Upgrade

Ayat bacaan: Ezra 7:10
======================
“Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.”

upgrade, berubah, meningkatkanPagi ini ketika saya sedang berasyik-masyuk dengan Blackberry saya, saya melihat ada new message masuk ke blackberry messenger. Ketika hendak masuk ke dalam aplikasi tersebut, tiba-tiba muncul sebuah window kecil mengingatkan saya bahwa messenger tersebut memiliki versi terbaru dan menyarankan agar saya meng-upgradenya. Saya termasuk orang yang rajin sekali meng-upgrade aplikasi-aplikasi yang saya gunakan pada Blackberry tersebut. Alasannya adalah karena saya tahu, ketika upgrade selesai akan ada hal baru yang saya dapatkan pada aplikasi tersebut. Entah tampilannya menjadi lebih bagus, penambahan fitur, bahkan jika tampilan tidak berubah, ada perbedaan yang saya rasakan, misalnya aplikasi tersebut jadi lebih cepat jika diakses. Saya menyadari, orang-orang dibelakang pembuat aplikasi ini pasti setiap saat bekerja untuk membuat aplikasi karya ciptanya menjadi lebih baik, supaya pengguna merasa puas dan tetap menggunakan aplikasi tersebut.

Agaknya saya menjadi merasa tertegur. Sebab saat itu Tuhan mengingatkan saya, jika saya senang meng-upgrade aplikasi-aplikasi blackberry saya ke versi terbaru agar fungsinya menjadi maksimal ketika digunakan dan membuat saya merasa puas, mengapa saya tidak mengupgrade diri saya juga? Bukankah manusia juga bisa menjadi lebih baik ketika dia selalu berusaha memperbaiki apa yang buruk dalam dirinya? Dan ketika diri kita menjadi lebih baik setiap harinya, bukankah kita akan merasa puas dalam hidup ini. Meraih apa yang bisa kita raih, sehingga tidak ada penyesalan di akhir hidup kita sebab kita telah melakukan yang terbaik.

Dalam Perjanjian Lama, Ezra dikenal sebagai seorang ahli kitab yang sangat mahir mengenai Taurat Musa. Dikatakan demikian: “Ezra ini berangkat pulang dari Babel. Ia adalah seorang ahli kitab, mahir dalam Taurat Musa yang diberikan TUHAN, Allah Israel. Dan raja memberi dia segala yang diingininya, oleh karena tangan TUHAN, Allahnya, melindungi dia” (Ezra 7:6). Tapi lihatlah bahwa Ezra tidak pernah berpuas diri hingga disitu saja. Ia ternyata merupakan orang yang terus bertekad untuk meningkatkan kapasitasnya. Ayat yang menyebutkan hal itu berbunyi: “Sebab Ezra telah bertekad untuk meneliti Taurat TUHAN dan melakukannya serta mengajar ketetapan dan peraturan di antara orang Israel.” (ay 10). Lihatlah bahwa Ezra terus melakukan perbaikan baik dari segi kemampuan dan pengetahuan (meneliti Taurat Tuhan) maupun karakter (melakukannya). Apa yang dilakukan Ezra inilah yang memberkati dirinya. Ia terus memperlengkapi dirinya dengan firman Tuhan dan terus bertekun melakukan firman. Dan hasilnya, kita bisa melihat bahwa ia memperoleh segala yang diingininya karena tangan Tuhan sendiri yang melindungi dia.

Ada banyak yang ditawarkan dunia untuk menghambat pertumbuhan kita. Oleh karena itulah Paulus mengingatkan kita untuk mau terus melakukan perubahan lewat pembaharuan budi. “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2). Semakin jauh kita meningkatkan kapasitas diri kita dan memperbaiki diri, semakin pula kita mampu membedakan mana yang berasal dari Allah dan mana yang tidak. Hidup adalah sebuah proses, dan alangkah baiknya jika proses kehidupan kita terus diisi dengan melakukan segala sesuatu yang menuju ke arah perbaikan sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam hal beribadah pun sama. Paulus mengingatkan “Tetapi jauhilah takhayul dan dongeng nenek-nenek tua. Latihlah dirimu beribadah. (1 Timotius 4:7). Ada begitu banyak paham dan kepercayaan turun temurun yang kita dengar yang ternyata bertentangan dengan firman Tuhan. Oleh karena itulah kita harus senantiasa melatih diri kita untuk bertekun beribadah dan terus berlatih untuk mempercayai Allah saja dan beribadah hanya kepadaNya. Pendeknya, kita harus mampu mempergunakan hari-hari dalam hidup kita untuk terus berubah ke arah yang lebih baik, dan terus berusaha sungguh-sungguh untuk lebih lagi menyenangkan Tuhan.

Kita harus mau membuka hati kita untuk terus belajar, jika perlu berubah untuk menuju ke arah yang lebih baik. Ketika kita berpikir bahwa melakukan perubahan itu tidak mudah, maka itu memang menjadi tidak mudah. Lupakan pikiran negatif tersebut, itu tidak akan membawa kita kemanapun. Coba berpikir bahwa bukan kita yang merubah diri kita sendiri, tapi Allah. Sebab Allah bertanya kepada kita, bukan “apakah kita bisa”, tetapi “apakah kita mau?” Katakan anda dan saya mau, maka niscaya Tuhan akan menuntun kita pada perbaikan diri kita dari hari ke hari.

Saat anda berkata anda mau, lepaskan semua keegoan, lakukan yang Tuhan mau kita lakukan. Lepaskan jangkarmu, biarkan Tuhan mengambil alih kemudinya, Ia akan membawa kita kepada ketetapan-ketetapanNya yang indah. Dan itu adalah sebuah berkat yang luar biasa untuk kehidupan kita di bumi.

Teruslah meningkatkan kapasitas dan berubahlah ke arah yang lebih baik

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: