Tuhan Mengenal Kita (1)

Ayat bacaan: Mazmur 139:1=======================”TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku”Kemarin kita sudah membahas mengenai pentingnya sebuah pengenalan seutuhnya dan sebenar-benarnya akan Tuhan, baik mengenai pribadi maupun ketetapanNya. Bukan sa…

Ayat bacaan: Mazmur 139:1
=======================
“TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku”

Kemarin kita sudah membahas mengenai pentingnya sebuah pengenalan seutuhnya dan sebenar-benarnya akan Tuhan, baik mengenai pribadi maupun ketetapanNya. Bukan saja kita harus mengetahui apa yang menjadi peraturan yang wajib diikuti dan mana yang tidak boleh dilanggar, tapi penting pula bagi kita untuk mengetahui latar belakang dari setiap peraturan dan laranganNya. Semua itu akan menuntun kita untuk tetap berada di jalan yang benar dan mencegah kita untuk tidak luput dari keselamatan maupun berkat dan anugerah lainnya yang akan Dia berikan kepada setiap orang yang percaya, hidup dalam kasih dan setia kepadaNya. Ketika ini saya sampaikan kepada sekelompok orang pada suatu kali, seorang anak muda berkata, “okelah kalau kita memang harus belajar mengenal Tuhan. Tapi pertanyaannya sekarang, apakah Tuhan juga mengenal kita diantara begitu banyak manusia hari ini dan semua manusia yang pernah Dia ciptakan yang sepertinya sudah sulit dihitung jumlahnya?” Does God know us? Adakah ayat yang mengatakan bahwa Tuhan mengenal kita? Apakah Tuhan pernah berkata dengan tegas bahwa pengenalan akan kita masing-masing merupakan sesuatu yang penting bagiNya? Setelah kita membahas tentang pengenalan akan Tuhan, hari ini mari kita lihat dari sisi sebaliknya, yaitu dari sisi Tuhan kepada manusia ciptaanNya.

Sejak semula manusia diciptakan secara istimewa, berbeda dengan ciptaan-ciptaan lainnya. Saat menciptakan manusia, Tuhan merancang dengan mengambil gambar dan rupaNya sendiri. “Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.” (Kejadian 1:27). Tidak ada satupun ciptaan lainnya yang dirancang Tuhan dengan mengambil rupaNya sendiri selain manusia. Dia bahkan memeri otoritas pada manusia untuk mengelola ciptaanNya yang lain. Ini adalah sebuah keistimewaan atau bahkan kehormatan yang tidak mungkin diberikan secara sembarangan kepada yang belum dikenal. Meski bisa, Tuhan tidak menginginkan manusia sebagai robot-robot tak bernyawa, sebaliknya Dia memberi kita kehendak bebas untuk memilih dan memutuskan langkah apa yang hendak kita ambil. Untuk menuntun kita agar tidak salah langkah Tuhan memberi akal budi, hikmat, berbagai peringatan dan pesan lewat firmanNya bahkan Roh Kudus sebagai penolong. Keselamatan kita menjadi perhatian yang sangat penting bagi Tuhan, bahkan untuk itu Dia rela mengorbankan Yesus Kristus menggantikan semua dosa kita di atas kayu salib dan memungkinkan kita untuk bisa berhubungan langsung dengan Tuhan, merasakan hadiratNya melalui Kristussendiri.

“Tak kenal maka tak sayang”, begitu kata pepatah. Secara umum kita sulit menyayangi kalau tidak saling kenal. Semakin dalam kita mengenal seseorang, semakin pula kita menyayangi mereka. Kita mengenal tabiatnya, sifatnya, kesukaannya, ketidaksukaannya dan lain-lain, dan tentu saja akan berusaha semampu kita untuk menolong mereka saat mereka butuh bantuan. Sikap orang tua yang mengenal anaknya tentu akan jelas terlihat berbeda dengan orang tua yang tidak mengenal anaknya, begitu pula sebaliknya.

Demikian juga dengan Tuhan. Kita bahkan boleh memanggilnya Bapa seperti yang dianjurkan Yesus sendiri. Itu artinya Tuhan menginginkan sebuah kedekatan hubungan yang sangat erat dan intim layaknya seorang ayah yang penuh kasih dengan anaknya. Dengan status sebagai anak, kita bahkan sudah dikatakan berhak menjadi ahli warisNya. Hubungan yang dekat dan erat akan membuat kedua belah pihak saling kenal satu sama lain dengan baik. Tuhan sangat mengenal kita luar dalam. Dia tahu pasti apa yang menjadi permasalahan anda. Tidak ada yang tersembunyi bagiNya, Dia tahu isi hati kita yang terdalam sekalipun. Dia yang menciptakan kita, tentu Dia pula yang paling tahu segalanya tentang kita. Dan yang lebih indah lagi, Tuhan adalah Bapa yang sangat mengasihi kita. Bentuk kasih itu pun diwujudkan dengan kepedulian yang luar biasa besar pula terhadap anak-anakNya. Dia siap tertawa gembira bersama kita, Dia pun turut bersedih bersama kita.

Selain ada begitu banyak bukti yang bisa disampaikan tentang pengenalan Tuhan secara mendalam terhadap ciptaanNya yang istimewa, ada banyak pula firman  yang mencatat hal itu secara jelas. Lihatlah firman berikut ini: “TUHAN, Engkau menyelidiki dan mengenal aku” (Mazmur 139:1). Ayat ini adalah pembuka dari sebuah perikop yang berjudul “Doa di hadapan Allah yang maha tahu” (Mazmur 139:1-24). Ayat ini jelas menggambarkan pemahaman Daud akan pengenalan Tuhan tentang dirinya secara penuh. “Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh. Engkau memeriksa aku, kalau aku berjalan dan berbaring, segala jalanku Kaumaklumi.” (ay 2-3). Ini adalah sebuah pemahaman yang tentu berdasarkan perenungan mendalam dari Daud lewat pengalamannya berjalan bersama Tuhan sepanjang hidupnya.

(bersambung)

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply