Under Construction

Ayat bacaan: Yudas 1:24
=======================
“Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya,” (“Now to Him Who is able to keep you without stumbling or slipping or falling, and to present you unblemished [blameless and faultless] before the presence of His glory in triumphant joy and exultation [with unspeakable, ecstatic delight] )”

under construction

Ada proses perbaikan jembatan tidak jauh dari rumah saya yang sudah berlangsung sebulan terakhir. Setiap kali saya pulang bekerja, saya akan bertemu dengan papan “sedang dalam perbaikan/under construction”. Sebuah proses konstruksi biasanya tidak berlangsung cepat. Butuh waktu panjang untuk menyelesaikannya dan membutuhkan usaha yang tidak sedikit. Sebuah proses pembangunan dapat menghasilkan sesuatu yang indah pada akhirnya setelah melalui proses panjang, apalagi jika dibangun oleh arsitek yang bagus dan punya blueprint bagus pula. Tadi malam ketika saya pulang saya kembali melihat papan pengumuman tersebut, dan saya pun terpikir bahwa kita manusia sebenarnya pun sedang dalam proses “under construction”.

Hidup adalah sebuah proses. Proses dari buruk menjadi baik, dari lemah menjadi kuat dan sebagainya, tapi bisa juga berlaku sebaliknya. Begitu banyak proses pembelajaran yang kita alami baik dari pendidikan formal, lingkungan maupun pengalaman yang dapat membentuk kita menjadi seperti siapa kita hari ini. Sebagai anak-anak Allah, kita harus mengetahui bahwa Tuhan telah merancang diri kita masing-masing. Ada “blueprint” bagi setiap kita yang disediakan bagi Allah, Dia telah menetapkan apa yang menjadi rencanaNya bagi kita seperti apa yang Dia katakan pada Yeremia. “Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa.” (Yeremia 1:5). Mungkin sebuah proses pembentukan itu akan sulit untuk dilalui, namun dari surat Yudas, kita bisa belajar bahwa Tuhan Yesus dengan setia siap untuk membimbing kita agar tidak tersandung dan jatuh dalam proses itu, hingga kita bisa mencapai akhir yang penuh kegembiraan di hadapan kemuliaanNya. (Yudas 1:24). Kita punya alkitab berisi firman Tuhan sebagai pedoman, kita punya Roh Kudus sebagai pembimbing, kita punya Gembala yang baik dalam diri Yesus Kristus, dan kita punya Allah yang punya rancangan penuh damai sejahtera bagi kita. Jika kita taat dan selalu menjaga kerohanian kita untuk tunduk pada kehendak Tuhan, roh kita pun akan selalu dipimpin langsung oleh Roh Allah. Sebaliknya, jika orang lebih mendasarkan hidup pada keduniawian, mereka akan lebih memilih rancangannya sendiri, hidup tidak sesuai dengan rencana Allah dengan mengandalkan kekuatan sendiri.

Kita semua masih “under construction” hingga hari ini. Yudas mengajak kita untuk tumbuh dalam iman, berdoa dalam Roh Kudus dan tetap memelihara diri kita dalam kasih Allah agar kita bisa melewati masa-masa konstruksi dengan sukses. “Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal.” (Yudas 1:20-21). Ingatlah bahwa proses ini bukanlah proses satu arah. Dalam pembentukan, kita harus tetap menunjukkan belas kasihan pada orang lain dan menyelamatkan mereka dari bahaya keruntuhan rohani. “Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu,selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.” (Yudas 1:22-23). Apa yang Tuhan rencanakan bagi kita adalah rancangan penuh damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kita semua hari depan yang penuh harapan. (Yeremia 29:11). Suatu hari nanti, proses pembentukan akan berakhir. “Under construction” akan berubah menjadi “end of construction”. Tersedia kehidupan kekal yang penuh kegembiraan di hadapan kemuliaanNya bagi kita semua, jika kita taat mengikuti “blueprint” dari Tuhan.

Hasilnya akan sangat indah jika kita mengijinkan untuk dibentuk sesuai rancangan yang disediakan Tuhan bagi kita

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Comment