Tuhan Tidak Akan Lupa

Ayat bacaan: 1 Korintus 15:58
========================
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.”

Tuhan tidak akan lupa, tidak sia-sia

Selama aktif di dunia musik sekian lama, saya sering menjumpai tokoh-tokoh musik yang berjasa besar bagi kehidupan ataupun perkembangan musik namun kini terlupakan. Ada banyak para pahlawan di dunia musik kini menjalani kehidupan yang sulit, bahkan mungkin sudah tidak dikenal lagi. Dari masa-masa tenar, akhirnya mereka terkikis oleh waktu, meninggalkan masa-masa keemasan mereka dan seiring berjalannya waktu mereka pun tidak lagi diingat orang. Salah satu perbincangan saya dengan seorang tokoh penting musik jazz Indonesia pernah menyinggung hal ini. Tanpa beliau, kehidupan musik jazz di Indonesia mungkin tidak akan bisa seindah sekarang. Namun saat ini beliau hanya bernyanyi dari cafe ke cafe. Saya pernah bertanya, apakah beliau pernah menyesal telah berlelah-lelah memperjuangkan musik yang ia cintai ini? Beliau menjawab tidak, tidak pernah dan tidak akan menyesal. “orang mungkin boleh lupa, saya boleh dilupakan, tapi saya percaya Tuhan tidak akan pernah lupa.” katanya sambil tersenyum.

Seandainya semua orang bisa memiliki mind set seperti ini. Kenyataannya ada banyak orang yang terlalu cepat bersungut-sungut jika tidak mendapatkan sesuatu sesuai dengan jerih payahnya. Dalam melayani Tuhan pun seperti itu. Tidak hanya suka,tapi duka pun bisa menjadi bagian hidup dari pelayanan. Kita tidak bisa mengharapkan segala sesuatunya selalu lancar berjalan sesuai harapan kita. Ada kalanya kita merasa kecewa, merasa tidak dihargai, merasa usaha keras, tenaga dan waktu yang kita berikan seolah berujung sia-sia. Itu wajar, dan itulah warna-warni pelayanan, dan secara lebih luas lagi merupakan warna-warni kehidupan. Ada masa-masa senang, ada masa-masa sukar. Ada masa bahagia, ada masa sedih. Ada masa puas, ada masa kecewa. That’s how life works. Sangatlah wajar, namun yang penting bagi kita adalah jangan sampai kita goyah, patah semangat dan menyerah karena kekecewaan ini. Mengapa? Karena kita harus ingat, bahwa di hadapan Tuhan jerih payah yang kita lakukan dengan tulus dalam nama Tuhan tidak akan pernah sia-sia!

Paulus mengingatkan jemaat di Korintus agar terus bertekun dan jangan lelah atas jerih payah mereka. “Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Korintus 15:58). Penulis Ibrani pun tahu itu. Sang penulis berkata: “Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang.” (Ibrani 6:10). Tuhan itu Maha Adil. Dia tidak akan pernah lupa akan pekerjaan dan kasih yang kita tunjukkan pada sesama dimana nama Tuhan dimuliakan. Segala sesuatu, yang kecil sekalipun yang kita perbuat atas kasih kepada sesama kita besar artinya di mata Tuhan. Tuhan Yesus pun mengucapkan demikian: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Matius 25:40). Lihatlah betapa besar penghargaan Yesus akan apa yang kita lakukan untuk orang lain, yang paling hina sekalipun. Kata “segala sesuatu” mengacu pada segala perbuatan kita tanpa memandang besar kecilnya usaha itu. Mungkin saking kecilnya orang tidak melihat, tidak ada yang memperhatikan, namun tetap saja itu berarti besar bagi Tuhan.

Dalam perikop “Abraham dibenarkan karena iman” (Roma 4:1-25), Paulus menerangkan tentang bagaimana iman Abraham yang luar biasa diperhitungkan Tuhan sebagai kebenaran. Ia pun menegaskan bahwa kebenaran yang diperhitungkan itu bukan hanya diberikan pada Abraham saja, tapi juga diperuntukkan bagi kita. (ay 23-24). Tuhan selalu mengingat segalanya. Sekecil apapun itu, jika kita melakukannya dengan sungguh-sungguh didasari kasih dengan memuliakan Tuhan, itu tidak akan pernah sia-sia.

Karenanya, teruslah giat melayani, apapun hasil yang anda dapatkan. Jangan pernah kecewa, menyesal, goyah atau bahkan menyerah. Tetaplah semangat! Ada Roh Tuhan yang bekerja di dalam diri kita, dan kita harus menjaga agar roh kita tetap menyala-nyala dalam melayani “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11). Mengapa? Karena semangat kita akan selalu diperhatikan dan diperhitungkan Tuhan. Manusia di dunia boleh lupa, boleh meremehkan, namun bagi Tuhan, selalu ada upah yang Dia sediakan untuk setiap jerih payah yang kita lakukan demi kemuliaanNya. Manusia bisa mengecewakan, tapi Tuhan tidak akan pernah mengecewakan! Keep the faith and keep working at your best.

Ketika dunia melupakan, ingatlah bahwa Tuhan tidak akan pernah lupa

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply