Turning Point

Ayat bacaan: Ibrani 12:26-28
=======================
“Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: “Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga. Ungkapan “Satu kali lagi” menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan. Jadi, karena kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut.”

krisis global, phk, ahli waris kerajaan Allah

Dunia sedang mengalami krisis global. Ada begitu banyak orang stress saat ini, tidak sedikit pula yang mulai putus asa. Seorang penyanyi rohani membagikan pemandangan yang disaksikannya belum lama ini. Ia bercerita, ketika ia masuk ke sebuah food court di Jakarta, dia melihat seseorang membentur-benturkan kepalanya ke atas meja. Suaminya sendiri baru saja terkena PHK. Krisis membuat perusahaan tempat suaminya bekerja terpaksa menutup cabang-cabangnya termasuk caband di Indonesia, dan akibatnya suaminya pun kehilangan pekerjaan dengan seketika. Beberapa teman saya pun mengalami hal yang sama dalam keluarganya. Seorang saudara dari teman saya sudah bekerja di perusahaan asing di Jakarta selama 15 tahun, karir berjalan dengan baik, dan pada suatu pagi ketika ia masuk ke ruang kantornya, dia melihat listrik sudah dipadamkan, dan ada sebuah kotak besar terletak di atas mejanya. Ternyata pagi itu dia diberhentikan. Berbagai versi muncul akhir-akhir ini, tapi semuanya menuju pada satu hal yang sama: kehilangan pekerjaan akibat krisis global yang melanda dunia. Situasi tidak menentu, bahkan para pengamat ekonomi pun banyak yang kebingungan menyikapi situasi yang berkembang. Hampir tidak ada lagi penjelasan yang masuk akal mengenai krisis global ini. Dunia mungkin mulai kehilangan harapan, orang mungkin mulai atau sudah putus asa. Bagaimana dengan kita? Apakah kita harus ikut putus asa? Nanti dulu.

Ayat bacaan hari ini menggambarkan bahwa dunia boleh goncang, bahkan langit sekalipun. Dunia yang kita pijak, langit yang memayungi kita, suatu ketika bisa tergoncang. Hal-hal yang sifatnya tidak kekal bisa tergoncang. Ekonomi, keuangan, karir, pangkat, status, pekerjaan, jabatan dan sebagainya, semua tidaklah kekal dan suatu saat akan tergoncang. Saat ini pun semua itu tengah tergoncang bagi banyak orang. Namun lihatlah bahwa kita diingatkan untuk sadar, bahwa yang tinggal hanyalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa tergoncangkan, yaitu Kerajaan Allah.

Roma 8:14 mengatakan: “Semua orang, yang dipimpin Roh Allah, adalah anak Allah.” Anak Allah berarti menjadi ahli waris Kerajaan Surga. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia.” (ay 17). Lihatlah ada janji Tuhan yang berlaku pada semua anak-anakNya yang mengasihi Dia. Yang dijanjikan Tuhan itu luar biasa. Dia menjanjikan kita menjadi ahli waris dari sesuatu yang tidak akan pernah, dan bisa, tergoncangkan. Dalam menghadapi masa yang sukar di hari-hari sekarang ini, janji Tuhan inilah yang harus kita pegang. Ingat bahwa ahli waris Kerajaan hanyalah dijanjikan kepada siapapun yang mengasihi Dia seperti yang tertulis pada Yakobus 2:5.

Mengasihi Tuhan berbicara mengenai bagaimana kita hidup kudus, hidup berkenan di hadapan Tuhan. Mengasihi Tuhan berbicara mengenai percaya sepenuhnya dan menyerahkan hidup secara total ke dalam tangan Tuhan. Mengasihi Tuhan berbicara mengenai mengenal pribadi Tuhan dan beriman kepada PutraNya yang tunggal, Yesus Kristus. Mengasihi Tuhan berbicara mengenai waktu-waktu kita untuk datang pada Tuhan dengan pujian dan penyembahan, mempersembahkan korban syukur yang terbaik dalam doa-doa, saat teduh maupun persekutuan. Mengasihi Tuhan berbicara mengenai sebuah hidup yang kita jalani sepenuhnya bersama Tuhan, baik dalam pekerjaan, pelayanan maupun keluarga dan lingkungan. Lihatlah bahwa dalam goncangan luar biasa yang melanda dunia saat ini, ada sebuah janji Tuhan untuk meluputkan kita dari itu semua. Ketika kita menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, ketika kita berada di dalamnya, kita pun tidak akan tergoncang. Haleluya!

Inilah sebuah momen “turning point” bagi kita. Pada hari-hari ini, kita tidak akan bisa lagi bertumpu pada hal-hal yang sifatnya sementara. Kita tidak bisa lagi bergantung pada uang, kita tidak lagi bisa berpegang pada harta kekayaan, kita tidak lagi bisa mengandalkan kekuatan manusia. Ini saatnya untuk melakukan perubahan, sebuah titik balik untuk bergantung sepenuhnya pada Tuhan, Raja dari Kerajaan yang tidak akan bisa tergoncangkan. Dia menjanjikan keselamatan ditengah badai kesulitan yang menerpa dunia saat ini. Ini waktunya bagi kita untuk mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut, dan terimalah status anda sebagai ahli waris dari sebuah Kerajaan yang tidak akan pernah tergoncangkan.

Jadilah ahli waris dari Kerajaan Allah yang kokoh dan kekal selama-lamanya

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply