VENI CREATOR SPIRITUS:

HIK : HIDANGAN ISTIMEWA KRISTIANI.
HARAPAN IMAN KASIH
VENI CREATOR SPIRITUS: HISTORIOGRAFI.
(Madah Awal Tahun – Datanglah Ya Roh Pencipta)
Germina pacis quae oriuntur curemus atque nostras urbes in navalia pacis convertamus.
Let us nurture the seeds of peace as they grow and let us transform our cities into workshops of peace.
Marilah kita memelihara benih-benih perdamaian ketika mereka tumbuh dan marilah kita mengubah kota-kota kita menjadi ruang-ruang bagi karya perdamaian.
Kalau kemarin ketika akhir tahun (31/12), Gereja mengajak kita mendoakan madah “Te Deum”, maka pada hari pertama di tahun baru ini (1/1) – Gereja mengajak kita mendoakan madah “Veni Creator Spiritus”.
Adapun madah ini dimadahkan pada hari pertama dalam tahun sebagai bentuk permohonan penyelenggaraan ilahi atas tahun yang akan datang.
“Veni Creator Spiritus – Datanglah ya Roh Pencipta” sendiri adalah sebuah madah atau himne yang biasanya dinyanyikan dalam bentuk Kidung Gregorian dan dianggap sebagai “himne yang paling terkenal” dalam saat Pentakosta.
Himne ini sendiri ditulis oleh Rabanus Maurus pada abad ke-9. Himne ini juga biasanya berhubungan dengan tradisi Gereja Katolik Roma di mana himne ini sering dinyanyikan di beberapa kesempatan seperti masuknya para Kardinal ke dalam Kapel Sistina Vatikan semasa konklaf untuk memilih paus yang baru,
konsekrasi para uskup,
pentahbisan para imam,
pendedikasian gereja,
perayaan sinode atau konsili,
pemahkotaan para raja/ratu dan
upacara-upacara khidmat dan agung lainnya.
Sebenarnya, himne ini kemungkinan pertama-tama ditujukan untuk doa malam. Sebuah manuskrip abad ke-11 memasukkannya ke dalam doa pagi (Laudes) dan doa sore (Vesperae).
Adapun penggunaannya saat doa Tertia (tiga jam setelah matahari terbit atau sekitar jam 9 pagi) konon dimulai di kota Cluny, Perancis, untuk memperingati turunnya Roh Kudus di jam ketiga pada hari Pentakosta.
Di Indonesia, lagu ini diterjemahkan menjadi “Datanglah, Ya Roh Pencipta” dan termuat dalam Puji Syukur dengan nomor 565, dimana lirik lagu ini diterjemahkan oleh Seksi Musik Komisi Liturgi Konferensi Waligereja Indonesia pada tahun 1991.
Teks dalam Tiga Bahasa:
A.
Veni, creator Spiritus
mentes tuorum visita,
imple superna gratia,
quae tu creasti pectora.
Qui diceris Paraclitus,
altissimi donum Dei,
fons vivus, ignis, caritas
et spiritalis unctio.
Tu septiformis munere,
digitus paternae dexterae
tu rite promissum Patris
sermone ditans guttura.
Accende lumen sensibus,
infunde amorem cordibus,
infirma nostri corporis,
virtute firmans perpeti.
Hostem repellas longius
pacemque dones protinus;
ductore sic te praevio
vitemus omne noxium.
Per te sciamus da Patrem
noscamus atque Filium,
te utriusque Spiritum
credamus omni tempore.
Deo Patri sit gloria,
et Filio qui a mortuis
Surrexit, ac Paraclito,
in saeculorum saecula.
Amen.
V. Emitte Spiritum tuum, et creabuntur:
R. Et renovabis faciem terrae.
Oremus :
Deus qui corda fidelium Sancti Spiritus illustratione docuisti: da nobis in eodem Spiritu recta sapere, et de eius semper consolatione gaudere. Per Dominum nostrum Jesum Christum, Filium tuum, qui tecum vivit et regnat in unitate eiusdem Spiritus Sancti Deus. Per omnia saecula saeculorum. Amen.
B.
Datanglah ya Roh pencipta
Hati kami kunjungilah
Penuhilah dengan rahmat-Mu
Jiwa kami ciptaan-Mu
Kau digelari Penghibur,
karunia Allah yang luhur
Kau hidup, Api dan Kasih
Dan pengurapan Illahi
Dikau Sapta Karunia
Dan tangan kanan Illahi
Engkau yang Bapa janjikan
Kau pergandakan bahasa
Sinari hati umatMu
Dan curahkanlah cintaMu
Semoga Dikau kuatkan
yang rapuh dalam tubuhnya
Halaulah musuh umatMu
Berilah kami damaiMu
Agar dengan tuntunanMu
kami hindarkan yang jahat
Buatlah kami mengenal
serta mengimani terus
Bapa dan Putra yang Tunggal
Dan Engkau Roh keduanya
Dipujilah Allah Bapa
Dan Putra yang sudah bangkit
Serta Roh Kudus Penghibur
Kini dan sepanjang masa
Amin
V. Utuslah RohMu, maka semuanya akan dijadikan lagi.
R. Dan Engkau akan membaharui muka bumi.
Marilah berdoa:
Ya Allah, Engkau yang mengajar hati umatMu dengan penerangan Roh Kudus: berilah kami dengan perantaraan Roh Kudus kebijaksanaan yang sejati serta karunia selalu merasa gembira atas penghiburanNya.
Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus Putera-Mu, yang bersama Dikau hidup dan berkuasa dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah, sepanjang segala masa. Amin.
C.
Come, Holy Ghost, Creator, come
from thy bright heav’nly throne;
come, take possession of our souls,
and make them all thine own.
Thou who art called the Paraclete,
best gift of God above,
the living spring, the living fire,
sweet unction and true love.
Thou who art sevenfold in thy grace,
finger of God’s right hand;
his promise, teaching little ones
to speak and understand.
O guide our minds with thy blest light,
with love our hearts inflame;
and with thy strength, which ne’er decays,
confirm our mortal frame.
Far from us drive our deadly foe;
true peace unto us bring;
and through all perils lead us safe
beneath thy sacred wing.
Through thee may we the Father know,
through thee th’eternal Son,
and thee the Spirit of them both,
thrice-blessed three in One.
Amen.
——————-
O Roh Pencipta, datanglah,
masuki kami, umatMu;
ciptaanMu penuhilah
dengar berkat kurniaMu.
Engkau Penolong yang teguh,
Kurnia Allah terbesar,
Kau Sumber hidup yang benar,
Pengobar kasih umatMu.
Engkau Roh purna kurnia,
Kau Tangan Khalik semesta;
Kau janji Bapa mulia;
bahasa kasih Kauberi.
Berilah kami sinarMu
dan kasihMu curahkanlah,
supaya kami yang lemah
teguh berbudi s’lamanya.
Kuasa jahat halaulah,
berilah damaiMu terus
dan pimpin kami, umatMu,
hindarkan dari seteru.
OlehMu kami mengenal
Bapa dan Putra TunggalNya.
Kau Roh Ilahi, Roh Kudus,
padaMu kami beriman.
Doa kepada Roh Kudus:
Ya Roh Mahakudus, Parakletos,
Bapa mereka yang malang, Penghibur mereka yang menderita, Penerang hati, Pengudus jiwa-jiwa; sudi pandanglah aku yang rebah tersungkur di hadapan-Mu.
Aku memuja Engkau dengan sembah sujud terdalam; aku memberkati Engkau beribu-ribu kali, dan bersama para Serafim yang berdiri di hadapan tahta-Mu, aku pun berseru, “Kudus, kudus, kudus.”
Aku percaya teguh bahwa Engkau kekal abadi, sehakikat dengan Bapa dan dengan Putra Allah.
Aku berharap pada kemurahan-Mu kiranya Engkau berkenan menyelamatkan dan menguduskan jiwaku.
Aku mengasihi Engkau, ya Kasih Ilahi, dengan segenap cinta dan kasihku, melebihi segala hal yang berasal dari dunia ini, sebab Engkau adalah Kebajikan yang Tak Terhingga, hanya Engkau saja yang layak akan segenap cinta.
Dan karena dalam kedurhakaanku dan kebutaanku terhadap inspirasi-inspirasi-Mu yang kudus, aku telah begitu sering menghina Engkau dengan dosa-dosaku, maka sekarang dengan airmata bercucuran aku mohon dengan sangat beribu-ribu kali pengampunan dari-Mu; aku lebih menyesali dosa-dosa menghina Engkau, yang Mahabaik, daripada segala dosa lainnya.
Aku persembahkan kepada-Mu hatiku yang dingin beku ini, dan aku mohon pada-Mu tembusilah hatiku dengan sinar terang-Mu, dan dengan percikan api-Mu, yang akan mencairkan hatiku yang beku kaku.
Engkau, yang memenuhi jiwa Santa Perawan Maria yang tersuci dengan rahmat-rahmat berlimpah, dan yang mengobarkan hati para Rasul dengan kobaran api kudus yang bernyala-nyala, aku mohon dengan sangat kepada-Mu, kobarkanlah pula hatiku dengan kasih-Mu.
Engkau, yang adalah Roh Ilahi, berilah aku kekuatan melawan segala roh jahat.
Engkau, yang adalah Api, nyalakanlah api kasih-Mu dalam diriku.
Engkau, yang adalah Terang, cerahkanlah akal budiku dengan pengetahuan akan hal-hal yang kekal abadi.
Engkau, yang adalah Merpati, anugerahkanlah kepadaku hidup tanpa cela.
Engkau, yang adalah Angin sepoi-sepoi, halaulah badai sengsaraku.
Engkau, yang adalah Lidah, ajarilah aku bagaimana memberkati-Mu senantiasa.
Engkau, yang adalah Awan, naungilah aku di bawah tiang awan perlindungan-Mu.
Dan yang terakhir, Engkau,
yang adalah Pemberi segala karunia surgawi, jiwailah aku, aku mohon, dengan rahmat-Mu;
kuduskanlah aku demi kemurahan-Mu;
terangilah aku dengan kebijaksanaan-Mu;
angkatlah aku demi kebajikan-Mu sebagai anak-Mu, dan
selamatkanlah aku demi belas kasihan-Mu yang tak terhingga;
agar aku dapat senantiasa memberkati-Mu, memuliakan-Mu, dan mengasihi-Mu, sepanjang masa hidupku di dunia ini, dan kelak di surga sepanjang kekekalan masa. Amin.
Salam HIKers,
Tuhan memberkati & Bunda merestui
Fiat Lux – Be the Light –
Jadilah Terang!
(Gen 1:3)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply