cq5dam.thumbnail.cropped.750.422 (1)

Uskup Agung Giovanni Angelo Becciu saat ini adalah Wakil Urusan Umum dari Sekretariat Negara Vatikan dan utusan khusus Paus untuk Ordo Berdaulat Malta. Tanggal 26 Mei 2018, Paus Fransiskus mengangkat uskup agung itu untuk mengepalai kantor Vatikan yang bertugas untuk mengurus proses beatifikasi dan kanonisasi para kandidat orang kudus, demikian laporan Robin Gomes dari Vatican News.

Uskup Agung Italia yang berusia 69 tahun itu akan mulai bertugas akhir Agustus dan sekarang masih meneruskan tugasnya sebagai Wakil Urusan Umum Sekretariat Negara hingga tanggal 29 Juni 2018, dan sebagai delegasi khusus untuk Ordo Berdaulat Malta, yang dikenal sebagai Kesatria Malta.

Uskup Agung Becciu, yang merupakan salah satu dari 14 kardinal baru yang akan dilantik Paus Fransiskus tanggal 29 Juni 2018, menggantikan Kardinal Angelo Amato yang berusia 79 tahun atau sudah melewati usia pensiun 75 tahun. Kardinal Amato telah memimpin Kongregasi itu sejak 2008.

Uskup Agung Becciu lahir di Pattada tanggal 2 Juni 1948. Setelah lulus dalam Hukum Kanon, ia ditahbiskan sebagai imam di Keuskupan Ozieri, tanggal 27 Agustus 1972, dan masuk pelayanan diplomatik Tahta Suci tahun 1984, serta bertahun-tahun berkarya di berbagai misi di seluruh dunia, termasuk di Republik Afrika Tengah, Selandia Baru, Liberia, Kerajaan Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat.

Tanggal 15 Oktober 2001, Santo Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya sebagai Apostolik Nuncio untuk Angola dan sebulan kemudian juga sebagai Nuncio untuk São Tomé dan Príncipe. Tanggal 1 Desember tahun itu, dia ditahbiskan sebagai uskup di Pattada.

Tanggal 23 Juli 2009, Paus Benediktus XVI memindahkannya ke Nunsiatur Apostolik Kuba, dan dari sana dipanggil kembali ke Vatikan untuk menjadi Wakil Urusan Umum Sekretariat Negara. Paus yang baru terpilih, Paus Fransiskus mempertahankan dia pada pos itu tahun 2013.

Tanggal 2 Februari 2017, Paus mengangkatnya sebagai delegasi khusus untuk Kesatria Malta untuk menyelesaikan krisis dalam ordo tersebut.(paul c pati berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.