Tuhan, Saya Tidak Pantas Menerima-Mu…

27 Juni - RmA 2

Sabtu, 27 Juni 2015
Pekan Biasa XII
Kej. 18:1-15; Mzm. MT Luk. 1:46-47,48-49,50,53; Mat. 8:5-17

Tetapi jawab perwira itu kepada Yesus: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.”

Kisah tentang perwira Romawi yang datang kepada Yesus, dan memohon kepadanya untuk kesembuhan hambanya yang sakit lumpuh dan sangat menderita itu sangat penting bagi kita. Ia datang kepada Yesus tidak untuk kepentingannya sendiri, melainkan untuk kepentingan hambanya yang sakit lumpuh dan sangat menderita.

Tanggapan Yesus juga luar biasa. Ia menyambutnya dengan hangat dan berkata, “Saya akan datang dan menyembuhkan dia.” Dan perwira Romawi itu memberikan jawaban yang istimewa pula. Ia merasa tidak pantas menerima Yesus di rumahnya. Maka ia mohon agar Yesus bersabda sepatah kata saja, maka hambanya pasti sembuh. Ia menggunakan pengalamannya sebagai perwira terhadap atasannya dan terhadap bawahannya, yang sekali diperintah, perintah itu dilaksanakan dan terjadilah.

Yesus pun memuji sikap perwira itu. Ia bahkan memujinya sebagai model hidup beriman bagi kita. Itulah sebabnya Yesus bersabda, “Sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel.” Itulah sebabnya, kita selalu mengikuti imannya dalam Perayaan Ekaristi. Sebelum kita menerima Komuni Suci, kita pun berdoa, “Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang pada saya, bersabdalah sepatah kata saja maka saya akan sembuh!”

Dalam Adorasi Ekaristi Abadi, kita belajar dari perwira Romawi itu, yang datang Yesus dengan hati berani dan penuh iman, tetapi juga rendah hati. Kita berdoa kepada Yesus Kristus, “Tuhan, saya tidak pantas menyembah-Mu, Tuhan, bersabdala sepatah kata saja maka saya akan sembuh. Kita mohon kesembuhan dari dosa-dosa kita. Kita juga berdoa untuk kepentingan sesama terutama mereka yang tertindas dan miskin.

Tuhan Yesus Kristus, kami tidak pantas menerima-Mu namun bersabdalah sepatah kata saja dan kami akan sembuh. Sembuhkanlah kami dari dosa-dosa kami. Sembuhkanlah pula dunia ini dari belenggu dosa, kebencian dan kematian. Semoga kami melayani sesama dengan murah hati dan belas kasih kini dan selamanya. Amin.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

 

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: