan kapasitas kelembagaan lembaga itu, serta “bertekad melaksanakan  pendidikan politik dan kaderisasi bagi tokoh dan kaum muda Katolik.”

Untuk meneguhkan rekrutmen politik Katolik baik dalam menyambut Tahun Eletoral 2019 maupun selanjutnya, mereka sepakat akan merumuskan arah dan metodologi pendidikan politik dan kaderisasi dengan mempertimbangkan prinsip pendidikan orang dewasa, sesuai kondisi masyarakat, “serta merancang model ‘sekolah’ politik yang menyatu dengan rakyat, sebagai pendidikan politik dan kaderisasi terpadu-berkelanjutan.”

Mereka pun mengenang semboyan Pahlawan Nasional Mgr Albertus Soegijapranata SJ yang menyatakan setiap warga Katolik harus “Seratus Persen katolik dan Seratus Persen Indonesia”, maka dalam pernyataan  dan rekomendasi itu mereka menulis, “kami mendalami enam jalan pembentukan kepribadian pemimpin negarawan yakni berkarakter, mengenal potensi diri, pemberani, penguatan panggilan sebagai Garam dan Terang Dunia, hidup asketik (sederhana, jujur dan rela berkorban) serta siap memanggul Salib.”

Menghadapi Pilkada serentak 2018 dan Pileg 2019, Vox Point Indonesia menyatakan “dengan tegas menolak kampanye yang menggunakan isu-isu SARA, kampanye hitam, ujaran kebencian, kebohongan (hoax), serta intimidasi dan mobilisasi yang menimbulkan ketakutan, tekanan atas kebebasan pemilih, serta menolak dengan berbagai upaya yang mau melemahkan bahkan mengganti ideologi negara Pancasila dengan ideologi lain.”

Selain berjanji akan aktif melakukan dialog dengan berbagai kelompok dan elemen yang ada di masyarakat guna menolak kampanye hitam dan pelemahan Pancasila, mereka juga sepakat membudayakan perilaku politik bermartabat, adil, cinta damai, jujur, transparan, mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa di bawah Pancasila.

Mereka menyerukan agar semua warga negara menggunakan hak pilih dan tidak golput … agar Komisi Pemilihan Umum di semua tingkatan proaktif mendatangi dan mendaftar calon pemilih tanpa diskriminasi, politisasi dan manipulasi, … dan agar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memantau dan mengawasi pilkada secara ketat dan menghadapkan setiap pelanggaran pilkada atau pemilu ke ranah hukum untuk ditindak tegas.

Selain itu, Vox Point Indonesia meminta pemerintah, pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, TNI khususnya Badan Intelijen Negara (BIN) dan institusi lain untuk menangkal dan menindak tegas gerakan yang mengaburkan Ideologi Negara Pancasila, kejahatan sibernetika, perilaku korupsi dan narkoba.

Hal-hal lain yang ditetapkan dalam rakornas itu lebih menyangkut kepentingan rumah tangga organisasi itu, misalnya tentang keuangan dan ketenagaan serta kartu tanda anggota, dan AD serta ART, juga kesepakatan untuk menetapkan status Vox Poin Indonesia tetap berbentuk ‘perkumpulan,’ mendedikasikan seluruh hidup dan perjuangan kami untuk mewujudkan politik bermartabat dalam terang iman Katolik dan didasari nilai-nilai Pancasila UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. (paul c pati)

Vox PointVox Point5Vox Point Indonesia

foto-foto diambil dari Facebook Lidya Natalia Sartono

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.