Tumpangan Bagi Orang Asing

Ayat bacaan: Ibrani 13:2
========================
“Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat.”

tumpangan bagi orang asing, berbuat untuk Yesus, menjamu malaikat

Ada sebuah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan terjadi sekitar pertengahan tahun 90an. Saat itu saya sedang dalam perjalanan pulang sehabis mengerjakan tugas kelompok. Hari sudah larut malam, sekitar pukul 11 malam. Di tengah perjalanan saya melihat ada seorang wanita hamil yang terlihat kesakitan bersama kedua orang tuanya berdiri di tengah jalan. Saya berhenti dan bertanya ada apa. Ternyata wanita hamil itu telah pecah ketubannya. Mereka sedang menunggu taksi untuk membawa mereka ke rumah sakit. Sudah beberapa taksi berhenti, tapi ketika melihat si wanita “belepotan”, mereka pun menolak untuk membawanya. Saya mempersilahkan mereka untuk naik ke mobil dan menawarkan untuk mengantar ke rumah sakit. Sejenak mereka terlihat kaget dan ragu, karena mereka tidak kenal saya, begitu pula saya tidak kenal mereka. Tapi kemudian mereka naik juga dan saya pun bergegas membawa mereka. Di sepanjang perjalanan ibu dan ayah wanita itu berulang kali menyatakan permintaan maaf karena mengotori mobil saya, meskipun saya pun berulang kali menyatakan bahwa yang penting anak dan cucu mereka bisa selamat. Sesampainya di rumah sakit, saya langsung memanggil perawat dan menarik sebuah kursi roda yang terletak di depan pintu rumah sakit. Wanita itu pun langsung dibawa ke dalam. Sang ayah kemudian bertanya berapa yang harus mereka bayar pada saya, tapi saya menolak. Dia pun kemudian menawarkan untuk membersihkan mobil, tapi saya memintanya untuk menemani anaknya saja yang jelas lebih butuh kehadirannya pada saat itu. Akhirnya sang ayah membungkuk sambil menangis dan memegang tangan saya mengucapkan terima kasih, menanyakan nama saya dan berkata bahwa nama saya nanti akan mereka jadikan nama cucu mereka, jika yang lahir laki-laki. Saya baru sampai di rumah sekitar pukul 1 pagi. Saya langsung mengambil ember dan kain, membersihkan mobil dari air ketuban yang membasahi jok mobil belakang. Ibu saya yang tadinya khawatir karena saya pulang sangat larut menjadi terheran-heran melihat saya. Saya tidak pernah lagi bertemu dengan mereka hingga saat ini.

Apa yang membuat saya berhenti dan membawa mereka waktu itu? Apakah merasa diri seperti superhero, sok jagoan atau pahlawan? Sama sekali tidak. Saat itu saya hanya berpikir bagaimana jika seandainya yang berdiri disana adalah ibu atau saudara perempuan saya. Saya berpikir bagaimana jika si wanita terlambat mendapat pertolongan sehingga dia dan anaknya sampai meninggal. Alangkah menyedihkannya saya sebagai manusia jika saya tidak berbuat apapun melihat itu semua. Pada saat itu saya belum lahir baru, sehingga belum tahu apa-apa tentang apa kata alkitab mengenai perbuatan saya. Hari ini saya bertemu sebuah ayat yang luar biasa. Betapa luar biasanya jika tanpa kita ketahui perbuatan kita telah menjamu malaikat-malaikat!

Mari kita lihat sejenak ke kisah Abraham dalam Kejadian 18:1-15. Disana diceritakan bagaimana kemurahan hati Abraham menerima 3 tamu asing dengan sangat ramah. Dia menghidangkan makanan dan minuman pada para tamu, bahkan mengambilkan air untuk membasuh kaki mereka. Belakangan diketahui ternyata ke 3 tamu asing yang berada dalam kemahnya sesunggguhnya adalah malaikat-malaikat Tuhan. Para malaikat itu pun menyampaikan pesan Tuhan yang sangat penting bagi Abraham, yaitu janji untuk memberi anak laki-laki, sebuah janji yang kemudian menjadi sangat menentukan bagi perjalanan hidup kita hingga saat ini. Bayangkan jika saat itu Abraham menolak kehadiran orang asing dan membiarkan mereka lewat begitu saja.

Menjamu malaikat pastilah luar biasa. Tapi satu hal yang penting, malaikat atau bukan, kita harus tahu bahwa segala sesuatu yang kita buat bagi orang lain adalah sangat berharga di mata Tuhan. Dalam masa kehadiran Yesus di dunia pun, Yesus tidak hanya peduli pada murid-muridNya dan orang-orang yang Dia kenal di sekitarNya, tapi Yesus melayani siapapun tanpa pandang bulu. Apakah mereka orang Yahudi, Samaria, Romawi, apakah mereka nelayan, pemungut cukai, orang kusta, orang kemasukan setan, prajurit, apakah mereka pria, wanita atau anak-anak, semua diberikan pelayanan penuh kasih. Selanjutnya Yesus pun berkata: “sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” (Matius 25:40). Artinya apapun yang kita lakukan buat orang lain berarti melakukannya untuk Yesus. Bagaimana jika kita tidak peduli, tidak mau melakukan apapun untuk menolong? Ini jawaban Yesus: “Maka Ia akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang tidak kamu lakukan untuk salah seorang dari yang paling hina ini, kamu tidak melakukannya juga untuk Aku. Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal.”(Matius 25:45-46).

Coba kita perhatikan di sekitar kita. Apakah kita mau menjamu seorang pengemis yang mengetuk rumah kita, atau kita takut piring dan gelas kita akan kotor? Apakah kita sudah memberikan pertolongan pada tetangga-tetangga kita yang sedang kesulitan? Apakah kita mau memberi sedekah ketika bertemu pengemis di jalan atau malah merasa kesal, terganggu bahkan jijik terhadap kehadiran mereka? Kenal atau tidak, berilah perhatian terhadap siapapun yang membutuhkan, orang percaya atau bukan, karena itu artinya anda telah melakukan sesuatu untuk Kristus. Dan siapa tahu, mungkin anda tengah menjamu malaikat.

Jangan pandang bulu dalam membantu karena sekecil apapun, semua itu berharga di mata Tuhan

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply