Uskup Purwokerto “Ngemis” agar Stikom Yos Sudarso Bisa Tampung Lulusan dari Keluarga Sederhana (2)

DALAM sebuah catatan refleksi pribadi tertanggal 18 September 2009,  Uskup Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka SJ menulis sebuah paparan sebagai berikut:  “Yayasan Perutusan –badan hukum yang membawahi STIKOM Yos Sudarso— muncul ketika saya mempelajari sejarah Keuskupan Purwokerto yang sejak tahun 1980-an ternyata sudah mulai menggagas ingin  mendirikan sebuah perguruan tinggi.” Nah, kenapa tahun-tahun berikutnya juga tidak […]

DALAM sebuah catatan refleksi pribadi tertanggal 18 September 2009,  Uskup Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka SJ menulis sebuah paparan sebagai berikut:  “Yayasan Perutusan –badan hukum yang membawahi STIKOM Yos Sudarso— muncul ketika saya mempelajari sejarah Keuskupan Purwokerto yang sejak tahun 1980-an ternyata sudah mulai menggagas ingin  mendirikan sebuah perguruan tinggi.”

Nah, kenapa tahun-tahun berikutnya juga tidak jadi-jadi? Nah, Mgr. Sunarka mencoba mencari-cari jawabanya: “Ah, jangan-jangan tidak ada kharisma dari para imam tarekat dan romo diosesan? Sungguhkah tidak ada kader-kader pemimpin?,” tulisnya lagi.

“Padahal segudang masalah ada di depan mata,”  tulisnya kemudian, “karena banyak remaja lulusan SMA lalu lari ke Yogyakarta, Semarang, Bandung, dan Jakarta untuk meneruskan studi perguruan tinggi.  Lalu,  yang miskin-miskin ini mau dibuat bagaimana?,” tulisnya “menggugat” keadaan.

Muncul komitmen

Jalan Tuhan memberi “terang” di kemudian hari ditemukan Mgr. J. Sunarka saat bertemu dengan seorang tokoh katolik yang punya atensi besar pada dunia akademik.  Lalu dimunculkanlah ide membentuk sebuah perguruan tinggi katolik guna bisa menampung remaja dari keluarga menengah ke bawah agar bisa menjadi kader masyarakat. 

“Semula digagas sebuah perguruan tinggi dengan banyak bidang studi ekonomi; namun ditolak Depdiknas. Oleh mereka disarankan agar membuka saja sebuah perguruan tinggi yang menjawab kebutuhan masyarakat: yakni bidang studi komputer. Maka lahirlah kemudian STIKOM Yos Sudarso,” papar Mgr. J. Sunarka dalam catatan pribadi beliau.

Catatan pribadi tanggal 6 Maret 2010 juga menyiratkan komitmen beliau untuk mengembangkan Stikom Yos Sudarso sebagai sebuah perguruan tinggi bidang studi komputer yang andal. Ketika terjadi kekurangan tenaga dosen, maka tak ragu lagi Mgr. J. Sunarka SJ pun lalu uluk sambat (mengungkapkan kegundahannya) kepada juniornya di SJ yang kebetulan menjabat Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta: Romo DR. Ir. P. Wiryono Priyotamtama SJ.

Berkah Dalem.  Keparengna kanthi punika,  kula  ngaturaken tangis sambat sebut saking Rama X. Sumonggo kula aturi maos. Punapa Romo Rektor saged lan kersa ‘ngeneng-ngenengi” pamuwun lan penyuwunanipun  Romo  X punika.  Nuwun. J. Sunarka SJ,” tulisnya.

(Berkat Tuhan. Izinkan kami melalui surat ini, saya menyuarakan kegundahan hati dari Romo X. Silakan Romo Rektor membaca sendiri isi surat Romo X ini dan kalau berkenan bisa memberi hiburan dan semangat serta solusi praktis guna mengurai kesulitan dan permohonan bantuan Romo X ini. Terima kasih. J. Sunarka SJ)

Intinya, Uskup Purwokerto Mgr. J. Sunarka ingin berbagi cerita dengan yuniornya di Serikat Jesus bahwa ada kebutuhan mendesak yang sebaiknya bisa segera dicarikan solusi dan bantuannya.

Catatan pribadi 25 Maret 2010, Mgr. J. Sunarka menulis parikan berbunyi:

Numpak sepur menyang Ngayojo (Naik kereta api menuju Yogyakarta)
  Nganggo mandheg neng Kutoarjo (Pakai berhenti segala di Kutoarjo)
  Profisiat Romo Priyotamtomo (Selamat untuk Romo Wiryono Priyotamtama SJ)
  Ngrektori maneh Sanata Dharma (Kini menjabat Rektor USD lagi)
  Tansaha emut Stikom Yos Sudarso (Semoga selalu ingat dengan Stikom Yos Sudarso)
  Sugeng makarya, binarung ing pandonga kula (Selamat berkarya,  selalu saya doakan)

 J. Sunarka SJ – Purwokerto

Merespon keadaan

Juga ketika Stikom Yos Sudarso saat ini lagi mengalami kekurangan dana untuk proses pembangunan perlengkapan kuliah dan laboratorium sebesar Rp 173 juta dan pembangunan ruang dosen sebesar Rp 80 juta, maka Mgr. J. Sunarka tak ragu untuk sluluk  sambat “ngemis” kepada para kenalannya.

Siapa tahu, di antara banyak sahabat ada yang terhenyak nurani dan jiwa sosialnya untuk kemudian berkenan memberi bantuan donasi finansial.

Kepada Redaksi Sesawi.Net, Uskup Agung Mgr. J. Sunarka SJ berkenan memberi nomor rekening resmi  Keuskupan Purwokerto di BCA Purwokerto nomor rekening 046 0733 xxx  a/n  kedua pejabat Kuria Keuskupan Purwokerto.

Romo Agustinus Handoko MSC adakah ekonom keuskupan, sementara Romo T. Puryanto Pr adalah Vikjen Keuskupan.

Photo credit: Stikom Yos Sudarso Purwokerto

Artikel terkait: Uskup Purwokerto Mgr. Julianus Sunarka SJ pun tak Sungkan “Ngemis” (1)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply