Tuna Rungu Wonosobo

Mgr Puja bersama anak-anak tuna rungu

“Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.” (2 Kor 6: 4, 10)

SALAH satu agenda dalam pertemuan Uskup Regio Jawa adalah kunjungan ke SLB Dena Upakara dan Don Bosco di Wonosobo. Kedua lembaga ini mempunyai karya yang sama, yakni mendidik anak-anak tuna rungu dan tuna wicara. Don Bosco mendidik anak-anak putra; sedangkan Dena Upakara mendidik anak-anak putri.

Pada saat rombongan para Uskup datang, mereka menyambutnya dengan tari-tarian yang bagus. Kemudian pada malam harinya, rombongan para uskup disuguhi berbagai penampilan dari anak-anak tuna rungu dan tuna wicara, seperti fashion, baca puisi, dan sendratari kolosal Babad Tanah Dieng. Dari berbagai macam penampilan tersebut nampak bahwa mereka sungguh percaya diri, kreatif dan menyajikan suatu pentas yang indah.

Di sela-sela acara tersebut, penata acara juga mengenalkan alumni yang hadir. Salah satu alumni mengembangkan bakat sebagai designer dan menjadi perancang kostum cheerleaders sebuah sekolah favorit di Surabaya. Yang lain mengembangkan kemampuan dalam hal membatik. Kain batiknya telah diakui oleh pemerintah daerah dan menjadi ikon daerah tersebut.

Selain itu, Bruder juga memberikan informasi prestasi para siswa SLB di tingkat kabupaten atau propinsi. Prestasi mereka dalam beberapa bidang mata pelajaran tidak kalah dengan sekolah normal lainnya. Sungguh luar biasa kreativitas dan prestasi dari anak-anak tuna rungu dan tuna wicara yang dididik oleh kedua lembaga ini.

Tuna artinya kurang atau tidak memiliki. Mereka mempunyai sesuatu kekurangan dalam diri mereka, khususnya dalam hal pendengaran dan percakapan. Namun demikian, dalam kekurangannya, mereka mampu memberikan sesuatu yang indah dan baik bagi orang lain.

Benarlah kata-kata St. Paulus, “…sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang.” Kekurangan atau kemiskinan bukanlah sesuatu yang harus disesali atau diratapi, sebab orang-orang miskin bisa memperkaya banyak orang dengan kemiskinannya.

Teman-teman selamat siang. Selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: