Tumbuh

Ayat bacaan: 1 Timotius 4: 7b-8
========================
“Latihlah dirimu beribadah. Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.”

tumbuh

Ada tanaman yang langsung mati jika tidak terawat, ada pula yang hidup segan mati tak mau. Tidak mengalami pertumbuhan, tetapi mati pun tidak. Atau kalaupun bertumbuh prosesnya sangat lambat. Ada sebuah pohon milik tetangga saya yang jarang ia rawat dan hanya mengandalkan curah hujan saja. Ia tidak memberi pupuk dan melakukan apa-apa. Pohonnya tetap hidup, tetapi tidak kunjung menghasilkan buah. Hanya daun yang ada disana, itupun sedikit dan terlihat kering. Seandainya saja ia mau sedikit lebih rajin merawat, maka tanaman itu bisa tumbuh subur dan menghasilkan buah. Sedikit perhatian saja bisa memberi hasil yang berbeda, apalagi jika dirawat dengan baik. Sayang sekali melihat pohon yang sebenarnya punya potensi untuk  Dalam hal rohani pun keadaan bisa sama seperti itu.

Ada banyak orang yang memiliki kerinduan yang besar agar imannya bertumbuh, tapi dia merasa bagaiberjalan di tempat selama bertahun-tahun. Mereka sudah berdoa, tapi tetap saja tidak merasakan adanya pertumbuhan. Hidup masih diliputi keraguan, keduniawian masih terus lebih mendominasi ketimbang merasakan hadirat Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak ada hasrat kuat untuk mendalami Alkitab, secara teratur menyediakan waktu untuk saat teduh, bahkan kerinduan untuk beribadah bersama baik di gereja maupun persekutuan-persekutuan. Saya pun pernah mengalami hal-hal seperti itu. Ada masa dimana saya mudah mengantuk di gereja, ada masa dimana saya begitu malas membuka Alkitab, bahkan malas berdoa kalau sedang tidak ada yang saya butuhkan. Tapi sekarang berbeda. Saya merasakan sendiri betapa berbedanya hidup bersama Tuhan. Living from glory to glory. Apakah saya tidak punya masalah? Seperti anda, saya pun manusia biasa yang tetap punya masalah-masalah dalam hidup. Tetapi kedekatan bersama Tuhan membuat saya tidak mudah terganggu dengan adanya masalah. Saya tahu Tuhan ada bersama saya dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah satu per satu, dan itu memberi kekuatan serta keyakinan tersendiri sehingga saya bisa tenang dan tidak harus kehilangan sukacita. Semua itu akan luput dari kita apabila kita hanya terus berjalan di tempat tanpa mengalami pertumbuhan.

Kita tidak akan bisa berharap untuk bertumbuh dengan instan, dan berharap bahwa dengan satu doa, lalu kita tiba-tiba langsung bertumbuh dalam dia. Pohon pun tidak pernah mendadak tumbuh besar dalam sekejap mata bukan? Iman kita pun demikian. Iman bisa bertumbuh. Diawali dari benih Firman Tuhan yang kita tanam, benih itu bisa membuat iman bertumbuh semakin besar dan semakin tinggi. Demikianlah Yesus menggambarkan hal itu: “Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat.” (Matius 13:23).

Memang benar, jika kita membaca 1 Korintus 3:7, kita akan melihat bahwa Allah-lah yang memberi pertumbuhan. Itu benar. Namun bukan berarti kita bisa berpangku tangan dan memerintah Tuhan untuk memberikan itu, karena ada bagian yang harus kita lakukan. God does his part, but we have to do our part first. Dan kita tidak bisa pula berharap untuk bisa tekun dalam seketika. Seperti dalam banyak hal, kita harus terlebih dahulu melatih diri kita dan membiasakan untuk tekun secara perlahan dari hari ke hari. Itu tepat seperti yang disebutkan dalam ayat bacaan hari ini “Latihlah dirimu beribadah.” (1 Timotius 4:7b). Seperti halnya orang yang ingin tubuhnya sehat, mereka pun harus melatih diri mereka agar berolahraga secara teratur. Mau punya tubuh kekar? Pergi ke fitness center dan bentuklah tubuh disana. Mau sehat? Makanlah makanan yang bergizi secukupnya secara teratur, dan lakukan senam atau lari pagi secara teratur pula. Ingin pintar? Belajarlah sungguh-sungguh. Everything in life is a process, it’s never instant. Termasuk juga pertumbuhan iman, haruslah melalui proses dimana ada bagian Tuhan, dan ada pula bagian kita, yang harus kita lakukan. Melatih diri untuk beribadah itu sangat penting, karena ada janji yang terkandung disana. Janji yang tidak saja berguna untuk kehidupan di dunia, namun juga untuk kehidupan yang akan datang. (ay 8).

Selain tekun berlatih, kita juga diajak untuk mematikan segala hal yang bersifat duniawi. “Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi…” (Kolose 3:5). Kita tidak akan pernah bisa bertumbuh dan hidup dalam Roh jika diri kita masih terus dikuasai oleh berbagai keinginan daging. Apabila kita menuruti apa yang diinginkan daging, maka kita akan mati, sebaliknya jika kita mematikan hal-hal duniawi dan membiarkan diri kita dipimpin oleh Roh, maka kita pun akan hidup. (Roma 8:13). Agar kita bisa bertumbuh dan menjadi milik Kristus, kita harus hidup dalam Roh, karena menjadi milik Kristus berarti ada Roh Allah yang diam di dalam kita. (ay 9). Roh Allah tidak akan diam di dalam kita jika kita terus membiarkan kedagingan mengambil alih kehidupan kita.

Dengan terus melatih diri untuk beribadah dan mematikan keinginan-keinginan duniawi, disanalah iman kita akan bertumbuh. Saya merasakan sendiri bagaimana luar biasanya bertumbuh dari hari ke hari. Saya hanya ingin bilang, ada banyak hal luar biasa yang akan anda lewatkan jika anda tidak bertumbuh. Bertumbuh dalam iman akan Kristus itu indahnya bukan main. Ada damai dan sukacita disana, ada kasih, ada kesabaran, ada pengharapan, ada pertolongan dan lain-lain, semua itu begitu menguatkan saya dalam menjalani profesi dan kehidupan. Hidup dipimpin Tuhan itu rasanya luar biasa. Ada banyak hal yang disingkapkan, mata kita akan melihat segala sesuatu dari sebuah sudut pandang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Itu semua saya katakan berdasarkan pengalaman yang saya alami sendiri dan bukan sekedar teori. Berdoalah, minta Tuhan untuk melakukan bagianNya, dan lakukan pula bagian kita, maka kita akan bertumbuh. “Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” (2 Petrus 3:18).

Do our part first then let God do His part

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. apa yang semestinya kamu lakukan agar curah hujan yang berlimpah tidak menjadi bencana
  2. cara agar curah hujan yang berlimpah tidak menjadi bencana
  3. apa yang dilakukan agar curah hujan yang berlimpah tidak menjadi bencana
Loading...

1 Comment

  • masa ga lengkap sih gimana berarti google ga lengkap dong masa aku mau nyari itu keluarnya ini

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: