Tuhan Mengenal Saya Secara Utuh

God knows

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku.” (Yoh 10, 14-15)

PADA saat pertemuan Caritas di Solo, saya berjumpa dengan banyak peserta yang datang dari berbagai kota dan keuskupan. Beberapa wajah sudah pernah saya lihat dan kenal. Namun sebagian besar peserta tidak saya kenal. Banyak wajah asing yang baru pertama kali saya lihat dan belum saya kenal.

Beruntung bahwa panitia membuat ‘name tag’ yang berisi nama setiap peserta dan dipakai selama pertemuan. Saya mulai mengenal nama para peserta, asalnya, dan juga karya-karyanya. Acara perkenalan pun dilakukan pada bagian awal pertemuan.  

Perkenalan menjadi kesempatan bagi seseorang untuk mengerti dan memahami orang lain secara utuh, entah nama, asal, karya, perjuangannya serta pengalaman lain. Saling mengenal satu dengan yang lain membuat suasana hidup bersama menjadi hangat, relasi menjadi dekat dan komunikasi menjadi cair.

Perkenalan merupakan langkah awal bagi seseorang untuk menerima orang lain bukan sebagai orang asing, tetapi sebagai teman, rekan, saudara atau sahabat. Mereka tidak hanya saling menerima, tetapi juga saling mendukung dan saling menguatkan satu dengan yang lain.

Memang sering terjadi bahwa di dalam kehidupan bersama, selalu saja ada orang yang tidak kita kenal dengan baik karena sikapnya yang tertutup atau sifatnya yang individualis, suka menyendiri.

Ada juga orang yang tidak bersedia untuk mengenal orang lain, tidak peduli dengan kehidupan bersama, merasa bahwa dirinya mampu dalam banyak hal dan tidak butuh orang lain.

Sekalipun orang tidak dikenal oleh sesamanya atau tidak mau kenal dengan orang lain, tetapi Tuhan, sebagai Gembala yang baik,  mengenal betul domba-domba-Nya secara pribadi.

Tuhan mengenal kita secara utuh, termasuk hal-hal yang kita pikirkan, rasakan, inginkan, cita-citakan dan perjuangkan.

Sejauh mana saya mengalami bahwa Tuhan sungguh mengenal saya secara utuh? Sejauh mana saya dikenal oleh sesama dan bersedia mengenal mereka?

Teman-teman selamat pagi dan selamat berhari Minggu. Berkah Dalem.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply