Tuhan Yesus, Sumber Pengharapan dan Penghiburan Kita

hope by Maxell

Sabtu, 19 Juli 2014
Hari Biasa Pekan XV
Mikha 2:1-5; Mazmur 10:1-4.7-8.14; Matius 12:14-21

“Buluh yang patah terkulai tidak akan diputuskan-Nya, dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkan-Nya, sampai Ia menjadikan hukum itu menang.” (Matius 12:20)

KUTIPAN ayat ini memberikan daya penghiburan yang membangkitkan pengharapan. Dalam situasi yang buruk dan terpuruk sekalipun, kita diajak untuk selalu berpengharapan. Meskipun hidup kita laksana buluh yang patah terkulai, kita tidak akan diputuskan-Nya. Atau, jika hidup kita laksana sumbu yang pudar nyalanya, kita tidak akan dipadamkan-Nya.

Hukum kasih akan menang di tengah rimba kebencian. Hukum pengampunan akan menang di tengah belantara dendam. Huku keadilan akan menang di tengah padang gurun ketidakadilan. Inilah yang ditawarkan kepada kita.

Yesus Kristus memberikan teladan nyata dalam menghayati pengharapan itu. Meski orang-orang Farisi bersekongkol untuk membunuh-Nya; namun hal itu tak menggoyahkan tekad-Nya untuk hadir dan menyatakan belas kasih Allah. Yesus tetap berkarya, menyembuhkan yang sakit; menguatkan yang lemah; menolong yang merana; menghibur yang susah!

Ancaman demi ancaman yang Dia terima dihadapi dengan sabar, taat dan setia! Yesus juga tak mau berbantah dengan mereka yang melawan dan menyerang Dia. Maka, walau orang Farisi bersekongkol untuk membunuh Yesus, Ia menyingkir ke tempat lain dengan tetap sambil menyembuhkan semua orang sakit yang dibawa kepada-Nya.

Bagaimana kita menghayati kebenaran sabda ini? Di tengah situasi terpuruk dan seburuk apa pun, kita tetap bisa selalu berharap kepada Yesus Kristus Tuhan kita. Dialah sumber pengharapan kita.

Sebagaimana dalam Kristus Allah tidak pernah mematahkan kita di saat kita terkulai lemah atau saat semangat kita memudar, Allah tetap menjadi asa kita; maka, kita pun dipanggil dan diutus untuk tetap saling menjaga di antara kita; bukan saling menghancurkan! Saling menjaga berarti saling memberi ruang untuk tetap membangun harapan di dalam Tuhan sumber penghiburan kita.

Adorasi Ekaristi Abadi menjadi kesempatan yang baik untuk terus dan selalu membangun pengharapan dalam Tuhan, sumber daya penghiburan kita. Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita sembah Kristus yang menjadi sumber pengharapan segala bangsa.

Tuhan Yesus Kristus, syukur bagi-Mu sebab Engkau tidak mematahkan kami di saat kami laksana buluh terkulai. Atau, tak juga memadamkan kami di saat kami seperti sumbu dengan nyala memudar. Sebaliknya, Engkaulah sumber daya dan tumpuan hidup kami untuk selalu berharap akan segala penghiburan. Semoga kami pun dapat saling menjaga dan menguatkan satu terhadap yang lain, kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

5 pencarian oleh pembaca:

  1. khotbah ucapan syukur penghiburan
  2. khotbah penghiburan 40 hari
  3. khotbah penghiburan 2010
  4. ilustrasi khotbah penghiburan
  5. khotbah penghiburan 40 malam
Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: