Umat Katolik Filipina berdemo menentang “ancaman terhadap kehidupan”

Umat Katolik Filipina membawa tulisan-tulisan tentang kehidupan dalam "Jalan Kaki untuk Kehidupan" di Manila. Foto AFP

Umat Katolik Filipina membawa tulisan-tulisan tentang kehidupan dalam “Jalan Kaki untuk Kehidupan” di Manila. Foto AFP

Umat ??Katolik di lima kota utama Filipina mengadakan demonstrasi tanggal 24 Februari 2018 guna menentang pembunuhan terkait narkoba, penganiayaan terhadap umat Kristiani, proposal di Kongres untuk melegalkan perceraian, dan perubahan-perubahan pada konstitusi.


Robin Gomes dari Vatican News melaporkan dari Filipina bahwa Uskup Agung Manila Kardinal Luis Antonio Tagle memimpin umat dan para imam dalam “Walk for Life” (Jalan Kaki untuk Kehidupan) yang dilaksanakan pagi hari di seputar taman utama ibukota, seraya mendesak mereka untuk melawan “materialisme dan pragmatisme” dengan melihat setiap kehidupan sebagai “anugerah Tuhan”.


Dalam pawai demonstrasi itu, diangkat berbagai isu, antara lain, pembunuhan terkait narkoba, penganiayaan terhadap umat Kristiani, proposal di Kongres untuk melegalkan perceraian, dan perubahan-perubahan pada konstitusi.


Orang-orang yang memiliki hubungan dengan para korban “perang melawan narkoba,” yang terus berlangsung tanpa belas kasihan dari Presiden Rodrigo Duterte, ikut dalam prosesi lilin di Manila. Diperkirakan sekitar 2.000 orang ikut ambil bagian dalam prosesi itu. Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengatakan, hampir 12.000 orang yang tersangka pengguna dan pedagang narkoba tewas terbunuh dalam kampanye itu.


Ketika mengakhiri demonstrasi itu dengan Misa di Quirino Grandstand, Kardinal Tagle mendesak umat Katolik untuk menghargai kehidupan, bahkan kehidupan musuh mereka, dan serta kehidupan masyarakat yang disebut orang buangan. “Mari kita kembalikan kepercayaan bahwa kehidupan orang lain, bahkan kehidupan musuh kita, adalah pemberian dari Tuhan,” kata kardinal. “Kalau kita mulai memikirkan apa keuntungan kehidupan orang lain bagi diri kita, maka mudah bagi kita untuk membunuh dan membuang kehidupan,” kardinal mengingatkan.


Pawai-pawai juga dilakukan secara serentak di kota Tarlac, San Pablo, Cebu, dan Cagayan de Oro.


Uskup Agung Jose Palma dari Cebu, di Filipina tengah, memimpin sekitar 5.000 umat Katolik dalam “Walk for Life with Mary” (Jalan Kaki untuk Kehidupan bersama Maria). Uskup agung itu mengatakan, umat Katolik mendukung perang pemerintah melawan narkoba tapi “mempertanyakan cara itu dilakukan karena motif dan keadaannya patut dipertanyakan.” Seraya menegaskan bahwa Tuhanlah pemilik tunggal kehidupan, Mgr Jose Palma mendesak umat beriman untuk melindungi kehidupan dari rahim hingga makam.”


Komisi Keluarga dan Kehidupan dari Konferensi Waligereja Filipina mengeluarkan pernyataan pastoral yang menentang usulan-usulan untuk melegalkan perceraian. Pernyataan itu mengingatkan para legislator di negara itu untuk melindungi konstitusi yang mengakui pernikahan “sebagai institusi sosial yang tidak dapat diganggu gugat” yang harus dilindungi oleh negara.(pcp berdasarkan Vatican News)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: