Tumpeng Berkah dan Penghargaan

jokowi tumpeng by Republika“Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu” (Ef 3, 8) PADA  pesta rakyat di Monas, Presiden baru memberikan potongan tumpeng syukur kepada seorang ibu sopir taxi, seorang ibu dari Jayapura dan seorang mahasiswi. Bentuknya memang tumpeng […]

jokowi tumpeng by Republika

“Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus, telah dianugerahkan kasih karunia ini, untuk memberitakan kepada orang-orang bukan Yahudi kekayaan Kristus, yang tidak terduga itu” (Ef 3, 8)

PADA  pesta rakyat di Monas, Presiden baru memberikan potongan tumpeng syukur kepada seorang ibu sopir taxi, seorang ibu dari Jayapura dan seorang mahasiswi.

Bentuknya memang tumpeng atau makanan dengan lauknya dalam sebuah piring. Namun tumpeng ini pasti berbeda dengan tumpeng lain, yang sering dibikin dan dinikmati dalam berbagai acara syukuran.

Ini merupakan tumpeng pemberian seorang Presiden baru, yang dipilih langsung oleh rakyat.

Tumpeng bisa dimaknai sebagai suatu anugerah dari pimpinan tertinggi bangsa. Pasti ada alasan khusus bahwa 3 orang itu mendapatkan anugerah tumpeng dari Presiden baru. Pada umumnya, seseorang mendapatkan anugerah tertentu berdasarkan prestasi dan keunggulan yang mereka miliki.

Banyak siswa berprestasi dalam bidang sains dan teknologi. Banyak orang berprestasi dalam pengembangan seni budaya, perdamaian dunia, kelestarian alam, kebersihan kota, sastra dan prestasi dalam bidang lain. Mereka inilah yang sering mendapatkan anugerah khusus, baik dari lembaga pemerintah maupun lembaga lain yang bergerak dalam bidang tertentu.

Anugerah bisa diberikan dalam bentuk piagam, sertifikat, dana, serta bentuk lain. Seseorang dihargai dan dianugerahi hal tertentu berdasarkan prestasinya, keunggulannya, suksesnya, keutamaannya. Hal ini berbeda dengan pengalaman St. Paulus. Dirinya juga mendapatkan anugerah, sekalipun dia tidak mempunyai suatu prestasi atau keunggulan tertentu.

Bahkan ia merasa bahwa dirinya adalah pribadi yang paling hina dari antara semua orang kudus. Anugerah yang diterimanya bukanlah dana, piagam atau sertifikat; tetapi anugerah tersebut adalah kasih karunia. Anugerah ini tidak diterima dari pemimpin negara atau lembaga duniawi yang lain, tetapi dari Yesus Kristus, yang telah mewahyukan diri-Nya kepadanya.

Cara-cara menghargai dan memberikan anugerah yang dilakukan manusia, ternyata berbeda dengan yang dilakukan Allah. Allah menghargai dan menganugerahi manusia bukan berdasarkan prestasinya, tetapi berdasarkan sikap serta keterbukaan hati manusia akan kehadiran Allah dalam hidupnya.

Teman-teman selamat pagi dan selamat berkarya. Berkah Dalem.

Kredit foto: Jokowi Tumpengan (Courtesy of Republika)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply