Tuhan Perlu Anda

Ayat bacaan: Lukas 19:34=====================”Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”Belum lama ini saya sempat berbincang-bincang dengan musisi yang sudah berkarir lebih dari setengah abad. Di usia senjanya ia masih diberkati dengan kesehatan dan kekuatan…

Ayat bacaan: Lukas 19:34
=====================
“Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”

Belum lama ini saya sempat berbincang-bincang dengan musisi yang sudah berkarir lebih dari setengah abad. Di usia senjanya ia masih diberkati dengan kesehatan dan kekuatan yang memampukannya untuk terus aktif bermain. Baginya bermusik itu panggilan, hiburan dan penyemangat. Selama ia masih bisa bermain, ia akan terus bermain. Lantas ia pun sambil tertawa kecil berkata: “dan tentu saja selama saya masih diperlukan, selama masih ada yang mau ngundang dan nonton.” Ada kalanya kita kasihan melihat orang yang sudah berusia lanjut masih bekerja. Tapi ada banyak pula di antara mereka yang justru masih merasakan kegembiraan saat masih bisa aktif bekerja. Sekali mereka berhenti, maka segera mereka jadi pikun dan kondisi tubuhnya menurun drastis. Selama mereka menikmati dan bergembira dalam pekerjaannya, saya kira itu baik. Pada suatu saat mungkin dunia merasa jasa mereka tidak lagi diperlukan karena dianggap terlalu renta, tapi perhatikan bahwa Tuhan justru tidak berpikir demikian.

Tuhan mengatakan Dia tetap membutuhkan kita, tidak perduli keadaan atau usia kita. Ada banyak orang di usia senjanya bertanya, apakah mereka masih bisa berguna bagi Tuhan? Apakah mereka masih bisa membuat sisa hidup mereka bermakna? Apakah mereka masih dibutuhkan? Jawabannya jelas: tentu. Kita bisa melihat beberapa orang yang dalam usia tuanya ternyata masih berperan besar dalam melakukan perintah Tuhan. Nuh membangun bahtera di usia lanjut. Kaleb mengaku masih sama kuat di usia 85 tahun untuk berperang memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya. “..Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:10-11). Bagaimana dengan Abraham dan Sara? Mereka mendapatkan janji Tuhan akan keturunan yang banyak bagai bintang di langit justru pada usia yang sangat lanjut. Artinya orang-orang yang berusia tua pun tetap bernilai di mata Tuhan dan selalu mendapat kesempatan bahkan kepercayaan untuk melakukan sesuatu untuk Tuhan.

Saya teringat ketika Yesus membutuhkan keledai untuk membawanya memasuki Yerusalem. Yesus menyuruh dua muridnya demikian: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.” (Lukas 19:30). Dan ketika mereka melakukannya, si pemilik keledai pun bertanya mengapa mereka melepaskan keledai. Mereka pun menjawab seperti apa yang dipesan Yesus untuk mereka katakan: ” Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.” (ay 34). Jika seekor keledai saja dibutuhkan Tuhan untuk menyelesaikan pekerjaanNya di dunia ini, mengapa kita tidak?

Tuhan selalu memerlukan kita, anak-anakNya, duta-dutaNya di dunia ini untuk melakukan pekerjaanNya. Itu bisa berupa tugas spesifik yang segera harus dilakukan, a brief single task, seperti keledai itu, atau bisa juga memerlukan usaha dan ketekunan selama bertahun-tahun. Apapun bentuknya, semua ini akan menjadi kesempatan indah bagi kita untuk menyatakan kesaksian kita, menyatakan kasih Tuhan kepada sesama. Ketika kita mendapat tugas dari Tuhan, itu bukan beban melainkan sebuah kehormatan yang harus kita syukuri dan lakukan dengan sebaik-baiknya. Yang pasti, Tuhan akan selalu membutuhkan kita pada waktunya.

Untuk itu kita harus senantiasa mempersiapkan diri kita. Senantiasa berjaga-jaga baik lewat doa, membaca dan merenungkan firman Tuhan dalam alkitab dan terus peka mendengar panggilanNya. Ingatlah bahwa ada saat dimana kita tidak lagi bisa berbuat apa-apa, yaitu ketika masa hidup kita di dunia ini sudah selesai. Karenanya selama kita masih punya waktu, terimalah tugas Tuhan itu sebagai sebuah kehormatan besar. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” (Yohanes 9:4). Soal kapan diperlukan, serahkan itu kepada Tuhan. Dengarlah suaraNya dan turuti perintahNya. Sebab itu bukan tergantung kita, tetapi tergantung Tuhan sendiri. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15:16). Yang penting adalah kesiapan kita, sehingga begitu tugas diberikan, kita akan mampu untuk langsung mengerjakan sesuai dengan apa yang dikehendakiNya.

Apa hebatnya keledai? Bagi orang banyak keledai diasosiasikan sebagai binatang yang bodoh, tetapi nyatanya keledai sekalipun tetap dibutuhkan Tuhan. Apalagi kita anak-anakNya. Bukan kehebatan kita, keahlian kita, gelar dan tingkat pendidikan kita, pengaruh dan kuasa kita di dunia, tapi kemauan atau kesediaan kita, itulah yang Dia tuntut. Tuhan bukan mencari orang-orang hebat secara duniawi, tapi orang yang dengan tulus mau melakukan sesuai panggilanNya, karena mengasihi Tuhan. Usia? Bukan halangan. Kemampuan? Bukan halangan juga. Mari kita semua tetap mempersiapkan diri dengan tekun. Jika Tuhan memanggil anda untuk sebuah pekerjaan, jika anda dibutuhkan Tuhan saat ini, sudah siapkah anda?

Tuhan memiliki tugas untuk setiap kita tanpa memandang usia atau kemampuan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Tuhan Perlu Anda

Ayat bacaan: Lukas 19:34=====================”Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”Belum lama ini saya sempat berbincang-bincang dengan musisi yang sudah berkarir lebih dari setengah abad. Di usia senjanya ia masih diberkati dengan kesehatan dan kekuatan…

Ayat bacaan: Lukas 19:34
=====================
“Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.”

Belum lama ini saya sempat berbincang-bincang dengan musisi yang sudah berkarir lebih dari setengah abad. Di usia senjanya ia masih diberkati dengan kesehatan dan kekuatan yang memampukannya untuk terus aktif bermain. Baginya bermusik itu panggilan, hiburan dan penyemangat. Selama ia masih bisa bermain, ia akan terus bermain. Lantas ia pun sambil tertawa kecil berkata: “dan tentu saja selama saya masih diperlukan, selama masih ada yang mau ngundang dan nonton.” Ada kalanya kita kasihan melihat orang yang sudah berusia lanjut masih bekerja. Tapi ada banyak pula di antara mereka yang justru masih merasakan kegembiraan saat masih bisa aktif bekerja. Sekali mereka berhenti, maka segera mereka jadi pikun dan kondisi tubuhnya menurun drastis. Selama mereka menikmati dan bergembira dalam pekerjaannya, saya kira itu baik. Pada suatu saat mungkin dunia merasa jasa mereka tidak lagi diperlukan karena dianggap terlalu renta, tapi perhatikan bahwa Tuhan justru tidak berpikir demikian.

Tuhan mengatakan Dia tetap membutuhkan kita, tidak perduli keadaan atau usia kita. Ada banyak orang di usia senjanya bertanya, apakah mereka masih bisa berguna bagi Tuhan? Apakah mereka masih bisa membuat sisa hidup mereka bermakna? Apakah mereka masih dibutuhkan? Jawabannya jelas: tentu. Kita bisa melihat beberapa orang yang dalam usia tuanya ternyata masih berperan besar dalam melakukan perintah Tuhan. Nuh membangun bahtera di usia lanjut. Kaleb mengaku masih sama kuat di usia 85 tahun untuk berperang memasuki tanah yang dijanjikan Tuhan kepadanya. “..Jadi sekarang, telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini; pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.” (Yosua 14:10-11). Bagaimana dengan Abraham dan Sara? Mereka mendapatkan janji Tuhan akan keturunan yang banyak bagai bintang di langit justru pada usia yang sangat lanjut. Artinya orang-orang yang berusia tua pun tetap bernilai di mata Tuhan dan selalu mendapat kesempatan bahkan kepercayaan untuk melakukan sesuatu untuk Tuhan.

Saya teringat ketika Yesus membutuhkan keledai untuk membawanya memasuki Yerusalem. Yesus menyuruh dua muridnya demikian: “Pergilah ke kampung yang di depanmu itu: Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan mendapati seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskanlah keledai itu dan bawalah ke mari.” (Lukas 19:30). Dan ketika mereka melakukannya, si pemilik keledai pun bertanya mengapa mereka melepaskan keledai. Mereka pun menjawab seperti apa yang dipesan Yesus untuk mereka katakan: ” Kata mereka: “Tuhan memerlukannya.” (ay 34). Jika seekor keledai saja dibutuhkan Tuhan untuk menyelesaikan pekerjaanNya di dunia ini, mengapa kita tidak?

Tuhan selalu memerlukan kita, anak-anakNya, duta-dutaNya di dunia ini untuk melakukan pekerjaanNya. Itu bisa berupa tugas spesifik yang segera harus dilakukan, a brief single task, seperti keledai itu, atau bisa juga memerlukan usaha dan ketekunan selama bertahun-tahun. Apapun bentuknya, semua ini akan menjadi kesempatan indah bagi kita untuk menyatakan kesaksian kita, menyatakan kasih Tuhan kepada sesama. Ketika kita mendapat tugas dari Tuhan, itu bukan beban melainkan sebuah kehormatan yang harus kita syukuri dan lakukan dengan sebaik-baiknya. Yang pasti, Tuhan akan selalu membutuhkan kita pada waktunya.

Untuk itu kita harus senantiasa mempersiapkan diri kita. Senantiasa berjaga-jaga baik lewat doa, membaca dan merenungkan firman Tuhan dalam alkitab dan terus peka mendengar panggilanNya. Ingatlah bahwa ada saat dimana kita tidak lagi bisa berbuat apa-apa, yaitu ketika masa hidup kita di dunia ini sudah selesai. Karenanya selama kita masih punya waktu, terimalah tugas Tuhan itu sebagai sebuah kehormatan besar. “Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja.” (Yohanes 9:4). Soal kapan diperlukan, serahkan itu kepada Tuhan. Dengarlah suaraNya dan turuti perintahNya. Sebab itu bukan tergantung kita, tetapi tergantung Tuhan sendiri. “Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu.” (Yohanes 15:16). Yang penting adalah kesiapan kita, sehingga begitu tugas diberikan, kita akan mampu untuk langsung mengerjakan sesuai dengan apa yang dikehendakiNya.

Apa hebatnya keledai? Bagi orang banyak keledai diasosiasikan sebagai binatang yang bodoh, tetapi nyatanya keledai sekalipun tetap dibutuhkan Tuhan. Apalagi kita anak-anakNya. Bukan kehebatan kita, keahlian kita, gelar dan tingkat pendidikan kita, pengaruh dan kuasa kita di dunia, tapi kemauan atau kesediaan kita, itulah yang Dia tuntut. Tuhan bukan mencari orang-orang hebat secara duniawi, tapi orang yang dengan tulus mau melakukan sesuai panggilanNya, karena mengasihi Tuhan. Usia? Bukan halangan. Kemampuan? Bukan halangan juga. Mari kita semua tetap mempersiapkan diri dengan tekun. Jika Tuhan memanggil anda untuk sebuah pekerjaan, jika anda dibutuhkan Tuhan saat ini, sudah siapkah anda?

Tuhan memiliki tugas untuk setiap kita tanpa memandang usia atau kemampuan

Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply