Tuhan Menguatkan

Ayat bacaan: 1 Yohanes 5:10a
=======================
“Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya”


Tuhan menguatkan

Malam ini hp saya tiba-tiba berdering. Ternyata saya mendapatkan telepon dari seorang penyanyi legendaris jazz Indonesia yang usianya sudah lebih setengah abad. Beliau ini memang luar biasa. Di usianya yang sudah tidak lagi muda itu, bukannya melemah, malah vokalnya semakin luar biasa. Dia masih sanggup mengisi panggung selama berjam-jam. Ketika banyak artis yang hanya separuh dari usianya sudah mulai merasakan menurunnya kemampuan mereka, ketika ada banyak penyanyi yang kualitas vokalnya semakin menurun seiring perjalanan waktu, beliau justru mengalami peningkatan. Jika saya bandingkan kemampuan olah suara beliau saat ini dengan saat ia baru memulai karirnya lebih dari 30 tahun yang lalu, maka jelaslah bahwa kualitasnya jauh lebih baik saat ini dibanding dulu. Beliau sempat mengalami musibah patah kaki akibat terjatuh, tapi sekarang hal tersebut seolah-olah tidak membekas sama sekali. Beliau justru semakin lincah. Setelah berbincang-bincang, dia bercerita tentang sebuah wawancara yang dilakukannya beberapa waktu lalu. Si wartawan bertanya, apa rahasia beliau untuk bisa menjaga kualitas vokal dan kondisi tubuh tetap prima? Apa yang ia makan? Jenis vitamin apa yang ia konsumsi? Jawaban dari sang legenda adalah, “kuncinya cuma satu, yaitu Yesus. Tuhan Yesus lah yang memberi kekuatan, sehingga saya masih bisa seperti saat ini.” Ini sebuah kesaksian yang luar biasa, yang beliau ucapkan dengan berani di depan orang yang mungkin belum mengenal Kristus. Beliau kemudian melanjutkan, “saya percaya pada Yesus, saya alami begitu banyak mukjizat, Dia tidak pernah berhenti memberi saya kekuatan. Dan itulah yang saya sampaikan kepada mereka dengan jujur.” Saya pun kemudian teringat akan ayat bacaan hari ini.

Yohanes menuliskan demikian: “Barangsiapa percaya kepada Anak Allah, ia mempunyai kesaksian itu di dalam dirinya” (1 Yohanes 5:10). Ketika kita percaya dengan iman yang teguh pada Kristus, maka sudah pada tempatnya kita memiliki segudang kesaksian yang bisa kita bagikan kepada orang lain untuk memberkati mereka. Dengan iman kita bukan saja mengenal Tuhan, tapi terlebih kita mengalami Tuhan. Mengalami Tuhan dalam berbagai pengalaman dan kisah hidup kita, bagaimana nyata kuasaNya yang ajaib, sehingga semua itu bisa kita pakai sebagai kesaksian yang memberkati banyak orang. Sebagai manusia, segala kemampuan dan kuasa kita terbatas sifatnya. Tapi kemampuan Tuhan tidaklah pernah terbatas. “Bagi Allah tidak ada yang mustahil!” (Lukas 1:37). Maka alangkah ironisnya jika kita masih terus mengandalkan orang lain dan kekuatan sendiri, dan melupakan Tuhan yang justru memiliki kuasa yang tidak terbatas. Satu persatu mukjizat atau keajaiban akan terjadi dalam hidup anak-anak Tuhan yang secara penuh menyerahkan hidupnya ke dalam tangan Tuhan, dan adalah sangat indah apabila semua itu dikumpulkan menjadi rangkaian kesaksian kita mengenai Kristus. Lihatlah Daud, dalam kesesakan sekalipun ia tahu bahwa ia selalu bisa mengandalkan Tuhan, sumber kekuatan dan perisainya. Dan demikian kata Daud: “TUHAN adalah kekuatanku dan perisaiku; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyianku aku bersyukur kepada-Nya.TUHAN adalah kekuatan umat-Nya dan benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya!” (Mazmur 28:7-8).

Apakah kita merasa lelah hari-hari ini akibat terus ditimbun pekerjaan yang tidak kunjung usai? Apakah anda saat ini merasa letih dan merasa performa anda memburuk? Berdoalah, datanglah pada Tuhan. Dia akan memberikan kekuatan dan semangat baru. Mari kita lihat apa yang tertulis dalam kitab Yesaya. “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:29-31). Ya, Tuhan sanggup memberi kekuatan. Bahkan ketika orang yang lebih muda bisa menjadi lelah, tersandung dan terjatuh, kita akan terus kuat dan bersemangat. Bukan karena kehebatan kita, bukan karena kemampuan kita, tapi Tuhanlah yang memampukan! Dan lihatlah apa yang dikatakan Yesus. “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Matius 11:28). Bukan saja diberi kekuatan dan semangat, tapi juga diberikan kelegaan, dimana kita tetap bisa bersukacita dalam pekerjaan-pekerjaan berat kita sehari-hari. Usia boleh bertambah, namun bukan berarti semangat dan kekuatan kita harus menurun. Tuhan sanggup memberi kekuatan dan semangat, serta memberkati kita dengan sukacita berlimpah. Alami kekuatan yang berasal dari Tuhan, dan jadikanlah sebagai kesaksian kita akan Kristus untuk memberkati sesama.

Percaya pada Kristus akan membawa kita mengalami banyak hal yang selalu bisa dijadikan kesaksian

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply